Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Aku yang terjebak


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kau kenal di mana sama Daniel? Sejak tadi aku tidak tau nama mu, nama mu siapa?" tanya Mela, menatap Elis dengan menyelidik.


"Aku Elisabeth, dulu aku pikir Daniel itu hanya supir pribadi ku. Tapi ternyata aku salah!" jelas Elis.


"Supir pribadi? Salah? Salah gimana maksud nya?" cecar Mela ingin tau.


"Kau panggil saja aku Elis. Semua orang memanggil ku begitu. Iya aku pikir, Daniel hanya supir pribadi ku. Tapi ternyata aku salah. Daniel salah satu anak sahabat papa ku, dan yang lebih mengejutkan lagi. Papa ku dan papa nya Daniel ingin kami menikah." jelas Elis dengan singkat.


Tanpa ragu, Mela menyantap makanan nya. Mendengar kan cerita Elis dengan serius.


"Benarkah? Apa kau menyetujui nya dengan begitu saja, Elis?" tanya Mela, seakan tertarik dengan cerita Elis.


"Awal nya aku menolak. Aku bahkan hampir menikah dengan tunangan ku, tapi sayang nya kami gagal menikah. Tidak lama Daniel dan aku dekat, jadi lah kami menikah." ucap Elis, dengan senyum tersungging di bibir nya.


'Sebenar nya tidak begitu sih, aku yang mengajak Daniel untuk menikah, dengan kontrak nikah yang aku tawarkan pada nya. Niat awal ingin membalas sakit hati ku pada Wiliam, tapi seperti nya aku yang terjebak dalam pernikahan ini, aku hamil... janin ini milik ku dan Daniel. Bagaimana aku bisa mengakhiri nikah kontrak ini?' batin Elis dalam lamunan nya.


"Kenapa kau bisa gagal menikah dengan tunangan mu, Elis? Apa kau di khianati? Lalu bagaimana dengan Daniel, apa dia baik pada mu?" tanya Mela dengan penasaran.


Melihat orang yang di ajak bicara malah tidak menjawab, membuat Mela dengan berani, melambaikan tangan di depan wajah cantik Elis.


"Haloooo, apa kau mendengar ku!" seru Mela dengan menaikkan nada suara nya.


"Ah i- iya, a- ada apa? A- apa yang kau ingin tanyakan?" tanya Elis dengan tergagap.


"Ihs kau ini, bukan ada yang ingin aku tanyakan. Tapi aku menunggu jawaban dari mu, Elis!" cicit Mela dengan mengerucutkan kan bibir nya.


Elis mengerutkan kening nya. "Memang kau tanya apa pada ku?" tanya Elis dengan polos nya.

__ADS_1


"Kau sudah selesai kan? Aku akan menemani mu mencari barang yang kita butuhkan." cicit Daniel, menarik lengan Elis yang kini ia cengramannn tanpa ada kata kasar.


"Iya tapi aku, sayang!" Elis tampak terkejut dengan sikap Daniel, ingin membantah dan menolak ajakan nya, tapi urung ia lakukan lantaran wajah Daniel yang kini datar, sorot mata tajam mengarah pada nya.


"Hei, kau tidak bisa seperti itu Daniel! Kau tidak lihat kami sedang bicara!" protes Mela, dengan ke dua tangan berpijak pada atas meja, beranjak dari duduk nya, menatap Daniel dengan kesak.


"Siapa kau, berani memberi perintah pada ku? Aku bahkan tidak mengenal mu! Jadi berhenti bersikap sok kenal pada ku!" ucap Daniel datar.


Daniel membawa pergi Elis dari restoran cepat saji itu. Ia bahkan membawa Elis dengan menggendong nya ala bridal style.


"Daniel!" seru Elis dengan keterkejutan nya.


"Tidak apa, biar kau dan calon baby kita tidak merasa lelah!" ucap Daniel dengan senyum mengembang di bibir nya, berkata dengan penuh kasih sayang.


Elis melingkarkan ke dua tangan nya di leher Daniel. 'Kau tidak pernah berubah, selalu memperlakukan ku dengan istimewa, selalu memanjakan ku, tapi maaf Daniel. Kontrak pernikahan kita akan tetap berlaku, terserah jika kau ingin aku mempertahankan kandungan ini, dan jika kau menginginkan nya, aku akan memberikan nya pada mu, setelah ia lahir nanti!' terang batin Elis.


Mela menggerutu kesal. 'Sialll, aku bahkan belum mendapatkan apa yang aku inginkan. Apa yang bisa aku katakan pada bos! Dasar Daniel bodohhh!'


"Istirahat lah, kau pasti lelah! Aku akan membuatkan mu susu ibu hamil!" Daniel mengecup kening Elis, setelah membaringkan wanita itu di sofa ruang tamu.


"Apa tidak salah, Tuan membeli bahan makanan sebanyak ini!" ujar koki Adi, melihat beberapa kantong belanjaan di dalam bagasi mobil.


"Tidak usah banyak berkomentar, tugas kita hanya menjalankan tugas! Tapi jika kau ingin bertanya, tanya kan saja pada Tuan. Itu pun jika kau punya keberanian untuk menanyakan nya!" cicit pak Didi datar.


Pak Didi menurunkan satu persatu kantong belanjaan, membawa nya ke dalam rumah dan meletakkan nya di dapur. Urusan menata ia serahkan pada koki Adi.


"Jangan lupa, untuk kantong yang ada di kursi belakang, kau berikan pada Nyonya!" ujar Daniel yang kini meninggalkan dapur, dengan segelas susu coklat hangat di tangan nya.


Elis menajamkan pandangan, melihat apa yang di bawa Daniel.

__ADS_1


'Bukan kah itu susu yang selama ini di berikan pada ku? Apa mungkin itu susu ibu hamil?' batin Elis.


"Ini susu mu! Kau harus minum ini, biar janin dan ibu nya tetap sehat!" Daniel menyodorkan gelas yang ia bawa pada Elis.


Elis menelan saliva nya dengan sulit, meminum susu itu dengan perlahan.


'Benar, ini susu yang selama ini aku minum!' batin Elis yang langsung menyemburkan kembali susu yang ia minum, setelah yakin dengan rasa nya.


"Pfuuuhhhh!"


"Ada apa sayang? Apa rasa nya tidak enak? Apa ada yang salah dengan susu itu?" tanya Daniel dengan membola, memandang Elis dengan cemas.


Sreeek.


Daniel mengulurkan tangan nya, mencoba mengambil alih gelas yang ada di tangan Elis. Sedang tangan satu nya mencoba menyentuh bahu Elis. Bermaksud ingin mengecek sendiri, apa ada yang salah dengan susu yang biasa ia buat itu.


"Sini, biar aku cek... apa ada yang salah dengan susu nya, sayang!" seru Daniel dengan sungguh sungguh.


"Jangan coba coba menyentuh ku Daniel!" sarkas Elis, dengan tatapan nyalang. Jelas ia sedang memperlihatkan kemarahan nya.


Elis menepis tangan Daniel.


Trang.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2