
...💖💖💖...
Brakkk.
Mela menghempaskan map laporan keuangan dengan tangan nya, hingga berceceran di atas lantai.
Ceklek.
Arsandi berdiri di ambang pintu dengan menggelengkan kepala nya, melihat ceceran dari beberapa map laporan keuangan berserakan di atas lantai. Ke dua tangan berada di pinggang dengan sorot mata yang sangat menyeramkan.
'Pantas saja langkah kaki ku sejak tadi mengajak ke sini! Rupa nya ini yang aku lihat. Menarik juga ini mental Mela.' batin Arsandi mentap tajam Mela.
Mela menelan saliva nya dengan suliat, "Mampusss dah gue!" umpat Mela pada diri nya sendiri, saat melihat ke arah pintu guna melihat siapa yang datang.
'Kenapa sih itu singa pake masuk ke sini! Ganggu kesel gue aja! Dasar pak Arsandi! Apa coba yang ini orang pikirin, dari tadi diam aja!' umpat Mela.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu kaget melihat saya berdiri di sini? Gak sekalian aja kamu lemparrr map laporan itu semua ke jendela. Atau mau saya video kan, lalu tinggal saya perlihatkan pada Tuan Daniel, opsss maksud saya pada Nona Elis." ucap Arsandi kesal sekaligus mengancam Mela dengan suara yang penuh penekanan.
"Jangan! Saya akan bereskan semua nya! Tapi jangan bilang pada Nona Elis! Saya mohon!" ucap Mela dengan ke dua tangan menangkup di depan wajah, lalu dengan mata kanan yang terpejam rapat.
Dengan sok cool nya, Arsandi memasukkan ke dua tangan nya ke dalam saku celana nya. Lalu tidak lama tangan kanan nya ke luar dari saku, dengan benda pipih yang ia genggammm.
"Tidak lah, apa yang saya lihat. Harus saya perlihatkan pada Nona. Kamu itu orang nya Nona Elis kan? Nona Elis yang mempekerjakan mu di kantor ini kan? Ooowwwhhh iya benar, bearti Nona Elis yang akan bertanggung jawab pada mu... baik lah, aku akan menghubungi Nona, melaporkan apa yang aku lihat ini!" ucap Arsandi lagi dengan sinis, namun hati nya penasaran akan apa yang akan di lakukan Mela.
'Lebih baik aku pura pura aja menghubungi Nona Elis, entah kenapa rasa nya aku senang hanya dengan mempermainkan nya hehehe!' batin Arsandi yang tergelak, menemukan mainan baru.
'Mati dah gue, yang ada Nona Elis bakal langsung pecat gue. Mana itu si lumut baru gwe ambil dari diler, gimana buat angsuran bulan depan, yang ada gue gantung diri, belom lagi pulang di amuk babeh huaaaa! Jahara lo pak!' batin Mela dengan rasa takut di hantui bayang bayang diri nya yang di pecat.
"Tidak bisa, karena dari awal kedatangan kamu ke kantor ini, saya udah punya filing kalo kamu itu gak bisa kerja. Jadi lebih baik, sebelum kamu mengacau kan perusahaan ini, saya minta pada Nona Elis untuk memecat mu segera!" ucap Arsandi dengan menunjuk kan wajah serius, seakan ia gak main main dengan ancaman nya.
"Kalo gitu, bapak nantangin saya dong!" ujar Mela dengan kesal, hilang sudah batas kesabaran nya untuk menghadapi Arsandi.
__ADS_1
Prakkk.
Mela melemparkan kembali map yang ada di tangan nya ke lantai dengan perasaan kesal.
Mela beranjak, dengan tatapan memburu, melangkah maju menghampiri Arsandi, ke dua tangan mengepal.
Deru nafas Mela memburu, 'Gimana pun cara nya, gue harus bisa bujuk pak Arsandi buat gak laporin gue ke Nona Elis! Bisa kacau, kacau keuangan gue huaaa!' batin Mela sambil mikir, apa yang akan ia lakukan jika sudah berada di depan Arsandi.
"Mau ngapain kamu? Mau marah di depan saya? Gak cukup hanya dengan melempar beberapa map laporan keuangan?" tanya Arsandi dengan melangkah mundur, dan tanpa ia sadari, ia mendiel nomor Daniel.
Grap.
Bersambung...
...💖💖💖...
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...