Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Kian bersinar


__ADS_3

...💖💖💖...


"Berhenti! Apa yang kalian lakukan? Ini kantor, bukan arena tanding buat adu jotosss!" ucap Nami dengan kesal.


Mereka semua langsung menoleh ke arah Nami dengan nafas yang ngos ngosan. Lelah berkelahi, Wiliam menatap jengkel wanita yang berani menghentikan aksi nya dengan suara yang cukup lantang.


'Mau apa lagi dengan wanita ini? Apa dia akan membiarkan aku menemui Daniel? Atau Elis?' batin Wiliam.


"Kau Tuan Wiliam, gak ada alasan lagi untuk mu menginjakkan kaki di gedung ini! Sekarang juga, Tuan tinggalkan gedung ini! Nona tidak ingin menemui mu!" ucap Nami dengan lantang.


Dengan berani nya, Nami mengacungkan jari telunjuk nya ke wajah Wiliam yang wajah nya tampak lebammm, dengan pakaian yang lusuh jauh dari kata rapih.


'Bujuk dah, berani amat gue bentak ini orang! Gak tau aja lo, hati gue ketar ketir, takut oy!' batin Nami, menutupi rasa takut nya dengan keberanian nya.


"Kau pasti berbohong! Sama seperti atasan mu! Kalian membohongi Elis!" seru Wiliam menatap nyalang Nami.


"Apa perlu, saya telpon polisi. Melaporkan anda kembali karena telah membuat keributan di gedung ini?" ancam Nami, dengan memperlihatkan benda pipih miliki nya.


'Sialannn kau!" umpat Wiliam yang mau tidak mau, meninggalkan gedung itu dengan tangan kosong tanpa melihat Elis lebih dulu.


Di dalam mobil nya, Wiliam mengumpat, memukulll setir kemudi, dengan perasaan jengkel.


"Aku harus tau keadaan Elis, aku gak bisa diam aja menunggu kabar dan menunggu dua wanita gak guna itu bertindak! Mereka sangat lambat!" gerutu Wiliam.


Seringai terbit di bibir nya, saat melihat ada seorang office boy mendorong trolli sampah ke luar dari gedung.


"Aku bisa memanfaatkan orang itu!" pikir Wiliam, tanpa pikir panjang, Wiliam ke luar lagi dari mobil nya, melangkah dengan pasti menghampiri official boy.


 


Di meja resepsionis.


Beberapa karyawan berkerumun di depan meja resepsionis, menatap takjub dengan apa yang di lakukan Nami barusan.


"Gila lo Nami, hebat banget lo."


"Keren ihs, baru tau gue... lo seberani itu!"


"Anjimmm keren banget lo, belajar dari mana lo... bisa bentak itu pak Wiliam?"


Nami memicingkan mata, saat melihat seseorang mengenakan seragam office boy, yang menarikkk perhatian nya untuk berseru.


"Kamu dari mana? Ini udah lewat dari jam istirahat!" suara Nami menggema, dengan tatapan ke arah official boy yang mendorong trolli menuju lift.


Semua mata karyawan yang ada di depan meja resepsionis, mengikuti arah tatapan Nami. Mereka semua menyipit kan pandangan mereka. Menatap aneh satu sama lain.


'Ahhhh sialll, jangan sampai aku ketawan!' umpat Wiliam, membenarkan posisi masker hitam yang menutupi wajah nya.


"Apa kau tidak lihat, aku sedang bekerja! Aku ingin mengembalikan ini pada tempat nya!" ucap Wiliam dengan suara yang di buat berbeda, berusaha mengelabui Nami dan yang lain nya.


"Saya juga lihat, tapi jangan gunakan lift itu! Gunakan lift barang! Tuh ada di sana?" Nami menunjuk ke arah lain, arah yang benar untuk lift khusus barang.


Wiliam mengikuti arah yang di tunjuk oleh Nami, wanita yang sudah membuat nya dengan terpaksaaa meninggalkan gedung beberapa menit yang lalu.


'Ahhh sialll, kenapa harus di pisah. Menyusah kan saja!' umpat Wiliam lagi.


"Mungkin official boy baru, jadi gak tau Nam!" seru teman Nami.


"Benar itu!" pikir teman Nami lain nya.

__ADS_1


Nami mengerutkan kening nya, 'Emang ada official boy baru ya? Aku gak tau, ah mungkin bu Sani lupa memberi tahu ku!' batin Nami agak heran.


Wiliam yang berpura pura, langsung bergegas ke arah yang Nami tunjuk dengan membawa serta trolli sampah yang ia dorong. Lalu hilang di dalam lift dengan membuang nafas lega.


'Akhir nya gue selamat, tinggal selangkah lagi. Gue pasti bisa melihat dengan mata dan kepala gue, bagaimana keadaan Elis saat ini! Gue harus bisa memanfaatkan kesempatan ini!' batin Wiliam penuh kemenangan.


Wiliam harus memutar jauh, karena ruang kebesaran Daniel berada di arah yang sebalik nya.


"Aku sangat merindukan mu Elis! Karena pria itu, kau tega menjebloskan ku ke penjara! Dan karena pria itu, kau sudah berhasil membuang ku dalam hati mu! Aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang bersama dengan nya Elis! Karena kau itu hanya untuk ku! Kau hanya milik ku! Aku akan merebut mu dari nya! Membuat ku menerima ku kembali!" gumam Wiliam.


 


"Apa kau yakin ingin langsung tidur, hem?" tanya Daniel, melihat Elis yang terpejam di bawah kungkungan nya.


"Aku lelah, Niiiil! Tubuh ku gak bertulang! Pengen tidur aja!" ucap Elis dengan manja, memaskasaaa kan satu mata nya untuk terbuka.


"Aku bisa membantu mu sayang! Kita mandi bersama ya! Berendam di dalam air hangat dengan wangi aroma terapi, bisa membuat mu segar kembali sayang!" bujuk Daniel.


Daniel mengecupi leher jenjang Elis yang sudah banyak menyisakan tanda kepemilikan hasil karya nya. Enggan beranjak dari atas tubuh sang istri yang sudah terkulai.


"Boleh juga!" ucap Elis.


"Gitu dong! Aku kan jadi bersemangat untuk berendam bersama dengan mu!" Daniel langsung beranjak dari tubuh Elis.


Daniel membawa Elis ke dalam kamar mandi, dan mendudukkan tubuh Elis yang polos bak bayi baru lahir ke dalam buthab. Daniel menyalakan keran air hangat, lalu menuangkan cairan aroma terapi ke dalam nya.


"Aku bantu ya!" Daniel ikut duduk di dalam buthab, lebih ke belakang dan tangan nya membantu Elis menggosokkk punggung wanita yang sudah sejak lama ia cintai.


"Aku ngantuk Niiil! Tapi aroma nya sangat wangi, membuat ku ingin tidur!" ucap Elis dengan manja, dengan satu tangan nya yang menjuntai ke luar dari buthab.


"Tidur lah! Ada aku, aku akan melakukan apa pun untuk mu sayang! Termasuk membantu mu untuk membersihkan tubuh mu!" ucap Daniel, dengan suara menggoda di telinga Elis.


Plak.


"Dasar mesummm! Gak kasihan kamu tuh sama baby utun! Dia kan pasti lelah! Kesal dengan mu!" oceh Elis dengan mengelusss perut nya yang masih rata.


"Baby utun gak lelah sayang, justru baby utun merasa senang, bisa di jenguk terus sama dady nya hehehe!" seru Daniel di sertai gelak tawa.


"Aku lapar! Kita cari makan ya habis ini!" rengek Elis, menunjukkan wajah merajuk nya.


"Iya!" jawab Daniel.


Usai mandi dan mengenakan pakaian yang bersih, Elis tampak menyandar di sofa, menatap ke luar gedung.


"Mereka kecil sekali! Pasti panas, gak kaya aku yang lagi di dalam sini, sejuk dan dingin, nyaman dengan udara yang bersih!" gumam Elis.


"Apa yang kau katakan, sayang?" tanya Daniel, yang sedang menggulung lengan kemeja yang ia kenakan.


"Itu, orang yang ada di luar sana. Pasti kepanasan dengan udara yang tercemar polusi." ucap Elis, dengan bibir menujuk ke arah luar jendela.


"Yah nama nya juga kota metropolitan sayang, banyak aja kan polusi kendaraan, tapi kan sekarang sudah ada beberapa taman, yang sengaja di buat oleh pemerintah sebagai lahan penghijauan." ujar Daniel.


Elis menelan saliva nya dengan sulit, saat melihat Daniel menyugarrr rambut nya yang masih setengah basahhh ke belakang dengan jari jari nya.


'Astagaaa, kenapa dengan otak ku ini... Daniel begitu tampak menggoda di mata ku! Apa ini pengaruh dari kehamilan juga? Atau memang pengaruh mata ku aja yang mulai mesummm pada nya?' umpat batin Elis, tanpa sadar terus menatap dan enggan lepasss dari wajah Daniel.


"Tunggu apa lagi sayang? Kata nya lapar! Ayo!" tanya Daniel, yang kini sudah berdiri di depan Elis.


Elis mendongak, menatap wajah Daniel yang kian bersinar di mata nya. "Ah? I- iya a- ayo makan! A- aku lapar!" ucap Elis dengan gugup, wajah merona.

__ADS_1


Daniel menyunggingkan senyum manis nya, melihat Elis yang gugup di depan nya.


"Mau aku gendong lagi?" tanya Daniel, dengan tatapan menggoda.


"Ihssss ngejengkelin!" umpat Elis dengan bibir mengerucut.


"Ahahhaha kau ini sayang!" Daniel tergelak, berhasil menggoda Elis.


Daniel menggendong Elis dengan ke dua tangan nya. Belum juga mengayunkan langkah kaki nya, Elis sudah bersuara. Membuat Daniel semakin ingin menggoda nya.


"Pelan pelan! Seperti nya ada yang mengembanggg!" ucap Elis dengan tatapan mata nya yang melirik ke arah inti nya.


"Gak apa, nanti aku cari kan obat ya! Biar cepat kembali pulih tanpa mengembanggg." ujar Daniel, yang langsung tau arah pembicaraan Elis.


"Hah? Emang aku lagi bahas apa?" Elis mengerutkan kening nya.


'Masa iya Daniel langsung tau, yang aku maksud itu bibir bawah ku!' batin Elis, menelisik mata Daniel.


"Yakin, mau aku mengatakan nya hem?" goda Daniel dengan senyum nakal nya.


"Cepat jalan ihsssss, aku laper!" rengek Elis dengan mengguncanggg ke dua kaki nya yang menggantung dalam gendongan Daniel.


Pintu rahasia di buka oleh Elis tanpa mengeluarkan suara.


"Siapa kau?" tanya Daniel dengan suara menggema, ruang kerja nya di masuki seseorang tanpa seizin nya.


William menoleh ke arah suara yang tengah bertanya pada nya, suara yang persis berada di belakang nya.


Wiliam melepasss masker yang menutupi wajah nya, dengan tatapan berbinar melihat Elis yang sangat ingin di temui nya.


"Elis! Kamu baik baik aja?" tanya Wiliam menatap penuh tanya, saat melihat Elis berada dalam gendongan Daniel dengan wajah berbinar senang.


"Wiliam! Bagaimana kau bisa masuk! Siapa yang memberikan mu izin?" tanya Daniel dengan kilatan kemarahan, melihat rival nya yang melangkah maju.


"Jangan melangkah maju Wiliam! Kalo perlu, pergi kau dari hadapan ku!" ucap Elis dengan tangan yang melingkar erat di leher Daniel.


Tatapan Elis yang semula berbinar senang meski lelah. Tapi setelah melihat Wiliam, tatapan nya menyipit tajam, dengan hati yang bergemuruhhhh menahannn kesal.


'Apa yang di inginkan Wiliam, kenapa dia bisa ada di dalam ruang kerja Daniel?' tanya Elis.


Daniel menyeringai, tersenyum puas melihat Elis yang kini membenci Wiliam.


"Kau sudah dengar kan apa yang di katakan istri ku! Cepat tinggalkan tempat ini!" titah Daniel dengan tegas.


Daniel mendudukan Elis di kursi kebesaran nya dengan hati hati.


"Kau apa kan Elis? Kenapa dia tidak bisa berjalan?" tanya dan tuduh Wiliam di saat yang bersamaan, menatap nyalang Daniel.


"Ahahahha kau pikir aku menyakiti Elis? Aku bukan diri mu Wiliam Smith! Pria yang bisa nya menyakiti hati setiap wanita!" ejek Daniel.


"Wiliam, aku minta kau tinggalkan tempat ini! Aku membenci mu! Aku tidak ingin melihat mu! Aku sudah menemukan kebahagiaan ku bersama dengan Daniel!" ucap Elis dengan tegas, menusukkk hati Wiliam.


Pranggg.


Bersambung


...💖💖💖...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2