
...💖💖💖...
"Bakso tanpa bakso pak!" seru Daniel, yang berdiri di belakang sang istri.
"Hah? Apa nya yang di bilang beli bakso pak?" tanya kang bakso, menatap heran ke dua pelanggan baru nya itu.
"Entah lah, saya juga gak tau. Tapi yang pasti, istri saya ini penuh perjuangan untuk bisa sampai ke sini!" cicit Daniel, menatap Elis penuh cinta.
Kang bakso manggut manggut, dengan tangan nya yang bergerak memasukkan ini dan itu ke dalam 2 mangkuk, sesuai dengan keinginan pelanggan nya.
"Aku mau makan di sana!" Elis menunjuk sebuah mobil bak terbuka yang tengah terparkir di bahu jalan, depan gerobak bakso.
"Hah? Serius kamu sayang, mau makan di sana? Di dalam mobil itu gitu?" tanya Daniel, dengan pemikiran nya, melihat apa yang Elis tunjuk.
"Gak di dalam hubby, tapi di bak terbuka nya itu. Pasti kita udah kaya piknik bergerak, mau!" rengek Elis dengan manja.
"Astagaaa sayang, maksud kamu, kita makan bakso di atas mobil yang tengah melaju... gitu?" tanya Daniel, menekan saliva nya dengan sulit.
Elis mengagguk pasti, dengan tatapan berbinar. "Seruuuu hubby!" celetuk Elis dengan manja.
"Jangan aneh aneh sayang, mana mungkin kita makan bakso di atas mobil bak terbuka. Gimana kalo ada polisi tidur, kuah bakso pasti akan tumpahhh. Duduk di kursi aja ya! Kalo gak, kamu duduk di atas jok motor si biru. Kamu mau kan sayang?" bujuk Daniel.
"Aku gak mau, aku mau kita duduk di atas mobil bak." ucap Elis, menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada, memunggungi Daniel.
"Atuh neng, mau makan di mana... ini teh semangkuk bakso tanpa mie udah jadi!" ucap kang bakso, dengan tangan nya membawa semangguk bakso milik Elis.
"Mau duduk di sana pak!" Elis menunjuk mobil bak terbuka yang ada di depan gerobak bakso.
"Sebentar ya, biar bapak coba tanyakan dulu." ucap kang bakso, meletakkan kembali semangkuk bakso yang ia pegang di atas papan kayu gerobak nya.
"Gak perlu pak, biar saya aja yang tanyakan langsung." Daniel melangkah lebih dulu dengan langkah pasti, berjalan ke arah mobil bak.
"Permisi pak, bisa saya minta bantuan nya!" tanya Daniel, setelah berdiri di samping kemudi mobil bak.
"Bantuan apa ya bang? Mau sewa mobil bak ya bang? Duh gak bisa bang, mobil nya lagi mogok ini, saya aja lagi nunggu orang bengkel buat benerin ini." ucap si bapak, yang duduk di belakang kemudi.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalo lagi mogok. Nanti bapak saya kasih uang, asal izinkan saya dan istri saya untuk duduk sejenak di mobil bak bapak ini ya! Please pak." ucap Daniel, merogoh saku celana nya dan mengeluarkan uang dari dalam dompet.
"Maksud nya gimana ya? Cuma duduk doang gitu?" tanya si bapak, belum ngerti.
"Bapak nyalakan mesin mobil, dan saya serta istri saya duduk di belakang sambil makan bakso. Bisa kan pak? Tolong lah pak, istri saya lagi ngidam, ngidam nya aneh aneh pak!" jelas Daniel panjang kali lebar, dengan wajah memelas.
"Bilang dong dari tadi, sok lah atuh kalo kaya gitu!" si bapak dengan semangat, mengambil lembaran uang yang ada di tangan Daniel.
"Terima kasih ya pak!" ucap Daniel, lalu berjalan ke arah Elis dengan wajah berbinar.
Si bapak supir mobil bak, langsung turun dari kursi kemudi. Membuka pintu bak terbuka nya, menyiapkan kursi kecil di bawah nya, memudahkan Elis dan Daniel untuk naik ke atas.
"Sok lah, ayo atuh neng. Biar bapak bantu." ucap kang bakso, mengambil dua mangkuk bakso yang sudah ia buat tadi.
Elis dan Daniel duduk di atas mobil bak dengan mesin menyala, menikmati semangkuk bakso dan air mineral botol yang sudah di berikan kang bakso.
"Kenapa mobil nya gak jalan jalan?" protes Elis, melihat mobil bak yang ia tumpangi gak juga jalan.
"Mobil nya mogok sayang, gak apa ya! Kan yang penting makan bakso di atas mobil bak, mesin nya juga nyala, anggap aja mobil nya lagi bergerak." ujar Daniel, gak kehabisan akal.
"Sebel, kamu ini curang nama nya! Aku kan minta mobil nya bergerak!" protes Elis dengan rengekan nya, bibir mengerucut, tapi menikmati mie kuah bakso dengan telur di tangan nya.
"Tiap hari aja ketemu orang kaya gitu, hahaha, banyak duit gue!" ujar pak supir mobil bak, menoleh ke belakang, melihat penumpang dadakan nya yang tampak lagi berdebat.
"Udah dapet duit, dapet bakso juga, perut kenyang, dompet pun tebal ahahahha. Gue pulang, bini seneng ini mah! Ahahahha!" gelak pak supir mobil bak, menikmati semangkuk bakso yang di pesankan Daniel.
Kang bakso memperhatikan pelanggan nya dengan gekengan kepala. Lalu melirik motor sport yang di kendarai Daniel.
"Ini kaya nya motor mahal ini, ora dapet 10 juta ini mah. Mau gue jualan bakso keliling 5 tahun juga ora bakal ngumpul duit nya buat beli motor." gumam kang bakso.
"Orang kaya kali ya itu orang." tambah nya lagi, menatap Elis dan Daniel.
"Boleh saya lihat kartu identitas bapak?" tanya Daniel, usai dengan makan bakso nya. Berdiri di depan kang bakso.
"Buat apaan ya pak, kartu identitas?" tanya kang bakso, menggaruk kepala nya yang gak gatel, dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Jika sewaktu waktu istri saya ingin makan bakso bapak, saya bisa langsung ke rumah bapak." ngeles Daniel.
"Owwwwhhh ada juga kan yang di minta nomor hape, pak. Ini malah kartu identitas. Bikin bingung aja si bapak." gumam kang bakso, tangan nya mengeluarkan kartu identitas nya dari dompet lusuhhh nya.
Daniel mengambil foto kartu identitas kang bakso, mengetikkan pesan lalu mengirim nya ke kontak Arsandi.
[ 'Kirimkan motor sport ke alamat jl.aaaa." ] chat terkirim ke nomor Arsandi.
^^^"Siap di tunggu." balas Arsandi gak pake lama.^^^
"Terima kasih sekali lagi pak, sudah mau mengabulkan permintaan istri saya!" ucap Daniel dengan hati senang, melihat Elis tersenyum mengelusss perut nya yang masih rata.
Motor sport biru yang di kendarai Daniel kini melaju kembali di jalan raya, dengan suasana hati Elis yang senang, di dalam perjalanan Elis menikmati angin alami yang menyapa nya.
"Kita mau ke mana, hubby?" tanya Elis dengan setengah berteriak di balik helm, memeluk erat bak anak koala yang di gendong di belakang oleh induk nya.
"Kamu mau nya ke mana? Mau kembali ke rumah, kantor atau tempat paman Leo. Meeting seperti nya masih berlangsung." ujar Daniel setengah berteriak, berharap sang istri dapat mendengar suara nya.
Elis mulai gak nyambung di ajak bicara Daniel, dengan pemikiran nya dan imajinasi nya sendiri.
"Jam segini enak nya ke taman, menunggu langit senja, aku mau ke taman hubby!" pinta Elis dengan bersemangat.
"Hah? Aku gak memberikan kamu pilihan ke taman sayang, tapi yang aku sebutkan itu pulang, kantor atau ke tempat paman Leo!" Daniel menyebutkan kembali, tempat yang harus Elis pilih untuk menjadi tujuan mereka selanjut nya.
"Huaaaaaaa aku mau kita ke taman, hubby!" bukan kata lagi yang ke luar dari bibir Elis. Tapi raungan sekaligus gurutuan, Elis ngoceh dengan tangis nya yang pecah di balik helm.
Ciiiiiiit.
Bersambung...
...💖💖💖...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭
__ADS_1
Bersambung...
...💖💖💖...