Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Mati kutu


__ADS_3

...💖💖💖...


Di sisi lain. Tanpa Ella sadari, pak Didi ternyata menguping pembicara nya. Pak Didi yang udah jengkel bin kesel, melihat tingkah Ella. Kini melangkah dengan mengendap endap tanpa suara.


Pak Didi menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir nya, saat melihat tatapan koki Adi ke arah nya.


'Dasar bocah, dia pikir aku dan Adi bisa di perdaya. Hanya mengatakan akan menelpon Tuan Daniel, lalu kami akan mempercayai semua perkataan nya? Jangan harap bocah!' umpat pak Didi dengan tatapan gak suka pada Ella.


'Waduh, ini beneran pak Didi mau mengejutkan bocah nakal ini? Atau pak Didi bakal mergokin ini bocah yang lagi berbohong?' pikir koki Adi.


"Ini, ada yang ingin bicara sama pak koki!" Ella mengulur kan tangan kanan nya, meminta koki Adi meraih benda pipih milik nya.


"Kau serius ini Tuan Daniel?" tanya koki Adi dengan kening mengkerut, menatap penuh selidik sama Ella.


"Aku gak suka berbohong, pak koki!" seru Ella.


Sreek.


"A- awwhh sa- sakit tangan ku! Lelas!" pekik Ella, menoleh ke belakang, melihat siapa yang berani mengunci tangan kiri nya.


Pak Didi mengunci tangan kiri Ella di punggung nya, sementara tangan kanan Ella masih menjulur ke depan koki Adi dengan memegang benda pipih nya.


"Apa kau yakin bocah, kami bisa mempercayai mu?" tanya pak Didi, menatap jengkel Ella.


"Ihsss kalian beneran gak sopan, udah tua, tapi masih aja gak bisa bedain mana yang jujur dan bohong!" umpat Ella dengan kesal.


"Kau tunggu apa lagi koki Adi, cepat pasti kan. Apa bocah ini membohongi kita atau tidak!" sungut pak Didi, menatap nyalang koki Adi.


Koki Adi langsung bergegas, mengambil alih benda pipih Ella dari tangan bocah yang dia anggap tengah membohongi nya itu.


"Nama di kontak bocah ini, Tuan Daniel. Apa jangan jangan anak ini beneran berbicara dengan Tuan Daniel?" tanya koki Adi, menatap penuh tanya pada pak Didi.


"Coba aja bicara pak, itu sambungan telepon nya masih nyambung!" sungut Ella menatap jengkel koki Adi.


^^^"Hei kalian! Sudah belum berdebat nya hem!"^^^


Suara Daniel tampak menggema di daun telinga koki Adi, saat benda pipih itu ia tempelkan di daun telinga nya.

__ADS_1


'Waduh, mampusss gue. Gali lubang sendiri!' rutuk koki Adi, untuk diri nya sendiri meski dalam hati, saat mendengar suara Daniel membuat nya mati kutu.


"Kenapa kau tidak mengatakan nya pada kami lebih awal, dasar bocah nakal! Bandel kamu ya!" omel pak Didi, yang langsung melepaskan tangan kiri Ella dari cengramannn nya.


'Bisa bisa nya aku bersikap gegabah, bertindak bodoh! Mana mungkin bocah ini berbohong, kalo dari mata nya aja dia begitu polos!" rutuk pak Didi dengan perasaan menyesal, menatap sepasang mata bulat Ella yang menatap nya jengkel.


[ "Tu- Tuan, i- ini____" ]


Belum selesai koki Adi bicara, dari sambungan telpon nya sudah kembali terdengar suara Daniel yang kini menggema lagi.


^^^"Heiii! Kalian ini mendengar ku atau tidak sih?"^^^


Cicit Daniel, dengan suara yang tampak terdengar marah.


Pak Didi langsung merebut benda pipih milik Ella, tidak lupa ia melihat sekilas layar hape itu.


'Serius loh ini bocah, Tuan Daniel!' pikir pak Didi.


[ "Maaf Tuan Muda, kami sempat meragukan bocah ini!" ] kalimat pertama yang di ucapkan pak Didi, gak mau buat Tuan Muda nya lebih marah lagi.


[ "Kami mengerti, Tuan muda!" ] jawab pak Didi, dengan wajah datar.


^^^"Berikan telpon nya pada Ella." titah Daniel lagi.^^^


"Ini, Tuan Muda ingin bicara dengan mu!" pak Didi menyerahkan kembali benda pipih itu pada pemilik nya.


"Tau rasa kalian weeek!" umpat Ella, setelah mengambil alih hape nya dari pak Didi.


Ella bahkan berani meledek ke dua nya, dengan menjulurkan lidah nya pada pak Didi dan koki Adi secara bergantian.


[ "Terima kasih Tuan, atas bantuan nya!" ] seru Ella semanis mungkin, saat bicara dengan Daniel di telpon, namun tatapan mata nya melotot pada koki Adi.


^^^"Sama sama, lakukan tugas mu dengan baik. Jangan sampai kau buat Wiliam mencurigai pada mu! Awas kalo rencana mu membuat bahaya istri dan kandungan istri ku!" ucap Daniel dengan nada khawatir nya.^^^


[ "Pokok nya Tuan tenang aja, ini sudah aku rencanakan dengan matang bersama dengan dokter Zee, dokter Zee mau aku ajak bekerja sama untuk melawan Tuan Wiliam." ] ucap Ella dengan berterus terang pada Daniel di telpon.


Daniel langsung memutuskan sambungan telepon nya, tanpa perlu meminta persetujuan Ella.

__ADS_1


"Dasar bos! Mentang mentang bos, seenak jidat nya aja maen matiin telpon! Untung aja bos, coba kalo bukan bos... udah gue maki lu!" umpat Ella, menatap layar hape nya yang sudah terputus sambungan telepon nya.


"Dasar bocah sinting, lagi belajar buat jadi gila!" gerutu koki Adi, jengkel karena pasti setelah ini Daniel akan memarahi nya dan menghukum nya.


"Cepat buatkan aku makanan yang enak pak koki! Bukan nya terus mengumpat ahahha! Puas aku melihat wajah kalian berdua!" seru Ella, setelah puas tergelak.


Pukul 9 lewat 30 pagi.


Elis sudah berjalan mondar mandir gak karuan, bak teriskaan yang lagi gosokkk baju kumel dan lusuh di dalam kamar nya.


"Kemana sih itu orang! Gak inget apa, aku kan sudah bilang jemput aku di rumah jam 10. Ini sudah hampir 30 menit menuju pukul 10 pagi. Awas kamu Daniel, kalo sampe telat... aku hukum kamu!" omel Elis yang entah sudah berapa kali melirik jam dinding di kamar nya.


"Astagaaa Daniel! Kamu benar benar minta di hukum, sudah hampir 25 menit menuju pukul 10 pagi ini! Awas aja kalo kamu gak sampai datang juga! Aku tinggal bermalam kamu ke rumah papa!" omel Elis lagi.


Daniel langsung turun dari mobil, berlari masuk ke dalam rumah, tatapan nya tertuju pada lantai atas, kamar nya. Gak memperduli kan sapaan pak Didi dan Ella yang berpapasan dengan nya.


"Selamat pagi, Tuan! Ada yang ketinggalan Tuan?" sapa dan tanya pak Didi, yang berdiri di ruang tengah.


"Selamat pagi Tuan Muda. Udah kangen ya sama Nona Elis? Di tungguin tuh di kamar sama Nona Elis." sapa Ella dengan senyum merekah.


"Aku gak telat, gak ada alasan untuk Elis menghukum ku!" seru Daniel, yang kini menaiki anak tangga.


Ceklek.


Bugh.


"Awhhh!"


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2