Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
59. nanti


__ADS_3

...💖💖💖...


Ke dua nya mandi di dalam bathtub, dengan aroma therapi yang sangat menenangkan hati dan pikiran, bukan hanya setengah jam mereka menghabiskan waktu untuk bersih bersih di kamar mandi. Melainkan lebih dari setengah jam.


Jeger.


Hujan deras di sertai petir, melanda ibu kota.


"Yaaaah hujan, kita gak jadi pergi dong! Kamu juga gak jadi tinjau lokasi kan?" cecar Elis dengan bibir mengerucut.


Elis sibuk memperhatikan langit yang masih menurunkan hujan yang deras dengan bertemankan petir. Dengan dress pendek yang membalut tubuh nya.


Daniel menyunggingkan senyum nya. "Kau itu sangat mempesona, sayang! Kau ibarat kan pelangi yang muncul setelah hujan. Memberi warna yang sangaaat indah."


"Kau lihat apa?" Elis bertanya dengan polos nya pada Daniel.


"Lebih baik kita masuk dulu ke dalam, kita kan belum sarapan, lebih baik kita sarapan dulu ya!" Daniel mengulurkan tangan kanan nya, mengajak Elis untuk masuk ke dalam rumah.


Elis membalas uluran tangan Daniel, ke dua nya melangkah masuk ke dalam rumah megah itu saling bergandengan tangan.


"Apa ini masih bisa di sebut sarapan?" Elis mengadahkan kepala nya, menatap Daniel dengan alis yang ia mainkan.


"Jangan menggoda ku! Atau kau ingin aku menerkam mu lagi hem?" Daniel menjawil hidung Elis yang mancung.


"Aku gak menggoda mu sayang! Aku hanya bertanya, ini hampir jam sebelas siang loh! Mau masuk siang kan?" tanya Elis dengan bibir mengerucut.


Daniel menarik satu kursi ke belakang, membiarkan Elis duduk di kursi itu dengan tenang.


"Kau suka kan dengan hidangan nya?" tanya Daniel, yang mulai menyendokkan nasi dan lauk nya ke piring yang ada di hadapan nya.


Sementara Elis, sejak tadi hanya menatap aneka macam hidangan yang tersaji di atas meja makan. Tampak menggoda dan menggugah selera.

__ADS_1


"Sayang, bisa gak aku minta di buatkan masakan yang lain, aku ingin makan spaghetti balado buatan kamu, Daniel!" rengek Elis dengan wajah memelas.


"Uhuk uhuk uhuk!" Daniel tersendak makanan yang ia makan.


"Ini minum! Kalo makan tuh pelan pelan! Kaya anak kecil aja, makan sampe tersendak!" tangan kanan Elis terulur ke depan Daniel, dengan menggenggammm segelas air putih.


"Ini juga salah mu, sayang! Permintaan mu yang aneh, yang membuat ku tersendak!" gerutu Daniel, setelah menyudahi minum nya.


"Permintaan ku gak aneh Daniel! Aku hanya ingin makan spaghetti balado! Entah kenapa, makanan ini gak menarik nafsuuu makan ku!" Elis mengerucutkan bibir nya, menatap sedih pada hidangan yang ada di atas meja.


"Iya iya iya, tapi mana ada spaghetti rasa balado, sayang! Permintaan mu yang satu ini, yang terdengar aneh." protes Daniel, memilih beranjak dari duduk nya, dan pindah ke kursi yang ada di dekat Elis.


"Makan yang ada saja ya! Biar aku yang suapi!" bujuk Daniel yang mengarahkan sendok dengan nasi dan lauk ke depan mulut Elis.


Elis diam tidak bergeming di tempat duduk nya, tidak membuka mulut nya, namun bahu Elis tampak bergetar hebat dengan seiring isak tangis yang terdengar di telinga Daniel.


"Hiks hiks hiks kau jahat, aku kan gak mau makan, kenapa kau harus memaksa ku! Hiks hiks hiks aku mau makan spaghetti balado huaaaa!" Elis semakin meraung.


Daniel menggelengkan kepala nya, Daniel beranjak dan menempelkan kepala Elis pada dada nya, mengelusss rambut Elis dengan penuh kasih sayang.


Elis menyeka air mata nya dengan kasar, lalu mendongakkan kepala nya, menatap wajah Daniel yang tampak terlihat menahan kesal dengan senyum yang di paksakan.


"Kau marah pada ku?" bibir Elis mengerucut, menatap Daniel dengan menelisik tajam.


"Tidak, aku tidak marah sama kamu sayang! Aku ingin kau makan, biar sehat, biar saat kau mengandung, tubuh mu tetap sehat, iya... tetap sehat!" Daniel kehabisan kata kata bijak nya di depan Elis. Bingung dengan cara apa lagi, ia bisa membujuk Elis untuk mau makan.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Adi yang sudah berdiri di depan Daniel.


"Biarkan spaghetti balado, untuk istri saya ya!" pinta Daniel.


Koki Adi mengerutkan kening nya, keterkejutan sangat lah nampak di wajah koki Adi.

__ADS_1


"Spaghetti balado? Emmm baik lah, akan saya buatkan Tuan! Di mohon untuk menunggu sebentar!" Adi membungkuk hormat, meninggalkan meja makan, kembali ke dapur.


Elis berulah kembali, setelah spaghetti balado yang koki Adi hidangkan di atas meja, di hadapan Elis.


Sreet.


Elis menggeser seporsi spaghetti balado, yang tersaji di atas piring, menjauh dari hadapan nya.


"Huaaaa aku gak suka, itu bukan spaghetti balado yang aku mau! Aku mau kau yang masak!" rengek Elis dengan menujuk Daniel.


"Aku?" Daniel menunjuk diri nya sendiri, dengan tatapan yang tidak percaya.


Elis mengangguk cepat.


"Jangan lama!" rengek Elis, tatapan mata nya kembali berbinar, membuat Daniel tidak bisa menolak keinginan Elis.


Dengan modal nekat, Daniel membuatkan spaghetti balado yang ada dalam pikiran nya.


2 kali spaghetti balado yang ada dalam pikiran Daniel tersaji di atas meja, 2 kali pula di tolak Elis karena belum pas dengan apa yang ada dalam bayangan Elis.


"Ini sudah! Aku harap rasa nya kali ini bisa pas di lidah mu, sayang!" ucap Daniel dengan senyum pahit, ada rasa takut jika kali ini rasa nya tidak pas lagi dengan selera Elis.


Daniel menggaruk kepala nya dengan frustasi, menatap galau wajah Elis yang belum juga mau mengangkat garpu nya, untuk mencicipi spaghetti balado yang di inginkan Elis.


'Mimpi apa aku semalam, bisa di kerjain Elis, saking aja aku sangat mencintai mu, sayang! Jika tidak, sudah habis kau... aku telan!' batin Daniel dengan tangan mengepal.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2