Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Pelayan yang berbeda


__ADS_3

...💖💖💖...


"Gak usah banyak mikir pak, nanti cepat tua. Gak kasian itu sama kepala bapak, lapangan bola bapak udah lebar banget itu!" Ella tergelak kembali, dengan jari telunjuk yang mengudara sambil menunjuk ke arah botak nya pak Didi.


"Apa kau bilang? Lapangan bola?" tanya pak Didi dengan kening mengkerut, menatap tajam wanita menjengkelkan di mata nya.


"Aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan pak! Gak punya waktu buat nemenin bapak curhat hehehe! Dah bapak berkepala pitak!" ledek Ella yang berlalu meninggalkan pak Didi, dengan tangan melambai tanpa menoleh ke belakang lagi.


Pak Didi mengepalll kan tangan nya, dengan deru nafas yang gak beraturan, mencoba menghembus kan nafas nya dengan kasar.


"Bertahun tahun aku mengabdi pada keluarga Tuan Devano, baru kali ini ada seorang pelayan yang berani pada kepala pelayan!" umpat pak Didi, menatap kepergian Ella setelah berhasil mengembalikan kesabaran nya.


Ella mengayunkan langkah dengan hati yang riang, apa lagi di rumah besar itu hanya ada Elis, koki Adi dan asisten nya, pak Didi, dan beberapa pelayan yang stay di rumah itu.


Belum lagi ada beberapa security yang selalu bertugas 24 jam dengan 3 sif jaga. Sehingga mereka memiliki waktu istirahat tersendiri.


"Pak koki, tolong buatkan aku makanan paling enak dong!" pinta Ella tanpa canggung, yang mendudukkan diri nya di kursi yang terdapat pada meja bar.


Koki Adi mengerutkan kening nya. Menatap heran dan curiga di saat yang bersamaan pada Ella.


'Bujuk dah, ini pelayan songonggg amat. Tapi gue belom pernah liet ini anak. Apa pelayan baru kali ya di rumah ini!' batin koki Adi.


"Kau siapa? Apa kau pelayan baru di rumah ini? Aku baru melihat mu!" tanya koki Adi dengan tatapan menyelidik.


"Bisa di bilang gitu sih! Tapi aku ini pelayan yang berbeda dengan pelayan yang lain nya, pak!" seru Ella dengan bangga.


"Maksud mu, pelayan yang berbeda bagaimana?" tanya koki Adi, makin gak ngerti.

__ADS_1


'Mana ada pelayan yang berbeda, yang benar aja ini anak! Mimpi di siang bolong,' batin koki Adi.


"Aku ini Ella, sebenar nya aku tuh di tugasin sama Tuan Daniel buat menyelusuppp di tempat Tuan Wiliam bekerja. Tapi entah kenapa, saat aku tiba di perusahaan yang di maksud Tuan Daniel. Kau tau gak pak!" Ella menggantung kata kata nya, melihat koki Adi yang nampak penasaran di buat nya.


'Gak mungkin lah aku ceritakan semua nya ke koki Adi. Mau di ceritain juga gak bakal percaya, aku kan orang baru di rumah ini! Mending kerjain aja hehehe, kebetulan kan aku lagi lapar.' batin Ella dengan mengerjap kan ke dua mata nya.


"Apa? Sakit mata itu mata mu? Jadi gak lanjut cerita nya?" tanya koki Adi, dengan nada sinis. Gak ada lembut lembut nya.


"Aku lapar pak, aku gak bisa lanjutin cerita ku kalo aku lagi lapar. Aku hilang fokus nih." tatapan Ella memelas pada koki Adi, dengan jemari nya yang ia mainkan di atas meja.


Koki Adi membuang nafas kasar, menatap Ella dengan menyelidik.


'Mimpi apa sih aku ini, bisa bisa nya Tuan Daniel dan Nona Elis mempekerjakan seorang pelayan seperti ini! Pasti kerja nya gak becus nih!' pikir koki Adi dengan tatapan meremehkan Ella.


Ella berkata dengan merengek bak anak kecil pada ayah nya.


Koki Adi berniat mengerjai Ella, karena merasa sedang di tipu wanita muda dengan pakaian pelayan.


'Aku gak yakin kalo dia ini seorang pelayan. Sikap nya aja gak mencerminkan kalo dia ini seorang pelayan. Terlebih lagi... baik pak Didi, Nona Elis dan Tuan Daniel. Gak mengatakan apa apa soal pelayan baru ini!'


"Nama mu siapa? Apa tujuan mu datang ke rumah ini?" tanya koki Adi yang belum tau nama Ella, pelayan baru yang ada di hadapan nya.


"Ya ampun pak, aku ini Ella. Aku sekarang jadi salah satu pelayan di rumah ini. Tugas ku ini jauh lebih berat dari pak koki di rumah ini. Lebih berat juga dari pekerjaan sebagai seorang mata mata." cicit Ella, secara gak langsung mengatakan apa pekerjaan sesungguh nya.


Koki Adi gak bergeming, dengan seketika menatap datar Ella.


"Ehem, aku gak nyangka lo, ada ya koki di rumah ini yang pelit sama pekerja lain nya. Enak nya langsung di laporin ini mah ke Tuan Daniel!" sindir Ella, dengan ekor mata melirik ke arah koki.

__ADS_1


Ella merogoh saku yang ada di epron yang tengah ia kenakan. Menempel kan benda pipih itu, di daun telinga nya setelah mendiel nomor Daniel.


[ "Halo Tuan, ini saya Ella. Saya lagi bertugas di rumah Tuan. Saya laper Tuan. Tapi koki di rumah Tuan gak mau buatkan saya sarapan. Gimana dong Tuan?" ] tanya Ella dengan memelas.


^^^"Masa koki Adi gak mau buatin kamu sarapan, yang benar aja Ella! Kamu buat masalah di rumah saya?" tanya Daniel dengan nada datar.^^^


[ "Saya serius Tuan, koki Adi malah ngelietin saya nih. Mungkin di pikir saya lagi ngibul!" ] gerutu Ella, bibir mengerucut.


'Sedih banget ya gue, gak di percaya. Gak tau laper beneran apah!' batin Ella, menelan saliva nya dengan sulit.


^^^"Berikan telpon mu pada koki Adi. Biar saya yang bicara pada nya!" pinta Daniel dengan hembusan nafas kasar.^^^


Namun sayang dan malang nya, koki Adi gak mempercayai Ella. Dia berfikir jika Ella tengah berbohong, dan berbicara sendiri, seolah sedang bicara dengan Daniel lewat sambungan telpon nya.


Di sisi lain. Tanpa Ella sadari, pak Didi ternyata menguping pembicara nya. Pak Didi yang udah jengkel bin kesel, melihat tingkah Ella. Kini melangkah dengan mengendap endap tanpa suara.


Pak Didi menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir nya, saat melihat tatapan koki Adi ke arah nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2