Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Hanya terkejut


__ADS_3

...💖💖💖...


"Di kasih hati, minta jantung! Oke! Gaji mu 20% untuk ku!" ucap Zee dengan tatapan mengejek.


"Kau tidak pantas mengancam ku Nona!" ejek Ella gak mau kalah.


Ke dua nya memasuki mobil, meninggalkan rumah besar yang baru saja berada di bawah kuasa Wiliam.


"Aku boleh bertanya pada mu Nona! Apa yang kau bicarakan dengan Tuan Wiliam? Jujur aja nih ya, aku gak nyaman lo... saat aku gak sengaja melihat Tuan Wiliam yang menatap mu. Kaya hewan kelaparan gitu!" ujar Ella, menyuarakan isi hati nya pada Zee, dengan asal ceplos.


"Omongan yang gak bermutu. Gak usah di bahas lah. Ngomong ngomong, apa rencana mu untuk Daniel dan Elis. Kau sudah pikirkan, bagaimana cara nya bisa berbaur dengan para maid yang ada di rumah besar mereka." tanya Zee ingin tau.


"Entah lah, aku gak suka dengan cara kerja Tuan Wiliam." ujar Ella.


'Bagai mana kalo aku ajak Nona Zee untuk balik menyerang Tuan Wiliam, yah kalo kata bahasa alus nya mah nusukkk dari belakang gitu! Hihihi! Hitung hitung aku menambah dukungan untuk Tuan Daniel, untuk menjatuhkan Tuan Wiliam.' pikir Ella dalam benak nya.


Sesekali Ella melirik ke arah dokter Zee yang tengah mengemudi, dengan serius ia fokus pada jalan yang tengah mereka lalui.


"Ada apa? Katakan saja kalo kamu punya masalah! Siapa tau aku bisa bantu.... yah setidak nya menjadi pendengar yang baik untuk mu!" ujar dokter Zee, menoleh sesaat ke arah Ella, lalu fojus kembali pada jalan.


"Apa kau yakin, setuju untuk membatu Tuan Wiliam menghancurkan Nona Elis dan Tuan Daniel, Nona?" tanya Ella dengan tatapan menyelidik.


'Aku gak mungkin mengatakan pada bocah ini, jika aku berniat untuk meninggalkan kehidupan yang sudah di berikan Wiliam. Kehidupan bak neraka untuk ku! Tanpa ada nya kebebasan. Memang aku tahanan apa! Selama Daniel bisa menjamin keselamatan orang tua dan adik ku, apa pun akan aku lakukan.' batin Zee.


Tik tik tik.


Ella menjentikkan jari nya di depan wajah Zee.


"Wah benar benar kebangetan nih Nona dokter. Udah tau lagi mengemudi, bisa bisa nya ngelamun." gerutu Ella dengan geleng geleng kepala, menatap Zee dengan takjub.


"Ahahaha, siapa juga yang melamun. Aku hanya sedikit berfikir." ucap dokter Zee dengan tergelak.


'Malu juga aku, di depan bocah ini, bisa bisa nya melamun... udah tau aku lagi bawa mobil hihihi!' batin dokter Zee, gak abis pikir dengan perbuatan nya sendiri.


"Ajari aku dong, Nona! Mengemudi ala ala skill dewa hehehe!" goda Ella, dengan menyandarkan punggung nya pada sandaran mobil.


"Apa? Skill dewa kau bilang?" tanya dokter Zee, memastikan apa yang di katakan Ella pada nya.


Ella menganggukkan kepala nya, membenarkan apa yang di katakan dokter Zee.

__ADS_1


"Belajar aja sana lewat mbah gugel. Apa pun yang kau tanyakan dan kau butuhkan, pasti ada jawaban nya di sana!" ucap dokter Zee, memberikan saran terbaik nya.


"Sejak tadi kau bicara terus, jadi aku harus mengantar mu ke mana, El?" tanya dokter Zee, belum tau tujuan Ella, alias rumah nya.


"Di jalan abadi Nona, blok kembang." jawab Ella.


Dokter Zee mengerutkan kening nya. Mendengar alamat rumah Ella.


"Apa kau serius dengan alamat itu? Kau sedang tidak mengerjai ku kan, El?" tanya dokter Zee, sebelum mengiyakan nya.


"Hallo Nona dokter Zee yang dokter kandungan, mana mungkin aku bohong... itu benar alamat rumah ku. Apa perlu aku perlihatkan kartu identitas ku? Atau kau cari aja di mbah gugel, semua informasi yang kau butuh kan, semua yang kau tanyakan... Mbah gugel pasti akan menjawab nya." ucap Ella, mengembalikan kata kata yang sebelum nya di ucapkan dokter Zee.


Dokter Zee mengerucut kan bibir nya, memutar bola mata nya malas saat menoleh ke arah Ella dan brradu pandang.


'Sialannn nih bocah, kata kata gue buat ngejek dia... malah di balikin buat gue!' gerutu dokter Zee meski hanya dalam hati.


'Ahahaha mampusss kau dokter Zee, pake ngatain aku sih... emang enak kata kata mu aku kembalikan ahaha.' batin Ella puas mentertawakan dokter Zee.


"Sialannn kau, baru kenal sudah berani mengejek ku!" umpat dokter Zee, melihat Ella yang kini menahan tawa nya.


"Oke, akan aku antar kau sampai tempat tujuan." ucap dokter Zee, membuka GPS dan mencari tau di mana letak alamat Ella.


"Morning sayang ku! Pasti semalam kau mimpikan aku." goda Daniel, dengan menatap wajah bantal Elis, yang baru aja membuka ke dua mata nya.


Elis yang baru bangun dari tidur nya pun merasa terusik dengan Daniel, supir nya yang selalu mengintili nya kini ada di depan nya, apa lagi di saat ia baru juga membuka ke dua mata nya.


Dengan reflek, Elis mendorong Daniel dengan ke dua tangan nya dengan sekuat tenang.


"Hiaaaat berani nya kau masuk ke dalam kamar ku! Dan tidur di kasur ku! Dasar supir kurang ajarrr!" umpat Elis dengan ke duantangn terulur di dada Daniel dan mendorong Daniel sekuat tenaga.


Sreeeeet.


Daniel yang gak siap di seranggg Elis pun hanya bisa pasrah. Saat tubuh atletis nya, seakan terhempas dengan tiupan angin tornada yang berasal dari dorongan ke dua tangan Elis.


Bruk.


"Aaaaaaahhh aw! Punggung ku, sakiiiiit!" teriak Daniel, setelah tubuh nya mendarat di lantai dekat tempat tidur nya.


"Sukurin lo! Itu pembalasan yang setimpal buat supir gak sopan seperti mu, dasar Daniel!" umpat Elis, dengan senyum penuh kemenangan, melihat tubuh Daniel yang terkapar di lantai.

__ADS_1


"Siapa bilang aku ini hanya sebatas supir mu Elis! Apa kau lupa, jika kita sudah menikah hah! Bahkan kau tengah mengandung benih ku! Benih yang dengan subur aku cocok tanam dalam rahim mu, dan sekarang membuahkan hasil nya!" ujar Daniel panjang kali lebar, sambil tangan nya mengelusss pinggul nya yang seakan nyeri.


"Apa kau bilang? Kita sudah menikah? Aku tengah mengandung benih mu?" Elis mengulang kembali perkataan Daniel, dan sejenak ia berfikir keras.


'Eh dasar bodohhh, kenapa aku bisa melupakan hal yang sangat penting. Aku ini kan benar sudah menikah dengan Daniel secara kontrak.' batin Elis dengan ingatan yang sudah full terkumpul dalam otak nya.


"Apa kau sudah bisa mengingat nya, sayang?" tanya Daniel, menatap Elis dengan penuh selidik sambil berusaha beranjak dari posisi yang terkapar di lantai.


Pluk.


Elis menepuk kening nya sendiri dengan telapak tangan nya.


"Dasar bodohhh, apa yang aku lakukan! Maaf sayang, aku lupa, aku benar benar terkejut melihat mu ada di hadapan ku saat bangun tidur tadi!" ucap Elis dengan manja, dengan wajah sendu.


Grap.


Elis melingkarkan ke dua tangan nya di pinggang Daniel, setelah Daniel berdiri di hadapan dengan satu tangan mengelusss pinggul nya.


"Maaf kan aku sayang! Aku hilaf, aku kan hanya terkejut! Jangan marah pada ku huaaaaaa!" rengek Elis dengan manja, yang lalu nangis dengan meraung raung bak anak kecil yang habis di marahi mama nya habis habisan.


"Tanpa kamu meminta maaf pun, aku pasti sudah memaafkan mu sayang! Sekarang jangan menangis ya! Nanti cantik nya pudar lo kalo nangis." Daniel mengelusss punggung Elis dengan kasih sayang, meyakinkan sang istri jika ia sudah tidak lagi marah.


"Pinggul mu pasti sakit! Maaf sayang hiks hiks!" ucap Elis, mengadahkan wajah nya menatap wajah Daniel yang tampak tenang dan menyejukkan hati.


Cup.


"Aku mencintai mu sayang, mana mungkin aku marah! Sudah ya, jangan nangis lagi! Mending kita mandi yuk! Habis itu kita sarapan!" bujuk Daniel yang di balas anggukkan kepala oleh Elis.


Hap.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2