
...💖💖💖...
"Kau jangan hanya melihat ku, ayo ikut makan!" Elis mengarahkan cordog ke depan mulut Daniel dengan saus mayones.
"Enak juga." ucap Daniel setelah mencicipi cordog buatan nya.
Daniel dan Elis, bersama sama menikmati cordog itu berdua, dengan obrolan renyah ke dua nya.
...-----...
Tok tok tok.
Matahari pagi sudah menyinsing, menyinari alam semesta dengan sinar nya yang cerah. Seakan mampu membius siapa saja yang masih terlelap untuk segera beranjak dari tidur nya.
Tentu saja hal itu berlaku untuk yang pekerja keras. Tapi untuk si Nona manja, jangan harap bisa bangun pagi.
"Sayang, ayo bangun... ini sudah pagi. Apa kamu gak ngantor hari ini?" Daniel masih berusaha membangunkan Elis.
Wanita manja, yang berstatus kan istri dari seorang Daniel. Masih bersembunyi di bawah selimut tebal yang mampu membuat nya merasa nyaman di dalam sana.
"Emmm nanti aja, aku datang agak siang, aku masih ngantuk Daniel!" rengek Elis dengan suara nya yang manja, membalikkan tubuh nya ke arah lain nya, saat tangan besar Daniel hendak mengguncang tubuh nya.
"Ayo dong sayang, gak enak lo... masa anak bos besar datang ke kantor siang, apa kata karyawan mu nanti? Ayo bangun, kau harus memberikan contoh yang baik pada karyawan mu!" bujuk Daniel panjang kali lebar, dengan tangan nya terulur mengelusss pipi Elis yang lembut.
Grap.
__ADS_1
Elis menarik tangan Daniel ke dalam dekap nya. "Temani aku tidur! Aku masih ngantuk! Beri aku waktu sebentaaar aja untuk tidur lagi! 3 sampai 4 ya!" pinta Elis dengan wajah memelas, bibir mengerucut tajam.
Daniel mengerutkan kening nya, menatap gemas wajah Elis yang tampak seperti anak tidak berdosa dengan ke dua mata terpejam.
Mana mungkin aku bisa menolak keinginan nya, apa lagi dengan ekspresi nya yang menggemaskan seperti ini, lagi pula hanya 3 sampai 4 menit, sedikit sekali minta di beri tambahan waktu untuk tidur nya! Kau ini memang sangat menggemaskan, sayang!
"3 sampai 4 menit, baik lah... akan aku kabulkan permintaan mu sayang!" Daniel hendak mendarat kan kecupan di pipi Elis, dengan semakin mendekatkan bibir nya pada bibir Elis.
Namun Elis kembali berkicau dengan mata yang masih terpejam, lalu menyunggingkan senyum manis nya. Seolah ia meledek Daniel yang salah mengartikan perkataan nya.
"Siapa bilang 3 sampai 4 menit? Hemmm? Aku bilang 3 sampai 4 jam ahahaha." ucap Elis dengan tergelak.
Daniel membola. "Kau menipu ku sayang! Ayo bangun!"
Daniel menyapu wajah Elis dengan kecupan kecupan singkat.
"Sayang, geli!" dengan sangat terpaksa, Elis membuka ke dua mata nya, mencoba menjauhkan wajah Daniel dari wajah nya dengan telapak tangan mungil nya. Elis yang mendorong wajah Daniel.
"Tidak bisa, aku akan terus menggoda mu sayang!" kekeh Daniel.
"Kau jahat Daniel! Gak tau apa aku tuh masih ngantuk!" rengek Elis dengan berpura pura menangis.
Dari luar kamar, pintu di ketuk dan tidak lama berselang, suara seruan dari seorang pria terdengar.
Tok tok tok.
__ADS_1
"Tuan, ini saya Didi!" seru Didi.
"Mengganggu saja!" sungut Daniel, dengan terpaksa membiarkan Elis untuk kembali tidur, lalu Daniel sendiri membuka pintu.
"Sudah sana pergi! Kau lihat tuh siapa yang ada di depan pintu!" ledek Elis, merasa tertolong tidur nya dengan ketukan pintu.
"Iya tunggu sebentar!" seru Daniel.
Ceklek.
"Selamat pagi Tuan Muda, sarapan sudah tersaji di atas meja makan. Apa Tuan Muda akan makan di bawah, atau mau di bawa ke kamar?" tanya Didi, kepala pelayan yang di tugaskan Daniel untuk mengurus segala keperluan rumah nya.
"Nanti aku dan istri ku akan turun. Hangatkan saja lagi masakan nya!" ucap Daniel lalu menutup kembali pintu kamar nya.
Jebret.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1