Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Bodohnya Elis


__ADS_3

...💖💖💖...


Grap.


Daniel menggapai tangan Elis, membawanya hingga menyentuh dadanya yang kini bertelanjang dada.


"Kalo mau sentuh, sentuh aja! Ini halal kok, punya kamu juga kan!" ucap Daniel dengan hangat.


Bugh.


"Awhhh Elissa!"


Elis mendorong dada bidang Daniel, membuat pria itu mundur ke belakang dengan pinggulll membentur meja hias.


Sementara Elis langsung melesat ke dalam kamar mandi yang tidak kalah besar ukurannya. Elis merendam tubuhnya di dalam buthab dengan air hangat yang sudah di campur dengan sabun aroma terapi yang dapat menetralisir perasaannya.


Setengah jam lamanya Elis berendam, akhirnya Elis ke luar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono, kepala berbalut handuk kecil menutupi rambut panjangnya yang basahhh karena keramas.


"Di mana Daniel? Tadi bukannya dia di sini? Dasar pria menyebalkan, beraninya dia meninggalkan aku sendiri tanpa bilang apa apa!" gerutu Elis dengan melangkah ke arah lemari berukuran besar dengan ornamen ukir di pintu lemari yang berwarna putih.


Ke dua mata indahnya membola, dengan pipi bersemu, mendapati semua pakaian yang hanya berkain tipis, menampakkan lekuk tubuhnya.


"Apa aku tidak salah lihat? Kenapa hanya ini yang ada di lemari? Daniel! Ini pasti ulah mu! Aku tidak mau mengenakan ini! Dasar kau pria bodohhh! Mesummm! Ku sumpain kau jatuh ke dasar jurang paling dalam! Biar gak bisa bangun sekalian!" maki Elis mendapati beberapa pintu lemari hanya menyediakan gaun malam tipis. Dan satu handle pintu terkunci.


Ceklek ceklek.


Elis menggelengkan kepalanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, ia terpaksa mengenakan pakaian yang ada.


Daniel menahan tawa, berhasil membuat Elis mengenakan apa yang ingin ia lihat. Daniel sengaja mengerjain Elis.


"Rasakan itu pembalasan ku, Elis! Tidak sadar kah kau, aku sudah lama jatuh, jatuh ke dasar jurang yang paling dalam. Jurang yang namanya cinta mati pada mu." senyum devil terbit di bibir Daniel yang mengamati pergerakan Elis di dalam kamar.


Daniel yang berada di kamar yang sama, namun di ruang rahasia, dapat melihat langsung apa yang sedang Elis lakukan melalui kaca satu arah.


Elis yang merasa lelah langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, memberikan batas di tengah kasur dengan bantal guling, menyembunyikan tubuhnya yang hanya mengenakan kain berbahan tipis di bawah selimut tebal.


Daniel ke luar dari dinding kaca yang tepat berada di depan tempat tidur.

__ADS_1


"Aku tau kau belum tidur Elis! Bangun lah!" seru Daniel yang kini berdiri di depan Elis.


Dengan bodohnya Elis yang sudah memejamkan ke dua matanya, namun masih sadar dan belum ke alam mimpi, menjawab ocehan Daniel.


"Siapa bilang aku belum tidur? Kau tidak lihat aku sudah memejamkan ke dua matanya heh! Itu artinya aku sudah tidur pulas! Pulas sampai ke alam mimpi! Mengganggu saja kau ini!" maki Elis lalu membalikkan tubuhnya jadi memunggungi Daniel.


"Ahahaha itu sudah kau buktikan sayang! Kau baru saja menjawab pertanyaan ku! Itu sudah cukup membuktikan jika kau masih terjaga dan belum terlelap." Daniel tergelak, tangannya terulur menyingkirkan helaian anak rambut Elis yang sebagian menutupi pipi Elis yang chabi.


Elis merasakan hangatnya tangan Daniel saat jemari Daniel menyentuh pipinya, tanpa sadar Elis menggeliet, merasakan ada yang meremang, namun ia masih tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan.


Daniel mencondongkan tubuhnya, membuat wajahnya tidak berjarak dengan telinga Elis, wanita yang kini resmi menjadi istrinya. Ia dapat melihat hidung mancung Elis dari samping, matanya yang berkedut membuktikan Elis belum tertidur pulas.


Sreek bugh.


"Akkkhhh Daniel!" pekik Elis yang merasakan tubuhnya tertimpa sesuatu yang berat, lalu berputar 360 derajat.


Daniel menjatuhkan dirinya di atas tubuh Elis, lalu menggulingkan tubuh ke duanya di atas tempat tidur.


"Aku merindukan mu! Bisa kan aku meminta hak ku saat ini juga!" terang Daniel dengan kerlingan mata saat Elis membuka ke dua matanya.


Elis tampak diam tidak merespon pertanyaan Daniel, kalo di pikir pikir, gak ada salahnya juga kalo aku belajar menerima pernikahan ini, lagi pula pernikahan ini hanya bersifat sementara dan tidak akan lama. Setidaknya tunggu sampai situasinya memungkinkan. Untuk aku mengatakannya pada papa.


Dengan perlahan namun pasti, Daniel melabuhkan bibirnya pada leher jenjang Elis, memberikan tanda tanda kepemilikan di beberapa titik dengan Elis yang terus menggeliat kegelian.


Di bawah sinar bulan purnama, terjadi lah pergulatan panas antara Daniel dan Elis. Mereka melupakan perdebatan untuk sesaat, menikmati perannya sebagai suami istri. Memperkuat hubungan mereka dengan penyatuan yang terjadi antara si miki dengan si goa.


Daniel tersenyum puas, melihat Elis yang terlelap di bawah selimut dengan tubuh polos. Daniel sudah mengganti sprei dengan bercak merahhh dengan sprei baru.


Cup.


Daniel mengecup sekilas bibir mungil Elis.


"Terima kasih karena kau sudah menjaganya untuk suami mu! Aku janji, aku akan membuat mu menerima hubungan ini! Aku hanya akan menjadikan mu satu satunya wanita berharga dalam hidup ku. Begitu pun diri mu, hanya ada aku yang akan selalu ada dalam hati dan pikiran mu!" gumam Daniel.


"Hemmm!" Elisa mendaratkan tangannya hingga menindih dada bidang Daniel.


"Aku tau, kau itu sebenarnya mencintai ku, Elis! Tapi kau saja yang belum menyadarinya!" Daniel menggeser kepala Elis, hingga menjadikan lengannya menjadi bantal untuk kepala Elis.

__ADS_1


Sepasang pengantin tidur dengan terlelap, setelah bergulattt dengan peluh.


Sementara di tempat lain.


William dan Stefani menghabiskan malam mereka berdua dengan musik yang berdentum keras, bau alkohol menyeruak, mereka berdua merayakan patah hati karena habis di tinggal orang yang mereka cintai di sebuah ruang VVIP di salah satu tempat karoke ternama, tempat yang menyediakan minuman beralkohol dengan kadar sedang sampai tinggi, penjagaan keamanan pun sanagt ketat, tidak sembarang orang bisa memasuki tempat itu.


"Dasar kau pria bodohhh! Kau payah! Kenapa tidak kau bawa lari saja wanita manja itu!" racau Stefani dengan menunjuk nunjuk Wiliam yang duduk di sebelahnya.


Pluk pluk pluk.


Wiliam berkali kali menoyor kepala Stefani, hingga wanita itu berkali kali pula menundukkan kepalanya karena di toyor.


"Aku pria bodohhh? Lalu kau wanita bodohhh ahahaha! Kau wanita ular yang bodohhh, tidak ada pintarnya!" racau Wiliam.


"Dasar kau! Ahaha." Stefani kembali menenggak minumannya.


3 botol kosong tergeletak di atas meja dengan beberapa botol lainnya yang masih utuh, mereka berdua tampak kacau.


Sreeek.


Stefani menarik kerah kemeja Wiliam, hingga membuat wajah pria itu kini tanpa jarak dengan wajah Stefani.


"Eh kau, Daniel... sejak kapan kau ada di sini!" racau Stefani, saat pandangannya melihat Wiliam sebagai Daniel.


"Ahahha kau wanita payah, ini aku Wiliam! Aku bukan Daniel!" bantah Wiliam.


Brugh.


Tubuh ke duanya ambruk di atas sofa, dengan lengan Wiliam yang menjadi bantalan kepala Stefani.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2