
...💖💖💖...
Sejenak Arsandi berfikir.
"Uang itu ia kirim ke pria yang bahkan mengaku tengah mengurus mu di rumah sakit. Kau yang ia pikir baik." terang Daniel dengan kening mengkerut, melihat Arsandi yang benar benar kini terpengaruh dengan ucapan nya.
Mobil yang di kemudian Arsandi melaju dengan kecepatan sedang, dan tanpa terasa kini ke dua nya memasuki salah satu gerbang yang menjulang tinggi dengan warna hitam.
Saking gak sabar nya Daniel, ia langsung turun dari mobil tanpa menunggu Arsandi membuka kan pintu mobil untuk nya.
"Selamat datang, Tuan!" seru salah seorang pria berbadan besar yang berjaga di depan pintu.
Daniel berjalan begitu saja, dengan Arsandi yang mengekor di belakang nya.
"Akhir nya datang juga bos! Mau langsung atau mau di cek dulu kondisi nya?" tanya Kevin, begitu Daniel sudah berada di hadapan nya.
"Aku ingin melihat nya lebih dulu!" seru Daniel.
Dengan sigap, Kevin langsung membuka pintu yang tertutup rapat. Membiarkan Daniel untuk melihat apa yang ada di dalam nya, dengan di ikuti Kevin dan juga Arsandi.
Tampak Wiliam dengan pakaian lengkap tengah berada di atas tempat tidur. Luka yang semula ada, kini sudah tampak mengering dan luka tusukan nya pun sudah di perban, setelah sebelum nya mendapatkan perawatan.
Daniel melihat segelas air yang terdapat di atas nakas dekat tempat tidur.
"Enak sekali dia tidur! Sudah waktu nya untuk mu bekerja, hey!" ejek Daniel dengan mengguyur segelas air ke wajah Wiliam dengan perlahan.
Syuuuuuurrrrrr.
Dengan gelagapan, Wiliam akhir nya bangun dari tidur nyenyak nya. Setelah beberapa hari tersiksaaa di dalam ruang yang gelap serta pengap, jauh dari kata layak huni.
"Kau Daniel! Kau lah dalang di balik semua ini!" seru Wiliam dengan deru nafas yang memburu.
"Kenapa jika aku hem? Mau mengadu pada khalayak ramai? Atau mau mengadu pada Elis? Jangan pernah bermimpi Wiliam!" sungut Daniel dengan menatap Wiliam sinis.
"Bedebahhh kau Daniel! Ku habisiii kau!" seru Wiliam yang melihat nyalang Daniel, dan langsung ingin menyerang nya.
__ADS_1
Brug.
"Akkhhh!" pekik Wiliam yang langsung tersungkur di atas dingin nya lantai, setelah sebelum nya ia berusaha menyerang Daniel, tapi sayang nya Daniel menghindar dari serangan nya.
"Kalian lihat itu, ada pria payah yang berusaha menyerang ku! Gak sadar, dia sedang berhadapan dengan siapa!" ejek Daniel.
"Kurang ajarrr kau Daniel! Aku akan membalas semua perbuatan mu, Daniel!" umpat Wiliam dengan tangan mengepal, memukulll lantai.
"Tunggu apa lagi, cepat berikan obat nya!" seru Daniel menatap tajam Kevin.
Kevin mengangguk, berjalan ke arah lemari yang ada di luar ruangan.
"Apa yang akan kalian lakukan pada ku?" tanya Wiliam dengan menatap nyalang Daniel dan kevin bergantian.
"Lepas, apa yang kalian lakukan! Lepaskan aku!" Wiliam memberontak dengan ke dua tangan yang di pegangi Arsandi, sementara Kevin langsung menyuntikkan obat yang sudah di siapkan sebelum nya.
"Eehhhh bedebahhh kalian! Apa yang kalian berikan pada ku!" tanya Wiliam dengan mengeranggg.
"Tentu saja membuat mu melayang, ahahah terjun bebas dalam nafsuuu bejattt mu, Wiliam!" ejek Kevin, setelah berhasil menyuntikkan obat pada lengan Wiliam.
"Panas!" Wiliam terkapar di atas lantai dengan tangan memeluk tubuh nya sendiri.
"Kurang ajarrr kau, Daniel! Apa yang kau berikan pada ku? Ini sangat menyiksaaa!" omel Wiliam merasakan tubuh nya seakan menggigil, membutuh kan pelepasannn.
Daniel, Arsandi dan Kevin meninggalkan Wiliam di dalam kamar seorang diri. Dan gak lama setelah ke tiga nya ke luar, dua orang Daniel yang berbadan besar, kembali membuka pintu di mana Wiliam berada.
Brugh.
Stefani yang setengah sadar dengan pengaruh minuman memabukkan di dorong masuk ke dalam kamar itu.
"Akkkhhh kalian kurang ajar, berani nya kalian bersikap gak sopan pada ku!" omel Stefani berusaha berdiri namun pada akhir nya ia berjalan dengan sempoyongan.
"Stefani! Tolong aku! Aku membutuhkan bantuan mu!" seru Wiliam melihat ke arah Stefani dengan tatapan memohon, namun dari lubuk hati nya ia merutuki apa yang di lakukan Daniel pada nya.
"Hei Tuan, aku seperti nya mengenal suara mu!" seru Stefani sesekali mengingat di mana ia pernah bertemu dengan nya.
__ADS_1
Wiliam berusaha bangkit, obat yang di berikan Kevin mulai bereaksi. Diri nya seakan sulit untuk mengendalikan diri nya.
Brugh.
Wiliam langsung mendorong tubuh Stefani dengan kencang, hingga wanita itu jatuh di atas tempat tidur.
"Akkhhh lepasss, apa yang kau lakukan pada ku, Tuan! Menjauh lah dari ku, aku tidak ingin kau sentuh!" omel Stefani, berusaha melepasakan diri dari kungkungan pria yang kini menguasai tubuh nya.
"Aku harus memiliki mu sayang! Harus!" gumam Wiliam dengan tatapan penuh nafsuuu.
"Akkkkhhh lepasss, kau benar benar keterlaluan Tuan! Menyingkirkan dari tubuh ku!" dengan sekuat tenaga Stefani berusaha melawan Wiliam.
Melihat Stefani yang terus memberontakkk, Wiliam pun gak segan menampar pipi wanita itu. Wiliam memperlakukan Stefani layak nya budak seeeksss tanpa ada kelembutan.
Plak.
"Akkhhh kau gila Wiliam, menyingkir dari tubuh ku!" pekik Stefani yang kini mengingat siapa pria yang mencoba menjamahhh nya bahkan dengan sangat kasar.
"Aku tidak mau, aku harus melakukan nya, hanya kau yang bisa mengobati ku!" ujar Wiliam yang mulai menusukkan senjata nya pada inti Stefani.
"Akkkhhh Wiliam kurang ajarrr kau!"
Hingga 3 jam lama nya pergulatan panasss itu berlangsung, tanpa ke dua nya sadari. Beberapa sudut ruang ternyata sudah di pasang beberapa alat perekam.
Beberapa menit kemudian, Stefani sudah di tarik dari kamar itu. Kini hanya menyisakan Wiliam.
"Bagaimana Tuan Wiliam Smit, apa kau suka dengan hadiah dari ku?" ejek Daniel.
"Kau keterlaluan Daniel!" seru Wiliam, berusaha bangkit dengan nafas memburu.
Bugh bagh tak bugh.
Bersambung...
...💖💖💖...
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...