Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Gak bisa nolak


__ADS_3

...💖💖💖...


Mela mengagguk tanpa pikir panjang.


"A- aku bersedia! Asal masih di batas wajar!" ucap Mela dengan menelan saliva nya dengan sulit.


Kini ke dua nya sudah berada di dalam mobil. Mela tampak masih gak nyangka jika ia di izinkan untuk mengambil cuti oleh Daniel.


"Aku gak lagi mimpi kan?" Mela kembali bertanya dengan menoleh ke arah Arsandi yang tengah mengemudi.


Krek.


Arsandi mengapit hidung Mela dia antara jari telunjuk dan jari tengah nya.


"Awwwhhh sakit!" rengek Mela, memegangi hidung nya yang baru aja di capittt Arsandi.


"Apa sekarang udah yakin, jika ini nyata?" tanya Arsandi dengan gelengan kepala.


"Iya iya, yakin." jawab Mela dengan terpaksaaa.


"Kau masih ingat dengan janji mu kan!" Arsandi mengingatkan Mela kembali dengan janji nya.


"Hem."


'Ada apa dengan bapak ya? Aku harap bapak baik baik aja. Jangan biarkan bapak ku kenapa kenapa Tuhan! Aku belum berbakti kepada nya!' batin Mela yang malah memikirkan keadaan sang ayah.

__ADS_1


"Hei! Aku bicara pada mu Mela! Astagaaa! Kau ini!" sungut Arsandi dengan wajah menahannn kesal, di abaikan Mela saat diri nya bertanya ngalor ngidul.


"Mela!" Arsandi berseru dengan mengguncanggg bahu kanan Mela dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan Arsandi fokus pada setir kemudi.


"Apa? Gak usah peganggg peganggg!" sungut Mela, menepis tangan Arsandi dari bahu nya.


"Heh bocah gila! Jangan mengabaikan pertanyaan ku! Jawab sekarang juga, kau setuju gak dengan imbalan yang ku minta!" sungut Arsandi, gak bisa lagi bersabar menghadapi Mela.


Mela menautkan alis nya. "Imbalan apa pak?" tanya Mela dengan polos nya, merasa Arsandi belum mengatakan apa imbalan nya jika Daniel memberikan nya izin cuti.


"Jawab aja, iya atau gak! Dan kau gak boleh menolak!" ancammm Arsandi menatap Mela.


"Pilihan macam apa itu? Gak bisa nolak, sama aja aku di harus kan untuk bilang iya dong?" cicit Mela dengan bibir mengerucut, merasa terjebak dengan apa yang di lakukan Arsandi untuk nya saat ini.


Bugh.


"Awhhhh." ringis Arsandi, saat lengan kiri nya di geprak dengan telapak tangan Mela dengan cukup kencanggg.


"Udah tau gilaaa, sintinggg! Kenapa masih memilih ku? Tunggu dulu, apa kamu bilang? Memilih ku? What!" Mela membola, dengan keterkejutan nya.


Arsandi hanya berseringai, melihat Mela yang menggaruk kepala nya dengan frustasi.


Sementara di rumah megah Daniel, Daniel menepati janji nya dengan Elis.


"Selamat siang Tuan Muda!" seru pak Dedi, menyambut kepulangan sang Tuan nya.

__ADS_1


"Hem, di mana Nona?" tanya Daniel, dengan mengendurkan dasi di leher nya.


"Ada di dalam kamar Tuan Muda." cicit pak Dedi, ikut mengekori Daniel.


"Sayang, aku sudah pulang. Apa kamu gak ingin menyambut ku?" seru Daniel yang kini melangkah menaiki anak tangga.


"Tunggu lah di bawah! Kau tidak perlu mengantar ku!" protes Daniel, saat sang kepala asisten rumah tangga berniat mengekori nya.


Pak Dedi gak lagi mengekori Daniel, ia menunggu kemunculan sang Tuan bersama dengan Nona Muda nya.


Ceklek.


Daniel menggenggammm hendle pintu dan mendorong nya ke dalam.


Kreeek.


"Sayang! Kamu ngapain di sana?" tanya Daniel dengan membola.


Bersambung...


...💖💖💖...


Like dan komen nya napa 🥺


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ biar bisa update banyak 🤫

__ADS_1


__ADS_2