Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Niat jahat di balas kontan


__ADS_3

...💖💖💖...


"A- apa? Ja- jadi tadi beneran terhubung? A- aku beneran menghubungi Tuan Daniel? Aaahhh gilaaaa!" umpat Arsandi dengan terbelalak, sulit di percaya oleh pandangan nya.


Brak.


Bugh.


"Awwhhhh!"


Saking kesal nya sampai ke ubun ubun, Arsandi melemparkan benda pipih nya setelah menatap jengkel Mela.


Mela berdiri di depan Arsandi, dengan tatapan yang mengejek. "Tau gak pak, itu arti nya niet jahat di balas kontan. Ahahaha, bapak sih pake mau ngerjain saya, kena batu nya kan tuh!"


"Kau! Berani mengejek saya?" tanya Arsandi dengan mata memicing tajam.


"Terserah pandangan bapak aja, udah sana ke luar dari ruang kerja saya, kan bapak sendiri yang minta saya buat revisi tuh laporan keuangan cabang Malang." ujar Mela, dengan nada mengejek dan mengusir.


Sreek.


Baru juga berbalik badan, tangan besar Arsandi menarikkk bahu Mela, hingga kembali menghadap ke arah nya.


Jedag jedug.

__ADS_1


Tatapan Mela dan Arsandi kembali beradu. Dengan Mela dan Arsandi yang sama sama gak karu karuan detak jantung nya.


'Beneran gila ini cewe! Kenapa juga dengan jantung gue? Masa iya gue mau mati sekarang! Apa gue punya sakit jantung mendadak?' batin Arsandi.


'Gilaaa, pak singa... mimpi apa gue semalam bisa sedekat ini sama ini orang nyeselin.' umpat Mela dengan mata mengerjap ngerjap.


Ke dua nya larut dalam lamunan, hingga tersadar dengan pintu yang di dorong dari luar di susul dengan seruan.


Ceklek.


"Mela, gu- e…" Ella terperangah, melihat Mela dan Arsandi yang tengah beradu pandangan dengan jarak yang sangat dekat.


Mela dan Arsandi, sama sama menoleh ke arah pintu dengan tatapan memusuhi.


"Maaf maaf, saya gak akan ganggu. Lanjutin aja!" seru Ella yang lantas menarik diri dan menutup pintu.


Brak.


Mela melihat ke arah Arsandi, lalu mengikuti arah tatapan Arsandi yang menjurus pada ke dua tangan Arsandi yang berada di atas bahu nya.


"Pantesan, jadi gara gara ini!" Mela menyingkirkan ke dua tangan Arsandi dari bahu nya.


"Kau berani menepis tangan saya?" tanya Arsandi dengan ke dua tangan di pinggang.

__ADS_1


"Berani lah, jangan kan menepis. Beradu akting dengan bapak pun saya masih menang, bapak kalah week!" ejek Mela dengan menjulurkan lidah nya ke depan Arsandi.


"Apa? Beradu peran? Akting saya kamu bilang jelek?" tanya Arsandi dengan tatapan yang sulit di percaya.


"Kenyataan nya gitu pak!" jawab Mela acuh, lalu memunguti berkas berkas laporan yang berceceran di atas lantai.


"Jangan bilang kamu juga tadi hanya berpura pura menangis, agar saya iba dan tidak mengadukan kamu ke bu Elis?" tanya Arsandi dengan penuh selidik.


"Kalo iya, emang kenapa? Toh pak Daniel dan bu Elis, pasti gak akan mecat saya, gak ada bukti kan kalo saya hanya menangis pura pura?" tantang Mela, tanpa menoleh ke arah Arsandi.


Arsandi mengepalkan tangan nya, 'Kurang ajarrr, gue di permainin ama ini bocah gila!'


"Pak, balik kerja pak... saya masih banyak kerjaan nih!" usir Mela, duduk kembali di kursi nya, dengan laporan keuangan yang sudah berada di atas meja nya.


Cup.


"Anggap itu hukuman dari saya, karena kamu sudah berani mempermainkan saya!" ucap Arsandi yang lantas ke luar dari ruang kerja Mela.


Brak.


Bersambung...


...💖💖💖...

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2