Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Seafood


__ADS_3

...💖💖💖...


"Jadi, apa kau sudah menghabisiii pria itu? Pria yang bernama Wiliam?" tanya papa Devano, setelah memastikan pintu tertutup rapat, Elis sudah meninggal kan mereka berdua.


"Papa tenang aja!" seru Daniel dengan senyum kemenangan.


"Enak sekali kamu ini kalo bicara, Daniel! Gimana papa bisa tenang jika ini masih menyangkut dengan keselamatan dan keutuhan rumah tangga kalian berdua." omel papa Devano.


Daniel membuang nafas nya dengan kasar. "Papa harus yakin sama Daniel, Daniel ini putra papa yang bisa di andalkan. Bukti nya saja, Daniel berhasil kan menikahi Elis? Bahkan Daniel berhasil membuat Elis mengandung dalam waktu kurang 1 tahun! Apa kalo bukan hebat nama nya pah?" ujar Daniel, merasa bangga dengan diri nya.


"Ihs kau ini, jangan lupa... papa dan papa mertua mu juga ikut andil dalam pernikahan kalian." ejek papa Devano.


"Iya iya aku tahu itu pah. Jadi papa ke sini mau menanyakan kabar ku, atau kabar yang lain?" goda Daniel.


"Goda yang lain apa maksud mu?" tanya papa Devano dengan tatapan penuh selidik.


"Sudah lah pah, bagaimana calon mama tiri untuk ku? Apa papa sudah berhasil menaklukkan hati nya?" goda Daniel melihat papa nya yang mulai salah tingkah.


Sebesar apa pun usaha papa Devano untuk menyembunyikan nya, tetap akan sama hasil nya di mata Daniel. Karena Daniel sudah membaca gelagat sang papah yang kini salah tingkah. Dengan berkali kali menghembuskan nafas kasar, menggaruk kepala nya yang gak gatel.


"Katakan pada ku, pah!" pinta Daniel.


Ceklek.

__ADS_1


Elis muncul dari balik pintu, bersama dengan sang papah dan juga maid di belakang nya yang mengekor.


"Kau ke sini juga? Aku pikir kau tidak akan ke sini!" tanya papa Devano, melirik tajam pada besan nya Brian.


"Aku pasti ke sini, menjenguk menantu dan putri ku!" ujar papa Brian, tangan nya merangkul sang putri dengan senyum merekah, tatapan hangat ia perlihatkan untuk sang putri tercinta.


Ke empat nya mengobrol hingga petang tiba, di bawah langit yang tampak indah dengan warna yang menggoda di mata.


Ke empat nya memutuskan untuk makan malam bersama, merayakan kehamilan Elis yang menginjak satu bulan. Makan di rumah kediaman sang anak, dengan koki Adi dan sang asisten yang menyiapkan segala nya di bantu pak Didi.


"Istirahat saja dulu untuk beberapa hari, serahkan saja urusan kantor dengan Arsandi! Kau ini kalo di beri saran, susah sekali untuk menurut!" omel papa Devano, dengan sorot mata tajam pula.


"Astagaaa pah, Arsandi sedang berada di Malang. Mengurus kantor cabang ku yang sedang bermasalah." jelas Daniel, menyugarrr rambu nya dengan jemari nya.


"Udah gak usah bahas kerjaan, gak inget lagi di meja makan. Lebih baik isi perut dulu!" ujar Elis dengan suara nya yang terdengar manja di telinga pendengar.


"Tuh pah! Dengar apa kata calon ibu!" ucap Daniel, mendukung perkataan Elis dengan senyum merekah.


"Taraaaa, ini menu utama makan malam kita malam ini!" seru Elis.


Dengan bersemangat berhiaskan senyum yang merekah, Elis menghidang kan semangkuk kerang hijau pedas di atas meja.


"A- apa? Kerang hijau?" wajah Daniel yang cerah kini tampak meredup berganti awan mendung, Daniel bahkan dengan sulit menelan saliva nya.

__ADS_1


"Kenapa Daniel? Bukan nya kau sangat suka dengan seafood?" tanya papa Brian, yang ingat jika menantu nya itu suka sekali dengan masakan berbau seafood.


Daniel gak bisa lagi menahannn, gejolakkk yang tiba tiba saja datang pada perut nya.


Daniel beranjak dari duduk nya dengan menahan sesuatu yang akan meluncur dari mulut nya, lalu berlari ke arah westafel yang ada di dapur.


"Eh kenapa anak itu?" tanya papa Devano, heran melihat putra nya gak biasa nya.


Elis mengerdikkan bahu nya, "Gak tau pah! Biar Elis lihat dulu!"


Elis menyusul Daniel yang tengah berada di depan westafel, dengan tubuh membungkuk.


"Kamu kenapa hubby?" tanya Elis dengan penuh tanya menghampiri sang suami.


...💖💖💖...


Bersambung


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2