Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Ada cinta


__ADS_3

...💖💖💖...


Sreek.


Elis menyingkirkan tangan Cici yang sedari tadi menggenggammm tangan Daniel.


Debuk.


"Akaaaang!" pekik Cici.


Cici jatuh terjerembab di atas tanah dengan rumput hijau yang subur. Namun tangan kanannya merasakan hangat dan sesuatu yang lembek tidak bertulang menempel pada telapak tangannya.


Cici meraung raung dengan ke dua kaki menendang angin, seperti anak kecil yang menangis saat mainan kesukaannya hilang.


"Lihat tangan Cici, akaaaang! Ini semua karena gadis kota itu! Huaaa!" Cici memperlihatkan tangan kanannya pada Daniel, sementara tangan kirinya menunjuk ke arah Elis.


"Phuffff makanya kalo jalan tuh hati hati, siapa suruh gak lihat jalan!" Elis menahan tawanya melihat tingkah Cici yang seperti anak kecil.


"Elis, apa yang kau lakukan! Kaga sikap mu Elis!" Daniel membentak Elis, membuat Elis berjingkat jaget.


Ke dua mata Elis mengembun, dengan suara yang bergetar di campur marah serta kecewa Elis balik membentak Daniel.


"Kau berani membentak ku hanya karena gadis desa ini! Iya begitu!"


"Bukan begitu Elis! Tidak seharusnya kau berbuat seperti itu pada Cici! Apa salah Cici pada mu, sampai kau melepaskan tangannya dari tangan ku? Mungkin saja kan dia tidak akan terjatuh!" ujar Daniel, berusaha memberikan pengertian pada Elis dengan suara merendah.


"Kau tidak punya perasaan!" Elis berlari meninggalkan Daniel dengan kemarahan, bulir bening menerobos deras dari pelupuk matanya.


"Elis, tunggu! Kau mau ke mana! Kau tidak tau jalan di desa ini, Elis!" Daniel berlari mengejar Elis.


"Akaaaang! Kenapa malah ninggalin Cici!" teriak Cici dengan frustasi, melihat orang yang di harapkannya ternyata hanya menoleh sesaat padanya, lalu berlalu menyusul Elis. Wanita lain yang sudah jelas statusnya adalah istri Daniel sendiri.


Tanpa tau arah dan hanya mengikuti ke mana langkah kaki bergerak, Elis terus berlari di bawah gelapnya malam dengan penerang lampu jalan dan terang bulan.


"Daniel bodohhh, berani sekali dia membentak ku! Apa dia gak tau aku kesal! Aku kesal, gak denger apa pria bau tanah itu mengatakan... jika Daniel punya bini dua! Kan tidak, istri Daniel cuma aku! Satu istri Daniel! Tapi tunggu..." Elis menghentikan langkah kakinya, dengan nafas yang ngos ngosan.

__ADS_1


Elis mengerutkan keningnya, merasakan kakinya pegal setelah jauh berlari. "Dasar bodohhh! Apa yang aku lakukan, aku dan Daniel hanya menikah kontrak. Sekarang aku di mana lagi nih!" Elis memyeka air matanya dengan kasar, bibirnya mengerucut.


Elis mengedarkan pandangannya, semuanya tampak gelap dengan penerangan yang minim, jika di siang hari tampak indah, berbeda dengan malam, sejauh Elis memandang tampak gelap. Dengan bunyi hewan malam, jakrik dan tokek yang saling bersahut sahutan.


'Tokek, tokek, tokek.'


'Krik, krik, krik.'


Wusssss.


Angin malam berhembus, menyapa rambut panjang Elis yang tergerai bebas.


"Daniel! Kau di mana!" teriak Elis, dengan menggosokkan lengannya dengan tangannya yang terasa dingin dengan hembusan angin yang menyapa kulit mulusnya.


"Daniel! Aku takut hiks!" suara Elis mulai bergetar lagi, ke dua lututnya seakan tidak lagi bertulang, Elis berjongkok.


"Daniel! Aku takut! Papa, Elis mau pulang! Huaaaaa!" Elis menangis terisak dengan memeluk ke dua lututnya dengan tangannya, lalu menyembunyikan wajahnya di ke dua lututnya.


Daniel yang berada tidak jauh dari Elis berada, hanya bisa menyunggingkan senyum.


"Dasar gadis manja, cepat sekali berubahnya. Tadi marah, sesaat langsung biasa saja, seperti tidak terjadi apa apa. Dan sekarang menangis lagi. Kau itu cemburu pada Cici, tapi kau sendiri belum menyadari jika sudah ada cinta di hati mu untuk ku."


Pluk.


Tangan besar menengger di bahu kanan Elis.


"Waaaaaa, ampun mbah, pak, bu, kakak, demit, tuyul, kunti, siapa pun itu, ampun... Elis janji ngak akan usil lagi, Elis salah, maaf udah buat Cici jatuh, maaf mbah. Pergi mah, pergi!" ujar Elis panjang lebar dengan gelengan kepalanya.


Bukannya menyingkir, tangan besar itu kini malah mencengram bahu Elis dengan lembut.


"Ampun mbah ampun! Pergi demit, pergi! Siapa pun tolong aku! Elis takut!" lirih Elis.


"Mau berapa lama lagi kau seperti ini, Elis? Apa kaki mu tidak sakit seperti itu terus?" tanya Daniel dengan lembut.


Grap.

__ADS_1


Elis langsung beranjak dari posisinya, melingkar ke dua tangannya di leher Daniel dengan erat, dengan wajah yang Elis benamkan di dada bidang Daniel.


"Aku takut, jangan tinggalkan aku!" ucap Elis dengan lirih dan terisak.


Tangan kanan Daniel mengelusss kepala Elis dengan penuh kasih sayang, sedangkan tangan kirinya mengerat pada pinggang Elis.


"Bukan aku yang meninggalkan mu, tapi kau yang berlari dari ku, dan bahkan sekarang aku meninggalkan Cici. Entah bagaimana nasib anak itu sekarang!" terang Daniel.


Elis yang mendengarnya langsung mendongakkan kepalanya, menatap wajah Daniel.


"Aku serius, kita kembali ya ke tempat tadi. Dan maaf karena aku tadi membentak mu!" Daniel menghapus jejak air mata Elis yang tersisa di ke dua pipi chabi Elis.


Hap.


Daniel membawa Elis ke dalam gendongannya, membawanya melangkah, menyusuri jalan gelap.


"Apa kau tidak takut?" tanya Elis dengan ke dua tangan melingkar di leher Daniel.


"Takut apa? Apa kau mencium sesuatu?" Daniel mengendus hidungnya yang mencium aroma tidak sedap.


"A- aku emmm saking takutnya aku, aku buang air kecil di celana." ucap Elis dengan menunjuk wajah polosnya.


"Dasar kau ini! Aku mencintai mu!" ucap Daniel dengan tatapan penuh cinta, di bawah langit gelap, dengan saksi terang bulan.


"Aku emmmpphh..."


Elis tidak lagi berkata, saat bibir Daniel menyambar dan membungkam bibir mungil Elis dengan bibirnya. Daniel tidak memberikan kesempatan untuk Elis sedikit pun, lidah Daniel menerobos paksa menyusup ke dalam mulut Elis. Bermain main di dalam rongga mulut Elis, mengabsen setiap deretan gigi Elis.


Acara ke pasar malam yang ada kemidinya pun gagal. Cici sudah di antar pulang oleh warga sekitar yang mengenalnya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2