Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Dua cangkir kopi hitam


__ADS_3

...💖💖💖...


"Huaaaaaaa aku mau kita ke taman, hubby!" bukan kata lagi yang ke luar dari bibir Elis. Tapi raungan sekaligus gerutuan, Elis ngoceh dengan tangis nya yang pecah di balik helm.


Ciiiiiiit.


Daniel menepikan laju motor nya lalu mematikan mesin nya.


Daniel membuang nafas nya dengan kasar, baru lah ia menoleh ke belakang, melihat wajah sang istri lalu bertanya.


"Kenapa ke taman? Itu gak ada dalam daftar yang aku sebutkan sayang?" tanya Daniel dengan tatapan penuh tanya.


Bukan nya menjawab, Elis malah balik bertanya dengan sesenggukan di sertai bibir mengerucut, suara manja yang gak jauh dari diri nya saat ini, lalu ia menangis kembali.


"Kenapa berhenti? Aku kan mau ke taman, taman itu tempat yang ingin aku kunjungi saat ini... aku gak minta kamu untuk berhenti di sini hubby huaaaa huaaa!"


"Iya iya, kita akan ke taman, tapi nanti ya! Kalo udah sore, sekarang lebih baik kita ke tempat om Leo dan papa, Graha Parma. Mau kan? Apa kamu gak minat untuk ikut meeting kembali?" ujar Daniel dengan setengah membujuk dan mengingatkan.


Elis tampak berfikir dan gak langsung menjawab pertanyaan Daniel.


'Daniel ini beneran gak ngerti keinginan ku, apa gimana sih! Tapi kasian juga papa, aku kan datang ke kota ini untuk menemani papa meeting.' batin Elis berkecamuk.


"Gimana sayang? Sudah mengambil keputusan nya? Atau aku yang akan putuskan?" cecar Daniel gak sabar.


'Sayang nya aku cinta sama kamu sayang, kalo gak... entah lah.' batin Daniel memandang wajah Elis penuh cinta.


"Kita ke Graha Parma, tapi janji... kalo udah sore, kamu harus bawa aku ke taman. Taman yang ada perosotan nya, ayunan nya, dan tempat untuk selfi!" cecar Elis dengan bersemangat, dengan tangis yang gak lagi terdengar, tapi meninggalkan jejak hidung Elis yang memerah.


"Dasar kau istri ku yang menggemaskan! Aku mencintai mu, Elisabeth!" Daniel menghapus sisa air mata Elis di pipi dengan jempol nya.


Pluk.


Elis melayangkan tangan kanan nya ke bahu Daniel.


"Awhhhh, aku salah apa?" tanya Daniel.


"Tunggu apa lagi! Cepat jalan, kita pasti sudah di tunggu papa!" ucap Elis dengan ketus, ke dua tangan nya menarikkk narikkk jaket Daniel.

__ADS_1


"Oke tuan putri, kita jalan ya!" goda Daniel, mencubittt gemas dagu Elis.


Daniel dan Elis sampai di Graha Parma, 5 menit sebelum meeting di mulai. Daniel memberikan ruang untuk Elis dan papa Brian mengikuti meeting dengan paman Leo dan asisten nya.


Sementara Daniel sendiri langsung mencari tau taman yang di inginkan Elis, taman yang akan ia kunjungi bersama dengan Elis sore nanti lewat mbah gugelll.


Ceklek.


Pintu ruang meeting di buka oleh asisten paman Leo. Nampak ke empat nya ke luar dari ruang meeting. Dengan paman Leo dan papa Brian yang jalan beriringan. Sementara Elis jalan mendahului si asisten.


"Seperti baru kemarin aja, melihat Elis yang bermain dengan Mike. Sayang nya aku terlambat untuk meminang Elis untuk Mike ahahahha." gurau paman Leo, melirik ke arah Daniel dengan tergelak.


"Ahahaha kau ini Leo, putri ku sudah memiliki tambatan hati nya sendiri. Anak jaman sekarang, mana mau di jodohkan." ledek papa Brian.


'Aku baru tau, papa Brian bisa bersilat lidah juga ternyata hahahha.' batin Daniel menahan tawa, mendengar jawaban papa mertua nya.


Daniel beranjak menghampiri sang istri, setelah sebelum nya bersalaman dengan paman Leo.


"Wah rupa nya ini, pengusaha ritel muda yang sedang banyak di bicarakan orang. Jika ada waktu, ajari lah putra paman untuk belajar dengan mu, bagaimana cara mengurus perusahaan!" tawar paman Leo, dengan tatapan yang sulit di artikan pada Daniel.


"Ada juga saya, yang harus belajar banyak dari paman Leo. Paman ini sudah lebih lama berkecimpung dalam bidang ritel bukan?" ucap Daniel tanpa ragu.


"Ahahahha paman, seseorang yang jeli. Pasti akan mengamati lebih jauh perusahaan yang akan menjadi relasi nya, bukan begitu papa?" Daniel meminta pendapat papa Brian.


Papa Brian menelan saliva nya sendiri sulit. 'Anak ini, kenapa harus meminta pendapat ku sih?' menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Sayang, kita ke taman!" rengek Elis dengan satu tangan melingkar di pinggang Daniel.


"Pah, paman. Kami jalan duluan ya!" pamit Daniel pada ke dua nya saat berada di lobby.


"Hati hati! Kalian nanti langsung pulang atau mau ke mana dulu?" tanya papa Brian.


"Aku belum bisa pastikan pah, tergantung tuan putri. Mau langsung pulang atau gimana nya nanti." ucap Daniel dengan jawaban yang gak pasti.


Daniel dan Elis, meninggalkan Graha Parma lebih dulu. Paman Leo menahan sahabat nya itu lebih lama di lobby.


"Anak jaman sekarang, bisa kita bicara sebentar Brian! Ada yang ingin aku sampaikan pada mu, ini penting!" ucap paman Leo, menatap papa Brian dengan serius.

__ADS_1


'Apa lagi yang mau di sampaikan Leo pada ku?' batin papa Brian penuh tanya.


Ke dua nya duduk kembali di lobby Graha Parma.


"Tolong berikan kami minuman!" pinta paman Leo pada asisten nya dengan nada penuh penekanan, tatapan nya pun menyipit tajam pada sang asisten.


"Baik Tuan." jawab sang asisten dengan seringai di bibir nya.


"Apa yang ingin kamu sampaikan, Leo?" tanya papa Brian, melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Begini, bagaimana dengan nasib gadis kecil yang kau selamat kan dulu? Apa ia masih hidup, atau sudah entah ke mana?" tanya paman Leo menyelidik.


"Kenapa kau ingin tau nasib anak itu? Anak itu tidak ada sangkut paut nya dengan mu kan?" tanya papa Brian dengan gak nyaman.


'Aku harus berhati hati, bisa aja ini salah satu permainan kotor Leo!' batin papa Brian.


"Silahkan di minum Tuan!" ucap sang asisten.


Leo meletakkan dua cangkir kopi hitam di atas meja, satu cangkir di depan Leo dan satu cangkir di depan papa Brian.


"Ayo di minum kopi nya Brian! Ini minuman kesukaan mu bukan?" paman Leo meraih cangkir milik nya, lalu menyeruput nya.


"Rasa nya pun masih sama, enak!" ucap paman Leo lagi.


"Maaf, sayang nya aku sudah lama berhenti dari kebiasaan ku ini, Leo!" ucap papa Brian, terpaksa berbohong.


'Sialll!' umpat paman Leo dalam hati, tatapan nya penuh kesal.


Dering dring dring dring.


Bersambung...


...💖💖💖...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭

__ADS_1


Bersambung...


...💖💖💖...


__ADS_2