Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Langit sore


__ADS_3

...💖💖💖...


Tok tok tok.


"Masuk!" seru Arsandi, menyuruh orang yang mengetuk pintu ruang kerja nya untuk masuk.


"Ayo kita lihat, sejauh mana Boni bisa mengelabui ku!" gumam Arsandi dengan senyum licik saat melihat Boni membuka pintu.


Dengan langkah yang berat, perasaan yang ngejedak ngejedug, Boni melangkah memasuki ruang kerja, dari sang tangan kanan dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


"Mana berkas yang aku minta?" tanya Arsandi datar, menatap tajam Boni.


'Pria yang seperti ini, di kasih hati minta jantung! Pria macam ini pula yang harus nya di basmiii dari perusahaan sejak lama!' batin Arsandi dengan tatapan sinis.


Boni menelan saliva nya dengan sulit, meletakkan berkas yang ia bawa di atas meja.


'Semoga saja ini tidak akan membuat pak Arsandi curiga!' batin Boni.


Dengan tangan kanan nya, Arsandi meraih berkas itu, dengan melirik tajam pria yang berdiri di hadapan nya.


Arsandi menelisik, mengamati angka angka yang tertera pada label label yang tengah ia baca.


Arsandi membuang nafas dengan kasar. 'Mau bermain licik sekali pun, pasti akan terendus juga oleh ku! Apa lagi ini sudah berlarut! Entah sudah berapa banyak uang perusahaan yang masuk ke dalam rekening mu!'

__ADS_1


"Ada lagi pak? Sa- saya sudah boleh ke luar kan pak? Sa- saya masih harus mengerjakan laporan yang lain nya pak." ujar Boni, dengan kaki gemetar.


Boni mencari alasan untuk bisa ke luar dari ruang yang begitu menusukkk, ruang yang membuat nafas nya seakan sesakkk untuk bisa lebih lama bertahan di ruang itu.


"Sudah berapa lama kau bekerja di sini?" tanya Arsandi datar.


"Tiga tahun pak." jawab Boni, meremasss jemari nya sendiri.


"Kemasi barang barang mu! Mulai besok kau tidak perlu lagi datang ke kantor!" ucap Arsandi tegas, meletakkan kembali berkas di atas meja dengan kasar.


"Ma- maksud bapak apa? Sa- saya gak mungkin di pecat kan?" Boni melangkah maju dengan tatapan membola, gak nyangka dengan apa yang di ucapkan Arsandi.


"Security!" seru Arsandi, yang langsung masuk dua orang berseragam security ke dalam ruang kerja nya.


Arsandi membuang nafas nya dengan kasar, memberi perintah pada ke dua security dengan gerakan tangan nya.


"Pak, tolong pak! Saya hilaf pak! Beri saya kesempatan pak! Pak Arsandi!" seru Boni, saat ke dua security menarik paksaaa ia ke luar dari ruang kerja Arsandi.


Arsandi menyandarkan tubuh nya pada sandaran kursi, tatapan nya tertuju pada atap ruang kerja nya.


"Apa ia, zaman sekarang masih ada aja wanita yang mudah di tipu? Ah pasti wanita itu hanya mengada ada." pikir Arsandi.


...---...

__ADS_1


Daniel dan Elis kini tengah menikmati langit sore lewat balkon kamar nya.


"Apa kamu mau makan buah, sayang?" tawar Elis menatap lekat Daniel.


"Boleh juga, biar aku minta pak Adi untuk menyiapkan nya!" ujar Daniel, meraih hape nya yang ada di atas meja.


"Gak perlu, biar aku aja!" Elis beranjak dari duduk nya.


Grap.


Daniel menggenggammm pergelangan tanggan Elis, menahan langkah kaki wanita yang kini tersenyum ke arah nya.


"Apa ada lagi yang kamu butuhkan?" tanya Elis.


"Aku tidak sedang bermimpi kan, sayang?" tanya Daniel dengan tatapan penuh tanya.


Bersambung...


...💖💖💖...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2