Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Manja


__ADS_3

Cup


"Kau!" seru Elis dengan menyentuh bibirnya dengan jemarinya sendiri.


Daniel tersenyum penuh arti.


"Jadi kapan kalian berencana untuk menikah?" tanya Brian.


"Secepatnya om." ucap Daniel.


"Jangan panggil om, panggil aku papa. Masa aku, papa mertua mu di panggil om. Yang benar saja!" protes Brian dengan beranjak dari duduknya, menghampiri Daniel.


Elis berkata dengan mendelik, menatap aneh sang papa. "Yang benar aja pah! Belom juga jadi mantu, harus gitu Daniel panggil papa?"


"Harus dong! Papa ingin semua orang tau, jika Daniel adalah menantu papa, calon suami kamu, sayang!" ucap Brian dengan bangga menepuk nepuk punggung Daniel.


Elis menghentakkan ke dua kakinya dengan kasar, dengan bibir mengerucut, Elis berkata dengan nada suara yang manja.


"Jadi gitu papa sekarang ke aku? Yang anak papa itu aku atau Daniel sih!" cicit Elis dengan melirik tajam Daniel dan Brian secara bergantian.


"Ya Tuhan, coba om lihat!" Devano menghampiri Elis, keningnya mengkerut mendapati ekspresi Elis yang tampak tidak baik baik saja.


"Sekarang om mau ngomong apa? Mau bilang aku manja juga? Sama kaya supir onoh!" Elis menunjuk ke arah Daniel yang tengah berseringai, di sertai dengan tatapan seolah meledek Elis.


"Aaahhh tuh kan, om lihat! Putra mu meledek ku om!" sungut Elis dengan memeluk lengan pria paruh baya yang akan menjadi ayah mertuanya.


"Heh anak nakal, yang jadi papa mu itu aku atau pria tua itu? Kenapa kau bersikap manja padanya? Heh!" ledek Brian dengan berpura pura merajuk, ke dua tangannya berada di pinggang, seolah memberi tahu sang putri jika ia tengah marah.

__ADS_1


"Maaf Nona, di luar ada Tuan Wiliam, ia ingin bertemu dengan Nona!" ucap seorang maid wanita yang kini berdiri di hadapan Elis.


"Apa dia datang sendiri? Atau datang dengan bersama seorang wanita?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik.


"Sendiri Nona!" ucap maid wanita.


Grap.


Daniel menahan Elis yang hendak melangkah, dengan menggenggam pergelangan tangannya.


"Kau tunggu di sini, biar aku yang menemuinya!" ucap Daniel dengan tegas.


"Tapi dia kan mau ----" ucap Elis, yang langsung di sanggah Devano yang membawanya menuju tempat barberkiyu.


"Benar apa yang di katakan Daniel, kamu di sini saja... apa kau tidak ingin mencicipi barberkiyu buatan om?" Devano mengambil piring yang ada di atas meja, mulai menaruh potongan barberkiyu di atas pemanggang.


"Akkkhhh awas pah, itu panas!" teriak Elis, yang bersembunyi di balik punggung Brian yang tengah berhadapan dengan pemanggangan.


"Ahahaha kau lihat itu Brian, putri mu sungguh menggemaskan!" Devano tergelak melihat tingkah Elis.


Elis menatap barberkiyu yang tengah di panggang dengan penuh nafsu, bahkan air liurnya hampir terjun bebas dari sudut bibirnya.


"Astaga pah, om... apa masih lama? Sepertinya aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya, itu pasti sangat enak!" gumam Elis dengan sulit menelan salivanya.


"Ahahaha, sabar ya sayang! Sebentar lagi juga matang!" Brian tergelak, mengelusss pucuk kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku menyayangi mu, pah!" Elis melingkarkan ke dua tangannya di pinggang sang ayah, menyandarkan kepalanya pada dada pria yang sudah mencurahkan kasih sayangnya selama ini.

__ADS_1


"Aku juga sangat menyayangi mu, putri ku!" Brian mengecup pucuk kepala Elis.


"Cihs kalian berdua, membuat ku iri!" sungut Devano.


"Ayo sini om! Aku tidak keberatan jika harus memeluk om juga!" Elis melepasakan tangan kanannya dan merentangkannya.


"Calon menantu ku ini memang yang paling pengertian!" ucap Devano dengan ikut berhambur memeluk Elis dan Brian.


Bugh.


Wiliam mendaratkan pukulannn di pipi kanan Daniel, membuat Daniel yang tidak siap dengan serangan dari wiliam, terhuyung namun tidak sampai terjatuh.


Daniel menyapu sudut bibirnya yang mengeluarkan darahhh.


Hap.


Daniel menahan kepalan tangan Wiliam, yang hendak melayangkan kembali pukulan di wajah mulus Daniel sebelah kiri.


"Kau harus tau batasan mu, Tuan Wiliam yang terhormat!" ucap Daniel dengan sinis.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan 🌹...


__ADS_2