
...💖💖💖...
Dengan langkah yang berat, Elis hilang di balik pintu kamar kecil.
Ceklek.
Dokter Zee menoleh ke arah pintu yang di buka dari luar.
"Kau? Sejak kapan kau ada di sana? Apa kau mendengar apa yang kami katakan?" tanya dokter Zee dengan tatapan penuh selidik.
"Maaf dok, aku tidak bermaksud menguping. Tapi aku hanya ingin mendengar apa yang istri ku katakan pada dokter." terang Daniel yang 3 langkah masuk ke dalam ruang praktek dokter Zee, dengan tatapan yang sesekali melihat ke pintu kamar kecil.
"Itu sama saja dengan kau menguping, Tuan Daniel!" ralat dokter Zee.
"Aku tidak punya waktu banyak dokter, aku hanya ingin menjelaskan pada dokter. Selama ini Elis, tidak mengkonsumsi pil pencegah kehamilan... aku menukar nya dengan pil penyuburrr kandungan dan vitamin. Itu saja yang ingin aku katakan pada mu dokter!" ucap Daniel tanpa keraguan, hanya ada kesungguhan.
Daniel langsung menarik diri ke luar dari ruang praktek, setelah melihat ada pergerakan dari hendle pintu kamar kecil.
Ceklek.
Pintu kamar kecil di buku, bertepatan dengan Daniel yang sudah kembali di luar ruang praktek dokter kandungan.
"Kau lihat apa Zee?" tanya Elis, yang mengikuti arah tatapan Zee, pintu ruang praktek nya.
"Ah tidak ada! Ayo duduk! Mana benda itu, biar ku lihat hasil nya!" Zee mengibaskan tangan nya, meminta Elis untuk duduk kembali, dan memperlihat benda pipih itu pada nya.
Zee menyunggingkan senyum nya, saat melihat 2 garis biru pada tes pack yang di gunakan Elis.
"Kenapa kau tersenyum, Zee? Apa ada yang aneh dengan hasil nya? Apa hasil nya sudah kau ketahui? Ayo katakan pada ku, hasil nya apa?" cecar Elis yang udah gak sabar pengen tau hasil nya.
"Sabar ya, lebih baik kita tunggu dulu suami mu." jelas Zee, menatap Elis dengan tatapan senang.
"Ihs, kau ini... Zee, ayooo... katakan saja pada ku! Suami ku pasti akan lama." pinta Elis dengan sedikit memaksa di sertai dengan rengekan manja nya.
"Astagaaa Elis, kurangi manja mu! Kau itu sudah menikah sekarang. Ingat, kau sudah menjadi seorang istri. Apa lagi saat ini kau sedang mengandung!" ucap dokter Zee yang malah keceplosan mengatakan hasil nya pada Elis.
__ADS_1
"A- apa kau bilang Zee? A- aku mengandung? Kau serius? A- aku ti- tidak salah dengar kan Zee?" tanya Elis dengan membola, tergagap, saking terkejut nya.
Tok tok tok.
"Aku datang sayang, jus yang kau minta pun... aku bawakan untuk mu!" ucap Daniel, dengan wajah senang, membawakan jus yang di minta istri manja nya.
"Lebih baik kau minum dulu jus mu, Elis. Baru setelah itu ikut dengan ku!" ucap dokter Zee, dengan beranjak dari duduk nya, menuju sebuah ranjang yang ada di ruang praktek nya.
"Kau kenapa? Ayo minum dulu! Ini pasti segar." Daniel mengarahkan ujung sedotan pada bibir Elis.
Sambil menyeruput jus nya, pikiran Elis melalang buana, mengingat dan mencerna. Apa yang di katakan Zee sebagai dokter kandungan pada nya.
'Apa aku tadi gak salah dengar? Aku hamil? Aku mengandung? Beneran? Selama ini kan aku mengkonsumsi pil pencegah kehamilan! Gak mungkin kalo aku salah minum, tapi emang aku ada beberapa hari gak minum pil itu, apa itu yang menyebabkan aku kebobolannn dan sekarang mengandung? Ini benih Daniel? Aku dan Daniel akan punya anak?'
Daniel mengelusss puncak kepala Elis, mendaratkan berkali kali bibir nya di sana, dalam hati berucap syukur.
'Terima kasih Tuhan, kau mendengar do'a ku, akan aku jaga Elis dan juga kandungan nya, buah cinta ku dengan nya! Salah satu alasan Elis yang akan mengurungkan niat nya untuk mengakhiri pernikahan kontrak ini!'
"Ehem, Elis... Nona Elis! Aku menunggu mu loh!" deheman dan seruan dokter Zee, menyadakan sepasang suami istri ini dari lamunan panjang nya.
"Aahhhhhh!" pekik Elis, merasakan untuk sesaat tubuh nya yang melayang.
Serangkaian demi serangkai Elis lewati, dokter Zee menekan kecil perut bawah Elis, merasakan ada yang berbeda.
"Bagaimana dok?" tanya Daniel dengan antusias, dengan kening mengkerut.
"Aku beneran hamil atau tidak, Zee?" tanya Elis lagi, meyakinkan indra pendengaran nya.
"Aku jelaskan nanti ya, setelah kita duduk di sana!" dokter Zee berjalan lebih dulu ke kursi nya, tampak menari narikan pena nya di sebuah buku, dengan cover buku bergambar seorang ibu yang tengah menggendong baby dengan di dampingi laki laki.
"Selamat ya Elis, jaga kandungan mu baik baik. Ini masih rawan untuk janin mu! Jangan terlalu lelah, jangan pula mengerjakan pekerjaan yang berat." terang dokter Zee dengan seuntas senyum.
Daniel langsung membawa Elis ke dalam pelukan nya, menyapu wajah Elis dengan kecupan kecupan singkat.
Cup cup cup cup.
__ADS_1
"Terima kasih, sayang! Akhir nya rumah kita kan ada tangis baby! Aku mencintai mu! Aku akan menjaga kalian dengan baik!" terang Daniel, dengan mengelusss punggung Elis yang berada dalam pelukan nya.
"Bagaimana aku bisa hamil, Zee?" tanya Elis dengan lirih.
'Aku yakin, aku gak mungkin hamil, bagaimana bisa ini terjadi pada ku?' elak batin Elis, masih belum bisa terima kenyataan jika ia hamil.
...----...
Kini ke dua nya berada di dalam mobil.
"Ada apa, apa ada yang ingin kau katakan pada ku, sayang?" tanya Daniel, yang sejak tadi memperhatikan Elis.
Elis menelan saliva nya dengan sulit. "Aku masih tidak percaya jika aku tengah mengandung!" cicit Elis dengan suara yang pelan, namun masih bisa di dengar Daniel.
Daniel mengurungkan niat nya, untuk membawa Elis ke lokasi peninjauan. Lokasi yang kelak akan di dirikan mall.
Di sini ke dua nya sekarang, danau buatan yang tampak asri dengan hijau nya tanaman, di tambah lagi air danau yang tampak tenang dan jernih.
Elis dan Daniel, duduk di sebuah kursi, dengan pandangan yang menatap lurus ke danau yang tampak tenang, dengan beberapa pengunjung.
"Apa kau tau sayang, jika Tuhan sudah berkehendak. Apa pun bisa terjadi, sama seperti danau ini. Dulu nya adalah pemukiman warga, dan siapa sangka jika sekarang menjadi sebuah danau yang tampak tenang dan indah." terang Daniel.
"Aku masih gak nyangka, Daniel... apa yang aku katakan semalam, ternyata malah jadi kenyataan. Aku hamil, seperti mimpi di siang bolong." terang Elis, tanpa menatap wajah Daniel.
Dengan gemas Daniel mencubit punggung tangan Elis.
"Awwhhhh, sakit Daniel!" rintih Elis, mengelusss punggung tangan nya yang di cubit, dengan bibir mengerucut.
"Itu bukti, jika kau tidak sedang dalam keadaan bermimpi, sayang!" ujar Daniel di telinga Elis, membawa wanita itu dalam pelukan nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...