
...💖💖💖...
"Kalo salah itu ya minta maaf, Nona!" seru Ella lagi, memungut hape Elis yang tergeletak di atas lantai dan meletakkan nya di atas tepian kasur Elis.
"Tetap di sana!" ucap Elis menatap marah Ella yang hendak melangkah menghampiri nya.
"Kalo saya tetap di sini, terus bagaimana cara nya saya memberikan jus melon ini ke Nona?" tanya Ella, memperlihat segelas jus yang tampak segar di pandang mata, dengan warna hijau yang tampak menggoda.
Elis beranjak dari posisi duduk nya, memilih duduk dengan tagak, tatapan nya mengikuti pergerakan Ella yang melangkah menghampiri nya.
"Berikan jus ku! Gak tau apa kalo aku udah haus!" gerutu Elis dengan bibir mengerucut.
Elis langsung merebut gelas jus dari tangan Ella, begitu Ella sudah berdiri di depan nya. Tanpa ragu Elis yang sudah merasa haus langsung meminum nya.
Ella menelan saliva nya dengan sulit, tatapan nya mengedar, memperhatikan sudut kamar milik Elis dan Daniel, decak kagum dengan kemewahan dan keindahan dari mulai barang barang dan didekorasi nya.
Elis mendelik kesal, melihat Ella yang masih berdiri di tempat nya. Elis menyimpan gelas jus di lantai dekat kaki sofa.
"Tunggu apa lagi? Cepat ke luar! Aku tidak suka ada orang asing berada di dalam kamar ku!" sungut Elis dengan kesal.
"I- iya maaf Nona. Aku pikir Nona mau di temani ngobrol. Kalo begitu aku akan ke luar. Saya permisi Nona!" Ella menggaruk kepala nya setelah berkata dengan wajah canggung.
"Siapa juga yang butuh teman untuk ngobrol!" sungut Elis, membuang pandangan nya ke luar balkon, menyandarkan kembali punggung nya pada sandaran sofa panjang nya.
Ella membuang nafas nya dengan kasar.
Ella melangkah ke luar dengan menggerutu, dengan suara yang agak keras, sengaja biar Elis mendengar nya.
"Kata dokter Zee, Nona Elis itu baik hati, penyayang dan tidak sombong. Tapi kenapa aku merasa Nona Elis gak seperti yang di katakan dokter Zee ya? Sama aja kaya orang kaya lain nya, sombong dan angkuh."
__ADS_1
'Mudah mudahan aja, perkataan ku bisa mempengaruhi Nona Elis, mencegah ku untuk meninggalkan kamar ini.' batin Ella, dengan ekor mata melirik ke arah Elis.
'Apa maksud Ella itu dokter Zee sahabat ku? Apa iya dia? Ella mengenal nya? Di mana? Aku harus memastikan nya!' batin Elis ingin tau.
Harapan Ella langsung terjawab sudah, ketika Elis memanggil nya, mencegah nya ke luar dari kamar nya dengan mencecar Ella dengan berbagai pertanyaan yang ke luar dari bibir nya.
"Hei tunggu! Kata mu apa barusan? Dokter Zee? Aku gak salah mendengar nya? Dokter Zee yang mana? Apa yang dia katakan pada mu?" ibarat rem blong, Elis langsung bertanya pada Ella.
Ella tersenyum puas, berlari kecil untuk menghampiri Elis. Lalu menceritkan apa yang ia tahu tentang Elis, dari dokter Zee dengan penuh semangat.
Ke dua nya pun mengobrol, dengan Elis yang membiarkan Ella duduk di ujung sofa panjang yang ia duduki, dengan posisi Elis yang duduk menyandar. Bahkan tidak lama, Elis terpejam seakan sedang di nina bobokan oleh Ella.
"Lah bujuk, coba itu... di kata aku lagi bacain dongeng kali mah! Enak nya Nona Elis malah molor! Benar benar Nona Muda manja." gerutu Ella.
Diam diam Ella mengambil foto Elis yang tengah terpejam dengan mulut yang sedikit terbuka.
'Lucu juga Nona hihihi, biar Tuan Wiliam gak curiga. Foto ini aja ya aku kirim ke dia! Yah anggap lah ya sebagai laporan ahahha.' batin Ella.
Di sisi lain.
Wiliam yang tengah melakukan aktivitas nya di kantor, mengalihkan kesibukan nya dari pekerjaan nya, setelah mendapat kan notif dari nomor Ella. Gadis bayaran yang ia minta untuk memata matai Elis di kediaman nya.
"Menggemaskan!" seru Wiliam, menarik sudut bibir nya ke atas, saat melihat foto yang baru saja di kirim Ella ke nomor ponsel nya.
Wiliam menari narikan jemari nya di layar benda pipih nya, dan mengirim nya ke Ella.
[ "Kau harus pengaruhi Elis, hingga mereka bertengkar hebat!" ] pesan yang di kirim Wiliam.
^^^"Tidak perlu kau ingatkan terus, Tuan Wiliam Smith yang terhormat, aku sudah tau tujuan ku bekerja di rumah kediaman Nona Elis!" umpat Ella dalam pesan yang ia kirim ke nomor Wiliam.^^^
__ADS_1
Wiliam mengepalll kan tangan nya, "Kita lihat Daniel, berapa lama lagi rumah tangga mu dengan Elis bisa bertahan! Kalian berdua akan menikmati badai besar yang akan menerpa rumah tangga kalian. Di saat itu aku datang sebagai pahlawan untuk mu, Elis sayang!" ucap Wiliam penuh dengan tekad.
Kembali ke kediaman Daniel.
Ella meninggalkan kamar Elis, dan membiarkan wanita hamil muda itu tidur dengan terlelap.
Ceklek.
"Astagaaa, kau mengagetkan ku pak!" umpat Ella.
Ella sampai berjingkat kaget luar biasa, begitu membalikkan badan nya setelah usai menutup pintu kamar Elis, melihat pak Didi yang sudah berdiri di belakang nya dengan wajah tegas nya.
"Kenapa kau baru ke luar dari kamar Nona? Apa saja yang kau lakukan di dalam? Kau sedang tidak berencana buruk pada Nona Elis kan?" cecar pak Didi, dengan tatapan mencurigai.
"Tidak perlu kau menaruh curiga pada ku, pak! Aku ini berada di pihak mu. Jadi tenang aja ya! Justru aku lagi berusaha membuat Nona dan Tuan Daniel, tetap bersama meski akan terlihat gak baik baik aja hubungan ke dua nya hehehe." kekeh Ella dengan menggaruk kepala nya.
Pak Didi mengerutkan kening nya, bingung dengan apa yang di kataan Ella. Ia berusaha mencerna apa yang Ella katakan barusan.
'Maksud anak ini apa sih? Dia mau membuat hubungan Nona dan Tuan gak baik aja, tapi di mata orang lagi ribut gitu?' pikir pak Didi.
"Gak usah banyak mikir pak, nanti cepat tua. Gak kasian itu sama kepala bapak, lapangan bola bapak udah lebar banget itu!" Ella tergelak kembali, dengan jari telunjuk yang mengudara sambil menunjuk ke arah botak nya pak Didi.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...