Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Sejak kapan


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kamu lupa dengan apa yang aku katakan tadi, hem?" tanya Arsandi, mengingatkan Mela.


"Apa? Saya gak ingat! Yang perlu bapak tau, saya harus segera menyelesaikan pekerjaan saya! Paham!" gerutu Mela dengan tatapan tajam, mencoba melepasakan tangan nya dari genggamannn Arsandi.


"Itu soal belakangan, otak mu sangat encer jika sudah berhubungan dengan pekerjaan. Sekarang waktu nya kau temani aku makan!" Arsandi gak mau tau, ia terus membawa Mela dengan langkah nya, dengan tangan Mela yang masih ia genggammm.


"Tapi saya gak mau, saya menolak buat temenin bapak makan! Lebih baik bapak makan sendiri aja! Makan saya banyak! Yang ada ngabisin uang bapak!" kilah Mela dengan berbagai alasan.


"Alasan mu gak saya terima!" seru Arsandi dengan senyum mengembang.


Semua tatapan karyawan kantor, kini tertuju pada dua orang itu. Yang tampak serasi dan menghibur untuk mereka.


"Pak, lepasss! Gak enak di lietin sama orang!" cicit Mela dengan wajah malu jadi pusat perhatian.


"Gak usah malu, biar mereka tau... kamu itu wanita ku! Jadi gak ada yang boleh mendekati mu!" cicit Arsandi, kini beralih menautkan jemari mereka berdua.


"Ciyeee, baru jadian ya pak?" goda Ella yang melihat ke dua nya hendak memasuki kotak besi.


"Bukan! Lo salah paham! Kita bukan pa___" baru mau menjelas kan hubungan ke dua nya, perkataan Mela sudah di sanggah Arsandi.


"Kami pasangan! Tapi Mela saat ini sedang merajuk, ini saya sedang membujuk nya! Kami duluan ya!" Arsandi membawa Mela masuk ke dalam lift.


"Selamat bersenang senang pak, Mela!" ucap Ella dengan terkekeh, tangan nya melambai untuk ke dua nya.

__ADS_1


Mela menghempaskan tangan nya dari Arsandi.


"Bapak terlalu kekanakan tau gak!" umpat Mela dengan kesal.


"Terserah kamu mau mengatakan saya ini apa! Saya gak akan marah." ucap Arsandi santai.


"Astagaaa! Bisa pecah ini lama lama kepala saya jika terus dekat dengan bapak!" umpat Mela, dengan tangan menggenggammm angin, gemasss dengan Arsandi.


"Mau makan di luar atau di kantin kantor?" tawar Arsandi, dengan tatapan hangat pada Mela.


"Terserah bapak, bapak yang mau makan, bapak yang tentukan." umpat Mela, berdiri memalingkan wajah dari Arsandi, dengan ke dua tangan menyilang di depan dada.


Cup.


Arsandi mengecup pipi Mela dengan singkat.


"Mau saya cium lagi?" tawar dan goda Arsandi dengan alis nya yang naik turun.


Prak.


Mela mendaratkan pukulannn di lengan Arsandi, setelah ia berbalik badan dan menghadap ke depan pria itu.


"Awwhhh kenapa kau memukulll ku?" tanya Arsandi dengan memekik.


"Siapa suruh, bapak tadi mencium pipi ku!" gerutu Mela.

__ADS_1


"Maaf!" seru Arsandi.


Kini ke dua nya menikmati makan siang mereka di kantin kantor, tanpa canggung.


...----...


Grap.


Daniel langsung memeluk Elis yang baru aja turun dari mobil.


"Aku merindukan mu, sayang!" seru Daniel, satu tangan nya mengelusss punggu Elis.


Elis mengendurrkan pelukan Daniel.


"Sejak kapan kau ada di sini hubby?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik.


"Sejak aku menghubungi mu, tapi gak kamu jawab." ujar Daniel


"Kenapa bisa... aku gak jawab telpon dari kamu sayang?" tanya Elis dengan membola.


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭

__ADS_1


Bersambung...


...💖💖💖...


__ADS_2