Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Video call


__ADS_3

...💖💖💖...


Cup.


"Anggap itu hukuman dari saya, karena kamu sudah berani mempermainkan saya!" ucap Arsandi yang lantas ke luar dari ruang kerja Mela.


Brak.


Bruk.


Mela melemparkan map yang ada di hadapan nya ke depan pintu, meski map itu harus luluh pasrahhh tergeletak di atas lantaisetelah menabrak pintu.


"Pak Arsandi dasar gilaaaa! Orang sintinggg lo! Ciuman pertama gue! Dasar begooo! Kenapa juga gue diem bae, waaaaaaahhhh dasar gilaaa!" umpat Mela dengan tatapan yang berubah ubah, sedikit marah, sedikit sedih, lebih tepat nya ngenes.


Arsandi langsung menghubungi Daniel begitu sampai di ruang kerja nya, dengan bibir yang terus tersenyum.


"Manis juga! Tau gitu lebih lama!" gumam Arsandi dengan otak mesummm, mengingat bagaimana ia mencium dan melumattt singkat bibir menggemaskan milik Mela.


^^^"Hai kau bocah gila! Kau apakan karyawan istri ku hah!" umpat Daniel yang melakukan sambungan video call.^^^


[ "Tidak... aku tidak apa apa kan, aku hanya menyuruh nya menyelesaikan revisi laporan keuangan dari cabang Malang. Hanya itu!" ]


^^^"Jangan membohongi ku, Arsandi! Katakan saja yang sebenar nya! Jika kau menyukai nya, kejar terus sampai dapat! Jangan nanggung!"^^^


[ "Astagaaa bos, pikiran mu terlalu jauh. Cepat kirimkan aku mobil, warna hitam ya! Jangan warna pink yang kau kirim!" ] cicit Arsandi dengan wajah serius.


^^^"Kau yakin menginginkan nya? Tidak kah bisa kau gunakan uang itu untuk melamar gadis pujaan mu? Siapa itu Mela." goda Daniel.^^^


[ "Astagaaa kau ini, mana bu Elis? Aku harus bicara dengan nya!" ] cicit Arsandi, menggaruk kepala nya yang gak gatal, namun frustasi sendiri menghadapi Daniel.


^^^"Untuk apa kau tanya kan istri ku? Kau bisa tanyakan langsung pada ku. Aku jamin, ide ku ini... akan membuat mu di terima, bah kan langsung menikah ahahahah."^^^

__ADS_1


[ "Aku tidak butuh ide gila mu, bos! Yang aku butuhkan hanya Nona Elis. Nonaaa, kau mendengar ku?" ] suara Arsandi yang bersikukuh memanggil nama Elis.


^^^"Dasar kau Arsandi gilaaa!"^^^


Daniel mengalihkan pandangan nya dari layar hape nya ke arah lain.


Di tempat lain, kediaman Elis dan Daniel.


"Sayang! Cinta ku! Manis ku! Pujaan hati ku! Eliiiis, ayo lah ke sini!" ujar Daniel, dengan suara melengking.


"Apa sih! Bisa gak... gak usah teriak teriak! Gak tau apa, lagi kram lagi nih!" gerutu Elis, dengan akhir kalimat yang manja dengan tangan mengelusss perut nya.


Daniel melupakan hape nya, meletakkan nya di atas meja kecil yang terdapat di atas balkon.


Sreek.


Daniel menarikkk pergelangan tangan Elis dan membuat nya jatuh di atas tubuh nya.


"Kamu menggemaskan sayang!" seru Daniel, berbisik di telinga Elis, setelah tatapan nya tertuju pada dua melon kembar yang gak sengaja terlihat semakin padat berisi.


Pluk.


"Jangan nakalll hubby! Gimana kalo ada yang dengar! Aku malu!" ujar Elis dengan memalingkan wajah dari Daniel, wajah nya tampak merona.


^^^"Astagaaa woy, aku masih tersambung ini! Aku masih menunggu mu Nona Elis! Ada yang ingin aku tanyakan pada mu!" suara Arsandi terdengar dari benda pipih Daniel.^^^


Daniel dan Elis sama sama menatap ke arah benda pipih nya, lalu Daniel meraih benda pipih itu. Benar saja ada wajah Arsandi yang tampak salah tinggah di sana.


^^^"Maaf Nona, a- aku gak maksud mengganggu waktu keromantisan kalian berdua. Tapi ini urgen Nona." bujuk Arsandi dengan wajah memelas, takut kena semprot.^^^


Elis menggeleng, lalu mengarahkan layar benda pipih Daniel itu ke wajah Daniel.

__ADS_1


Dengan gerakan tangan sebagai isyarat dari Elis. Mampu membuat Danie langsung bergidik ngeri dan bahkan beranjak dari posisi ternyaman nya yaitu rebahan.


Elis mengacungkan jari telunjuk kiri nya, lalu bergerak menarikkk di depan leher nya sendiri, dengan tatapan tajam pada Daniel. Udah pasti Arsandi gak bisa lihat.


Elis langsung masuk ke dalam kamar, dan menutup balkon dengan pintu kaca, sebagai pembatas antara kamar dan balkon.


Dug dug dug dug.


Daniel menggedorrr pintu kaca dengan tangan nya, namun Elis mengabaikan nya.


"Sayang buka!" seru Daniel dengan tatapan memohon di depan pintu kaca.


^^^"Hai bos! Mana Nona Elis! Aku belum bertanya pada nya ini!" suara Arsandi terdengar lagi dari hape Daniel yang masih di genggammm nya.^^^


[ "Ini semua gara gara kau, dasar Arsandi gilaaa!" ] umpat Daniel, yang langsung melempar hape nya.


Brak.


Trak.


"Menyesal aku menjawab panggilan video call mu, dasar Arsandi!" umpat Daniel lagi.


Elis menjulurkan lidah nya dari dalam kamar, lalu mengacungkan jempol nya ke bawah yang ia tujukan untuk Daniel.


"Itu balasan nya kalo berani mengerjain ku! Berani nya kau membuat ku malu di depan Arsandi! Dasar Daniel!" umpat Elis yang lagi kadar baper tinggi.


Bersambung...


...💖💖💖...


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2