
...💖💖💖...
"Maaf Tuan, aku tidak bisa bekerja sama dengan wanita angkuh seperti dia!" ujar Ella, dengan melirik dokter Zee dengan ekor mata nya.
"Kau pikir, aku mau bekerja sama dengan mu! Wanita aneh!" umpat dokter Zee, dengan ke dua tangan menyilang di depan dada nya.
Brak.
Wiliam menggebrak meja, setelah beranjak dari duduk nya dengan ke dua telapak tangan nya, menatap tajam ke dua wanita yang ada di hadapan nya.
Hilang sudah batas kesabaran Wiliam, menghadapi ke dua wanita yang ia pikir bisa di andalkan nya untuk membalas Daniel, dan merebut Elis kembali ke pelukan nya.
Dokter Zee dan Ella berjingkat kaget. Menatap pria yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyeramkan.
"Astagaaa Tuan, bisa gak sih gak usah pake acara gebrak meja! Gimana kalo saya jantungan! Apa yang bisa saya lakukan jika sampai saya kenapa kenapa! Apa Tuan gak sayang dengan nyawa orang hem!" umpat Ella sedikit berani mengatakan nya pada Wiliam.
Dokter Zee menggelengkan kepala nya, mendengar apa yang di katakan wanita yang ada di samping nya.
'Astagaaa bocah ini, berani sekali melawan Wiliam. Apa dia gak takut apa akibat nya jika berani melawan Wiliam?' batin dokter Zee.
"Aku bertanya pada kalian berdua! Kalian berdua di sini bekerja untuk siapa heh!" bentak Wiliam dengan suara menggelegar.
"Untuk mu!" jawab dokter Zee tanpa keraguan.
'Maaf Wiliam, aku harus berbohong... aku lelah menjadi tawanan mu! Aku juga ingin seperti yang lain nya, memiliki kebebasan tersendiri! Memilih jalan hidup ku sendiri, tanpa harus hidup dalam bayang ancaman mu!' batin dokter Zee.
Ella menoleh, melihat tanpa keraguan di wajah dokter Zee.
"Aku juga lah, aku bekerja buat Tuan Wiliam!" cicit Ella pada akhir nya.
'Ogah amat gue kerja sama dengan orang yang gak punya hati kaya lo! Suka mempermainkan perasaan wanita, cuwiiihhh gak sudi gue.' batin Ella.
Wiliam mendudukan diri nya kembali, tersenyum puas dengan apa yang ia dengar.
"Bagus jika kalian masih sama dengan pendirian kalian berdua. Berita apa yang kau bawa untuk ku, Zee!" tanya Wiliam, menatap tajam dokter Zee.
"Elis tengah mengandung buah cinta nya dengan Daniel, Tuan." ujar dokter Zee.
__ADS_1
Wiliam membola, ke dua tangan nya mengepalll, tubuh nya pun condong ke arah dokter Zee.
"Kau yakin dengan perkataan mu, dokter Zee? Kau sedang tidak bercanda kan dengan ku?" tanya Wiliam dengan penuh penekanan.
'Bagaimana bisa Elis mengandung benih Daniel? Aku yakin, mereka tidak saling cinta, Daniel pasti memaksa Elis. Kurang ajarrr kau Daniel, berani nya menyentuh wanita ku!' umpat Wiliam, hati nya seakan kecewa mendengar Elis mengandung bukan benih nya.
"Apa yang salah jika Nona Elis mengandung, Tuan? Kan mereka berdua itu suami istri, pasti lah mereka melakukan kontak fisik, maksud ku hubungan badan gitu!" cicit Ella, bak kompor meleduk, menyundutkan api di minyak tanah.
Dokter Zee dan Wiliam sama sama memandang ke arah Ella, dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kali ini aku sejalan dengan bocah ini, Wiliam maksud ku Tuan Wiliam. Apa ada yang salah? Aku rasa wajar jika Elis mengandung benih Daniel. Mereka kan sudah menikah, hubungan mereka juga sah di mata agama dan hukum." terang dokter Zee, menyentil status Elis dengan Daniel.
Wiliam memutar otak nya sejenak. 'Sialllan Zee, berani nya dia mengatakan hubungan Elis dan Daniel di depan ku! Apa dia lupa, nyawa orang tua dan adik nya ada di tangan ku!'
"Apa kalian yakin, benih itu milik Daniel? Apa kalian tidak berfikiran sama dengan ku?" tanya Wiliam, yang kini menyandar kan punggung nya pada sandaran kursi kebesaran nya, dengan senyum licik nya.
"Aku yakin, aku mengenal siapa itu Elis. Dia wanita baik baik, tidak seperti mu Wiliam. Pria yang dengan mudah nya, membuang kecebong mu ke setiap milik wanita yang kau jamah." ucap dokter Zee dengan ketus, tatapan nya seolah tengah menghakimi Wiliam.
Darah Wiliam semakin mendidihhh, mendengar apa yang di katakan dokter Zee, nafas nya seakan memburu, menatap Zee dengan tataoan yang ingin menguliti.
"Kenapa? Kau mau marah? Kau mau mengelak? Kau tidak bisa lagi menghindar Tuan Wiliam yang terhormat! Itu adalah kenyataan nya, kenyataan jika kau bukan pria baik baik! Kau bahkan tidak pantas mendapatkan cinta dari Elis!" ucap dokter Zee dengan lantang.
Entah keberanian dari mana, bisa membuat nya mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Wiliam.
"Zee!" seru Wiliam dengan mata melotot, nampak kemerahan, menunjuk kan seberapa besar pria itu sedang menahan amarah nya.
Ella menelan saliva nya dengan sulit, mendapati kemarahan pria yang baru beberapa hari ini menjadi bos nya.
'Ah sialll, harus nya aku lebih bisa menahan emosi ku. Aku harus bisa bermain cantik. Kalo begini cara nya, sama saja aku menggagalkan rencana Daniel untuk membantu ku terbebas dari pria kejam ini!' batin dokter Zee.
Zee memasang wajah sendu, dengan ke dua mata yang mengembun.
"Maaf Wiliam, aku hanya lepas kendali. Kau tau bukan dulu seperti apa hubungan ku dengan Elis. Dan sekarang setelah lama aku menghilang, ternyata ia hidup bahagia dengan keluarga kecil nya. Melupakan aku yang sudah banyak berkorban untuk nya." cicit dokter Zee.
Wiliam beranjak dari duduk nya, menarik kepala wanita itu hingga menyandar pada tubuh nya.
"Rupa nya kau iri dengan kebahagiaan yang di dapat Elis, Zee? Aku bisa membantu mu mengurangi rasa sakit hati mu, rasa terabaikan yang di berikan Elis pada mu!" Wiliam menyeringai, mengelusss puncak kepala dokter Zee.
__ADS_1
Dokter Zee mengadahkan wajah nya, menatap wajah tegas nan culas Wiliam.
'Sialannn Wiliam, berani nya mencuri kesempatan, berani lo pegang pegang gue! Ada juga gue yang bakal bales setiap perbuatan lo ke gue! Selama ini... lo yang udah mencuri kebebasan gue! Merenggut kebebasan gue akan bertemu dengan siapa pun!' umpat batin Zee, menarik sudut bibir nya dengan terpaksa, seakan setuju dengan apa yang di katakan Wiliam pada nya.
"Kalian ini lagi drama apa gimana sih? Jadi gak kita buat rencana untuk menghancurkan Nona Elis dan Tuan Daniel? Kalian berdua seakan larut dengan masalah kalian berdua!" Ella bersuara.
Dengan memutar bola mata nya malas, Ella terpaksa melihat tontonan sepasang manusia yang tampak ngak jelas hubungan ke dua nya di mata Ella.
Wiliam menarik diri nya dari dokter Zee.
"Berapa usia kandungan Elis? Apa kita bisa membuat Elis kehilangan kandungan nya! Aku ingin melihat Daniel kehilangan calon baby nya." tanya Wiliam pada dokter Zee.
"Satu bulan, masih sangat rentan. Apa lagi melihat Elis yang tampak cerobah, tadi saja ia hampir membahayakan janin nya. Aku rasa sangat mudah, untuk membuat nya kehilangan janin itu!" terang dokter Zee.
"Bagus, kalo begitu... tugas mu Zee, sebisa mungkin buat Elis kehilangan janin yang tengah di kandung nya." ujarr Wiliam, menatap serius dokter Zee.
"Dan kau Ella. Secepatkan lakukan tugas mu, menyusuppp di antara para maid, hasut Elis dengan hal buruk mengenai Daniel, buat Elis tidak lagi mempercayai Daniel." titah Wiliam, melihat ke arah Ella.
Ella mengepalll kan tangan nya, gak nyangka jika Wiliam bisa berencana sejauh itu.
'Dasar kalian berdua manusia gak punya hati, berani nya mau melenyapkan nyawa yang bahkan gak berdosa sama kalian.'
"Ella!" seru Wiliam dengan suara tegas.
"Saya Tuan!" jawab Ella.
"Apa yang sedang kau fikirkan? Kau melamun! Aku sedang bicara pada mu!" omel Wiliam.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1