
...💖💖💖...
Elis mengadahkan wajah nya, menatap Daniel. "Iya, itu sangat enak sayang! Lezat sekali pasti nya! Kita makan kepiting saus kecap aja yuk!" seru Elis dengan tatapan berbinar, membayangkan lezat nya kepiting saus kecap.
"Apa itu sudah pasti enak, sayang?" tanya Daniel dengan menelan saliva nya dengan sulit.
'Yang ada bukan nya lezat, tapi jeleh... astagaaa aku tidak bisa bayangkan bagaimana rasa mual nya perut ku ini setelah memakan nya!' batin Daniel.
"Sayang... seperti nya aku harus berangkat sekarang... kau sarapan saja sendiri ya! Aku lupa hari ini meeting di majukan!" ngeles Daniel, dengan tangan kanan nya menarik satu kursi untuk Elis duduki.
Daniel bergidik merinding, saat ke dua mata nya melihat kepiting saus kecap sudah tersaji di atas meja.
'Rasa nya sudah pasti aneh!' batin Daniel, menelan saliva nya dengan sulit.
"Eh kenapa berubah nya mendadak gitu?" Elis mengerut kan kening nya, menatap aneh dengan sikap Daniel.
"Gak mendadak sayang, tapi aku yang lupa. Aku pergi ya! Jika kau butuh sesuatu, langsung hubungi aku!" Daniel mengelusss lembut lengan Elis, mendarat kan kecupan di bibir dan kening Elis.
"Tuan!" seru Arsandi yang baru memasuki ruang makan, tampang nya gak enak hati, takut jika kedatangan nya menggangu acara sarapan ke dua nya.
"Pas sekali, ayo kita berangkat!" ucap Daniel dengan bersemangat, merasa tertolong setelah melihat Arsandi ada di hadapan nya.
"Hati hati sayang! Nanti jemput aku ya, jam 10 pagi, aku juga ada meeting." celoteh Elis, mulai sibuk dengan kepiting yang ada di hadapan nya, yang sudah tersaji di atas meja.
Mobil melesat dengan kecepatan sedang, meninggalkan area perumahan elit yang di tempati Daniel dan Elis.
"Tumben Tuan, tidak sarapan bersama dengan Nona." tanya Arsandi, menatap sesat Daniel dengan heran lalu fokus kembali pada setir kemudi nya.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa sarapan, membayangkan nya saja aku sudah di buat mual." gerutu Daniel dengan bahu bergidik.
"Membayangkan apa, Tuan?" tanya Arsandi ingin tau, sesaat melupakan tujuan nya datang lebih awal ke rumah Tuan nya.
"Kepiting saus kecap, kau tau itu!" ucap Daniel, ia menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi, lalu memejamkan ke dua mata nya, dan tangan kanan nya memijat pangkal hidung nya.
"Maaf Tuan, setelah saya mengecek ulang laporan keuangan dari devisi keuangan... terjadi masalah, ada beberapa laporan yang tampak mencurigakan. Jumlah anggaran yang di keluarkan sangat fantastis, berbanding terbalik dengan barang masuk ke gudang." ucap Arsandi.
"Butuh berapa lama untuk mu menyelesaikan nya?" tanya Daniel.
"Jika tidak ada kendala untuk menyelidiki nya, tidak lebih dari 3 hari, Tuan." jawab Arsandi.
"Kau urus kebutuhan mu selama di Malang, jika kau berhasil kembali ke sini dalam waktu 2 kali 24 jam, akan ku beri kau bonus libur akhir tahun selama satu minggu.
"Aku tidak akan tergiur untuk itu, Tuan!" ucap Arsandi dengan gelengan kepala.
"Selamat pagi dan selamat datang Tuan Daniel!" seru Mela, yang menyambut kedatangan bos baru nya di depan ruang kerja Daniel.
"Kau ikuti Arsandi, ada yang harus kau pelajari dari nya!" titah Daniel pada Mela, sebelum ia menghilang di balik pintu, ruang kebesaran nya.
"Baik Tuan." jawab Mela tanpa membantah atau pun bertanya.
Arsandi dan Mela, sama sama masuk ke ruang kerja, yang terdapat papan nama menggantung di daun pintu nya dengan bacaan Ruang Arsandi.
Arsandi duduk di kursi kebesaran nya, lalu menyuruh Mela untuk duduk di kursi yang ada di depan meja kerja nya.
"Jadi kau, sekretaris baru yang di tugaskan Nona Elis untuk mengawasi Tuan Muda Daniel?" tanya Arsandi dengan dingin, menatap tajam Mela, wanita yang umur nya gak jauh dari dia dan Daniel.
__ADS_1
Tangan Arsandi kini sibuk dengan beberapa berkas yang ada di atas meja kerja nya. Ia akan menyerahkan beberapa berkas yang akan di tangani Daniel selama beberapa hari ke depan. Yang nanti nya akan di pelajari Mela.
"Benar pak, kenalkan saya Mela putri. Aku ini dulu nya junior mu saat di kampus. Inget gak? Aku masih mengenali mu lo pak!" ucap Mela, sok akrab mengenalkan diri nya pada Arsandi tanpa canggung.
"Aku tidak mengingat mu! Untuk apa juga aku mengingat junior ku saat kuliah dulu, gak penting!" sarkas Arsandi, perkataan nya pedasss, menusukkk sampai ke ulu hati.
"Ihs jangan begitu pak, kita ini akan jadi partner kerja, harus menjaga hubungan baik. Bagi nomor mu, pak!"
Arsandi menatap curiga Mela, lalu menatap nya dengan menyelidik.
'Mau apa lagi anak ini meminta nomor ku? Anak ini sok kenal dekat dengan ku, wanita yang seperti ini, yang patut di curigai, jangan jangan anak ini adalah orang suruhan Wiliam!' batin Arsandi dengan tatapan menelisik.
Mela terus mengamati wajah Arsandi yang tampak dingin, sok galak. Namun gak mengurangi sedikit pun kesan tampan nya.
'Gila nih pak Arsandi, udah ganteng, galak pula, udah kaya hilder lepas ahahahha, iya, hilder pak Daniel lepas.' Mela cekikikan dalam hati, menyamankan Arsandi dengan seekor anjing berbadan besar, tampang seram.
"Kalo bapak gak mau memberikan nomor ponsel bapak, aku sih gak masalah. Terus jika aku menemukan kendala di saat bapak gak ada di kantor, aku harus tanya ke siapa?" tanya Mela panjang kali lebar, menyadarkan Arsandi dari pikiran buruk nya terhadap Mela.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1