Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Buka toko lagi


__ADS_3

...💖💖💖...


"Aku terharu hubby, apa nanti baby utun akan menyayangi ku seperti anak itu menyayangi ibu nya?" tanya Elis di tengah isak tangis nya.


"Pasti sayang! Anak itu tergantung dari didikan orang tua nya! Jika kita mengajari nya pada kebaikan, anak itu akan menjadi baik. Begitu pun sebalik nya. Apa yang kita tanam, itu lah yang akan kita tuai nanti nya." terang Daniel, mengelusss punggung sang istri.


"Bapak, kaka cantik kenapa?" tanya sang anak yang belum mengerti.


"Kaka cantik terharu dengan sikap kamu nak! Kamu anak baik! Sayang sama ibu!" ucap sang bapak, mengelusss kepala sang anak.


"Ibu kan sayang adek, adek juga sayang ibu. Adek sayang semua nya." ujar dang anak dengan riang.


"Hubby huaaaa huaaa lihat itu, anak itu masih bisa tertawa dan bahagia." ujar Elis semakin terbaru di buat nya.


"Iya sayang, arti nya anak itu mensyukuri apa yang ia miliki setelah berusaha dengan keras." ucap Daniel.


"Boleh gak pak, aku bawa pulang anak nya!" tanya Elis dengan Daniel yang menyeka air mata di pipi Elis.


"Lah ya kaga boleh atuh Nona." ucap sang bapak dengan gelengan kepala.


'Di kata maenan kali mah, boleh di minta. Anak ini, bernyawa. Buat adonan berkali kali juga, belom tentu jadi kalo yang maha kuasa aja belum percaya buat kasih kita titipan nya.' batin sang bapak.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk." si ibu terbatuk batuk, dengan tangan menguruttt dada nya sendiri.


"Bapak, ibu batuk lagi!" seru si anak dengan tangan mungil nya melingkar di pinggang sang ibu.


"Nanti juga sembuh nak!" ucap sang ibu dengan sulit, berusaha tersenyum di depan sang putri.


"Ayo pak, bawa ibu ke dokter." rengek si anak.


"Belum bisa dek, uang bapak aja belum cukup buat ibu beli obat." ujar si bapak.


"Hubby! Kita bawa si ibu ke dokter!" bujuk Elis dengan mendongak ke arah Daniel, tatapan nya berkaca kaca.


"Iya sayang!" Daniel menyanggupi.


"Ayo ibu, bapak, adek cantik. Ikut kaka ya! Kita bawa ibu ke rumah sakit... kita bawa ibu biar dapat perawatan." bujuk Daniel, dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Beneran ka? Ibu mau di obatin?" tanya si anak dengan tatapan berbinar senang.


Elia dan Daniel menganggukkan kepala nya. Mereka langsung membawa si ibu ke rumah sakit terdekat.


...---...


"Kamu lelah sayang?" tanya Daniel, setelah membaringkan Elis di atas tempat tidur.


Malam semakin larut, jam di dinding sudah mengarah di angka 12. Daniel dan Elis baru aja kembali dari rumah sakit, setelah mengurus administrasi dan biaya pengobatan selama si ibu di rawat di rumah sakit, semua akan di tanggung oleh Daniel.


"Sekali!" jawab Elis singkat, dengan memeluk boneka yang ia dapat dari si anak kecil tadi.


Boneka berkepala kelinci dengan warna pink, bibir nya tengah tersenyum ke arah siapa saja yang melihat nya.


"Mandi dulu sayang!" bujuk Daniel.


"Gak mau, aku mau bobo aja." ucap Elis dengan manja, memejamkan ke dua mata nya yang gak sanggup lagi terjaga.


Daniel mengembuskan nafas kasar nya. Memilih masuk ke dalam kamar mandi, dan gak lama ke luar dengan membawa gayung serta handuk kecil di tangan nya.


Daniel menanggalkan pakaian yang di kenakan Elis. Muncul lah 2 gundukan padat tanpa tulang yang tampak menggoda di mata Daniel.


"Eeemmmh sayang, kamu membantu ku bersih bersih apa sedang merayu ku?" gumam Elis, dengan mata terpejam, langsung menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada. Saat tangan Daniel bergeriliaaa di area melon kembar nya yang besar dan padat.


"Gak sayang, ini mau bantu kamu bersih bersih. Biar kamu nyaman, ayo miring. Punggung mu belum aku lap." ujar Daniel, mendorong sedikit bahu Elis, hingga memunggungi nya.


Daniel membawa baju yang tadi Elis kenakan dan gayung dengan handuk nya lagi ke kamar mandi, setelah ia menutupi tubuh polos Elis dengan selimut.


Elis membuang nafas lega, setelah membuka satu mata nya. Melihat Daniel menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Akhir nya aku bisa tidur juga! Mimpi indah sayang nya mama!" gumam Elis, mengelusss perut nya yang masih rata.


Gak lama Daniel kembali dengan wajah yang lebih segar. Aroma sabun dan sampo menyeruak dari tubuh Daniel. Hanya dengan melilittt handuk di pinggang yang menutupi bagian inti nya, Daniel melangkah dengan pasti ke arah ranjang.


Bugh.


"Awwhhh, sayang apa yang kamu lakukan!" seru Elis dengan memekik, saat Daniel menjatuhkan tubuh nya di atas tubuh Elis lalu mengukung nya.

__ADS_1


"Tentu saja, menjenguk baby utun. Emang kamu pikir aku mau apa lagi hem?" tanya Daniel, dengan menyusuri leher Elis dengan bibir nya, meninggalkan jejak jejak kepemilikan nya.


"Aaahhhh sayang, aku ngantuk. Kita tidur aja!" rengek Elis dengan manja, berusaha menghindar saat Daniel semakin bergerak turun hingga pada gundukan kembar tak bertulang.


Dengan lahap nya Daniel bak anak bayi yang kehausan, menyesappp asupan yang tidak mengenyangkan hanya memberikan kepuasannn, dan kenikmatannn untuk nya dan sang istri.


Elis melenguhhh hingga suara suara suara nakal, gak bisa lagi terelakkan. Dengan bermandikan peluh setelah berolahraga ranjanggg, Daniel dan Elis kini terlelap di bawah selimut.


...----...


Pagi menjelang, Elis dan Daniel kini menikmati sarapan mereka tanpa ada drama.


"Enak?" tanya Daniel, yang melihat Elis tampak lahap dengan sarapan nya.


"Enak banget, setelah ini apa kamu ada kegiatan, atau meeting di luaran sayang?" tanya Elis, dengan sesekali menatap Daniel dan kembali pada sarapan nya.


"Ada, nanti berkisar jam 2 siang. Kenapa? Kamu mau ikut aku, kita meninjau lokasi toko yang akan kita buka beberapa bulan ke depan.


"Kamu mau buka toko lagi, sayang?" tanya Elis dengan menatap Daniel penuh tanya.


"Tentu, toko yang akan menjual beraneka ragam bentuk pakaian anak kecil serta ibu hamil nanti nya." terang Daniel.


"Serius kamu sayang? Di mana tempat nya? Awas jangan sampai kena tipu teman mu lagi!" sindir Elis, dengan bibir mengerucut.


"Gak kok, kali ini aku yang akan langsung meninjau lokasi nya sendiri. Aku juga ikut meninjau dalam pembuatan pakaian, aku memiliki penjahit serta diseiner nya sendiri." ujar Daniel panjang kali lebar.


"Naaah itu baru suami ku! Hebat kan!" sorak Elis dengan di ikuti senyum dan tepuk tangan, dari arah pintu yang menembus ke meja makan.


Prok prok prok prok.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2