Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Perlu waktu


__ADS_3

...💖💖💖...


"Menyesal aku menawarkan Nona. Mau cari di mana buah alpukat? Sekarang kan bukan musim buah alpukat!" koki Adi menepuk kening nya sendiri.


"Udah sana gak usah banyak ngeluh! Cari buah alpukat nya, jangan sampai pak koki membuat Nona Muda menunggu lama hehehehe!" kekeh asisten koki, mentertawakan atasan nya itu.


"Huh, kau ini. Bukan aku yang harus mencari nya." dengus koki Adi.


"Hah? Lalu siapa yang akan mencari nya?" tanya asisten koki dengan kening mengkerut.


"Siapa lagi kalo bukan diri mu! Udah sana cari, jangan sampai kau membuat Nona menunggu lama, lalu mengamukkk... membuat uru hara lagi di kediaman ini." ujar koki Adi, mengibaskan tangan nya, menyuruh asisten nya untuk segera pergi.


Asisten menunjuk diri nya sendiri. "Apa aku? Aku yang harus mencari buah alpukat? Bukan kah tadi Nona menyuruh pak koki untuk membuatkan jus dengan 2 rasa. Lalu kenapa aku yang harus mencari buah Alpukat nya?" tanya asisten dengan wajah bingung.


"Karena kau itu bawahan ku! Karena hanya kamu yang bisa mengendarai sepeda motor, karena jika Nona menginginkan makanan, pasti dia akan meminta nya pada ku! Apa masih mau berkelit lagi kau ini hah!" tanya koki Adi, menjabarkan kemungkinan apa yang ada di kepala nya.


"Iya iya iya, kau ini memang selalu benar pak koki. Baik lah, aku akan pergi membeli nya. Mana uang nya!" pinta asisten koki dengan tangan kanan terulur di depan koki Adi.


"Ini, beli lah beberapa kilo lengkap dengan berbagai buah. Mungkin aja kan, Nona suatu saat nanti ingin makan buah yang lain nya juga!" koki Adi mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompet nya. Lalu menyerahkan nya kepada sang asisten.


"Ingat, jangan lama!" titah koki Adi, mengingatkan asisten nya.


Koki Adi mengintip jendela dapur, saat mendengar suara deru mesin motor di nyalakan. "Mudah mudahan gak terjadi apa apa, cepat lah kembali!" gumam koki Adi, menatap sang asisten dengan perasaan gak karuan.


"Saya titip sekalian ya! Kaya nya enak ini, buat di makan siang hari." ujar salah satu security yang berjaga di pos.


"Oke lah kalo gitu. Mau sambel garam apa gula, pak?" tanya asisten koki, mengenakan helm di kepala nya.


"Apa aja boleh lah, asal pedas. Jangan lupa minta di banyakin itu buah kedondong nya!" ujar pak security.


"Siiip lah, saya jalan dulu." asisten koki mulai menarikkk gas nya pada setang motor. Memacu kendaraan nya ke luar melewati gerbang hitam yang menjulang tinggi.


...---...


Daniel tengah sibuk berkutat dengan pekerjaan nya, setumpuk laporan di atas meja. Menanti di periksa dan di pelajari lalu di bubuhi tanda tangan nya.

__ADS_1


Ceklek.


"Dari mana saja kamu? Kenapa baru datang?" sungut Daniel, melihat Arsandi yang baru aja masuk ke dalam ruang kerja nya, membawa berkas lain nya.


"Sorry bos, tapi setidak nya saya sudah berhasil mengutarakan perasaan saya terhadap Mela." ucap Arsandi, mendarat kan bobot tubuh nya di depan kursi yang ada di depan meja kerja Daniel.


"Apa gadis itu membalas cinta mu? Apa kau yakin bisa membuat nya bahagia bersama dengan mu?" tanya Daniel ingin tau.


"Itu dia masalah nya Tuan. Mela menolak ku! Ajakan ku untuk menjadi calon suami nya pun di tolak mentah mentah oleh nya.


Daniel menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi. "Apa aku tidak salah dengar! Gadis itu menolak cinta mu? Wah wah wah, ini baru rekor untuk malu Arsandi!" ucap Daniel dengan nada mengejek.


"Aku anggap itu adalah pujian untuk ku Tuan. Apa ada lagi yang bisa saya kerjakan di sini Tuan?" tanya Arsandi menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Jangan di ambil hati ucapan ku Arsandi. Kabari aku jika kau ingin segera meminang nya. Aku akan siap membantu mu!" ucap Daniel, mendorong beberapa berkas yang ada di dekat nya, menjadi lebih dekat dengan Arsandi.


"Akan aku ingat selalu perkataan mu ini Tuan!" seru Arsandi, beranjak dari duduk nya dengan membawa berkas yang di berikan Daniel.


Ceklek.


"Kita ini emang berjodoh ya! Di takdir kan untuk bersama, mekengkapi satu sama lain." goda Arsandi dengan kerlingan mata nya.


Mela mengerucut kan bibir. "Ternyata aku baru tau, pak Arsandi ini perayu ulang ya! Bisa bisa nya merayu ku! Atau jangan jangan... aku bukan lah wanita pertama yang di rayu bapak!" ucap Mela dengan nada gak suka.


Mela menyerobottt masuk ke dalam, membuat Arsandi kembali terperangah, gak nyangka dengan apa yang di lakukan mela pada nya.


"Aku bukan perayu ulung." gumam Arsandi pelan dengan wajah kecewa.


Arsandi berlalu meninggalkan ruang kerja Daniel, dengan pikiran yang melalang buana.


"Aku harus melakukan apa ya, biar Mela percaya pada ku. Jika aku serius dengan nya!" ucap Arsandi pada diri nya sendiri.


'Coba aja aku menyadari perasaan ku ini lebih awal. Mungkin bocah itu gak akan semarah ini pada ku! Gak akan sebenci ini pada ku. Gak akan sesulit ini aku mengejar nya cinta nya!' batin Arsandi dengan penuh sesal.


Bugh.

__ADS_1


"Awhhhh." pekik Ella, saat lengan nya gak sengaja di senggol Arsandi, membuat Ella hilang keseimbangan, dan di sanggah dengan cepat tubuh nya dengan Arsandi.


Untuk sesaat Ella hilang fokus, menatap indah sepasang mata bernetra coklat dan wajah Arsandi, saat ia menatap wajah Arsandi dari samping, karena punggung nya di sanggah dengan dada bidang Arsandi.


"Hallo Ella! Mau berapa lama lagi kamu seperti ini? Kamu cukup berat lo!" seru Arsandi, menyadar kan Ella dari lamunan nya.


"Maaf maaf saya gak sengaja." ucap Ella dengan wajah bersemu, menjauh dari tubuh Arsandi.


"Hem!" Arsandi langsung berlalu menuju ruang kerja nya


"Makasih pak!" seru Ella dengan suara nyaring senyum terukir, namun gak di gubris Arsandi.


Mela masuk ke dalam ruang kerja Daniel. Meletakkan berkas yang di minta Daniel ke atas meja.


"Berkas yang bapak minta sudah saya kerjakan, dan silahkan di baca. Jika ada yang kurang, nanti biar saya perbaiki lagi." ucap Mela.


"Terima kasih berkas nya." ucap Daniel.


"Sama sama pak, saya izin ke luar oak. Gak ada lagi yang harus saya kerjakan di sini!" seru Mela dengan sopan.


"Percaya lah pada Arsandi, dia itu pria yang baik dan bisa di andalkan." ucap Daniel, menjawab kerisauan hari Mela.


"Saya perlu waktu pak, apa lagi mengingat perlakuan pak Arsandi jika melihat ke gelakang." cicit Mela, gak mau gegabah untuk masalah hati lagi.


"Semua keputusan ada pada kamu. Gak ada salah nya jika kamu membuka hati sedikit untuk Arsandi, memulai hubungan dengan nya dari berteman, mungkin!" ide Daniel.


"Saya akan pikirkan apa yang bapak katakan. Terima kasih atas saran bapak." ucap Mela lalu ke luar dari ruang Daniel.


'Gak semudah itu pak! Emang saya cewek apaan. Udah di bilang gila, sintinggg, dengan mudah nya saya menerima laki laki itu? Huh, jangan harap!' batin Mela dengan tekaddd.


Bersambung...


...💖💖💖...


Like dan komen nya napa 🥺

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2