Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Kerang hijau


__ADS_3

...💖💖💖...


Elis menyusul Daniel yang tengah berada di depan westafel, dengan tubuh membungkuk.


"Kamu kenapa hubby?" tanya Elis dengan penuh tanya menghampiri sang suami.


"Gak tau nih, tiba tiba aja perut ku berasa gak enak waktu kamu sebut kerang hijau." ujar Daniel, menatap pantulan Elis di depan cermin.


Elis mengerutkan kening nya, menatap Daniel penuh selidik, 'Sikap Daniel aneh sekali!' batin Elis.


"Kamu gak salah hubby? Kamu mau nyalahin aku gitu maksud nya?" Elis mengerucutkan bibir nya, dengan mata yang berkaca kaca.


"Gak sayang, tapi aku sendiri juga gak tau. Ini bukan kali pertama aku kaya gini. Kamu inget gak, waktu koki Adi masak kepiting saus kecap, aku juga kaya gini... perut ku seakan tertusukkk, bergejolakkk, berakhir dengan aku muntah muntah." jelas Daniel, berusaha menjelaskan pada sang istri.


"Ini Tuan, mungkin bisa membuat Tuan Muda jauh lebih enakan." koki Adi menyodorkan segelas minuman hangat ke depan Daniel.


Elis dan Daniel melihat ke arah yang sama, segelas minuman berwarna coklat tapi tidak pekattt yang di bawa koki Adi. Dengan asap tipis membubul di atas nya, seolah menggambarkan jika minuman itu benar hangat.


"Itu minuman apa koki Adi?" tanya Elis dengan tatapan tajam, melihat sedikit kepulan asap dari minuman yang di bawa koki Adi.


"Ini minuman jahe hangat Nona. Segala bentuk makanan dan minuman yang menggunakan sedikit jahe, bisa meredakan sedikit mual." ujar koki Adi.


Daniel meraih gelas itu, dengan penuh harap bisa meredakan mual nya.


'Semoga saja, apa yang di katakan koki Adi itu benar! Aku sungguh gak bisa jika terus seperti ini!' batin Daniel dengan perlahan meminum nya.


Elis menelan saliva nya dengan sulit, membayangkan betapa enak dan lembut nya kue jahe saat melumerrr di dalam mulut nya.

__ADS_1


'Rasa nya enak kali ya kue kering jahe itu! Aku jadi ingin!' batin Elis dengan menggigit bibir bawah nya.


"Apa kau bisa membuat kan kue kering jahe?" tanya Elis dengan bersemangat, berbinar senang, menatap Daniel penuh harap.


Daniel menyeka bibir nya yang menyisakan minuman dengan punggung tangan nya, lalu menyerahkan kembali gelas yang tandas isi nya pada koki Adi.


"Saya bisa membuatkan nya Nona. Nona ingin kapan saya membuatkan nya?" tanya koki Adi, yang mengira jika Elis ingin di buatkan oleh nya.


Elis menghentakkan kaki nya dengan kasar ke lantai. "Aku tidak ingin di buatkan oleh mu! Tapi aku ingin kau yang membuatkan nya, hubby!" Elis menunjuk jari telunjuk nya ke arah Daniel, dengan tatapan memohon.


"Apa sayang? Aku yang buatkan?" tanya Daniel dengan terperangah.


Elis mengangguk dengan pasti.


"Kalian berdua! Apa masih lama?" tanya Brian dengan setengah berteriak, gak sabar untuk mulai makan malam nya.


"Jangan bilang kalian melupakan kami, 2 tua bangka yang masih segar bugar ini ya!" balas Devano yang gak kalah ngebas dengan suara nya dari ruang makan.


Pluk.


Devano melemparrr kan sebuah jeruk yang berhasil mendarat di dada bidang Brian.


"Uggghhhhh parah kau! Bagaimana kalo buah jeruk ini bisa menghentikan detak jantung ku? Gagal aku menimang cucu!" sungut Brian, meletakkan kembali buah jeruk itu di atas meja.


"Kau sendiri yang keterlaluan pada ku! Menghina ku pletottt, kau juga sama, pletottt!" sungut Devano dengan memperlihatkan wajah masam nya.


Daniel dan Elis langsung melangkah cepat ke arah ruang makan.

__ADS_1


"Ada apa pah? Kalian bertengkar?" tanya Daniel yang berdiri di samping sang papa.


"Kau tanyakan saja pada papa mertua mu itu!" sungut Devano yang meraih sendok di atas piring nya.


"Pah!" seru Elis, menatap sang papa Devano dan papa Brian secara bergantian dengan manja. "Kita makan dulu yuk! Baby ku sudah lapar!" imbuh nya lagi.


"Biar aku sendok kan sayang, mau aku suapin sekalian?" tawar Daniel, namun membuang pandangan nya saat diri nya bergeser ke arah mangkuk kerang hijau.


'Aku harus kuat, masa tubuh atletis ku ini bisa kalah sama kerang hijau. Mau di taruh di mana muka ku ini di depan papa dan papa mertua ku!' batin Daniel.


Dengan sekuat tenaga dan keberanian, Daniel menguatkan hati nya sendiri, dengan tangan bergetar menyentuh sendok yang ada di mangkuk besar kerang hijau.


"Kamu gak apa apa hubby?" tanya Elis dengan tatapan menyelidik, melihat Daniel yang bergetar saat memegang sendok.


Tangan kanan Daniel memegang sendok, tangan kiri nya menyentuh kepala nya. Daniel merasakan yang aneh pada diri nya sendiri.


"Haduh kok ada gempa ya? Kenapa lampu nya seakan meredup?" gumam Daniel merasakan berat pada kepala nya.


Bugh.


"Daniel!" seru Elis dengan panik, di susul dengan papa Devano dan papa Brian yang langsung berlari ke arah Daniel.


Bersambung...


...💖💖💖...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2