
...💖💖💖...
'Aku pasti kan kamu lenyap dalam hati Elis, Wiliam!' batin Daniel penuh tekad.
Daniel menyimpan kembali benda pipih nya, tatapan nya tertuju tajam pada ruas jalan yang di lalui nya.
"Kau tidak lupa dengan kejutan yang akan aku berikan untuk Wiliam kan, Arsandi?" tanya Daniel dengan datar.
"Sudah Tuan, aku sudah menyuruh orang ku untuk membawa nya ke sana." ujar Arsandi.
"Bagus!" seru Daniel dengan tatapan penuh kepuasan.
"Ehem, apa kau yakin akan melakukan itu pada Wiliam?" tanya Arsandi, melirik sekilas Daniel lewat kaca spion mobil.
"Aku sudah memikirkan ini jauh jauh hari, Arsandi. Jadi keputusan ku kali ini tidak akan salah, jika aku terus membiarkan nya hidup. Bisa saja entah kapan ia bisa lolos dengan cara licik nya, lebih baik ku siksaaa dia perlahan, membuat nama nya rusak serusak rusak nya di mata Elis. Aku tidak ingin secuil ada nama dia di hati Elis lagi!" ucap Daniel.
"Kau ini terlihat baik di mata siapa pun, tapi siapa sangka. Jika ada sisi kejam mu yang tidak seorang pun tau!" seru Arsandi.
Daniel membuang nafas nya dengan kasar. "Kau salah, aku hampir saja membuat Elis mengetahui sisi kejammm ku!"
__ADS_1
"Serius? Kapan? Tapi aku tidak melihat Elis takut pada mu?" tanya Arsandi gak percaya.
"Semalam, entah kenapa hati ku seakan mendidihhh mendengar Elis masih memperdulikan keadaan Wiliam. Dia jelas jelas ingin tau keadaan Wiliam saat ini. Dia menghawatirkan nya, aku takut semakin lama rasa yang di miliki Elis untuk nya semakin kuat. Maka aku harus mematahkan nya! Aku harus mematahkan perasaan Elis pada Wiliam." ujar Daniel panjang kali lebar.
"Wah wah wah rupa nya kau terlalu jauh berfikir nya, aku rasa masih terbilang biasa. Wajar Elis menghawatirkan nya, kau tau kan... terakhir Elis melihat kondisi Wiliam itu seperti apa. Apa dia berfikir jika kau akan melenyapkan Wiliam?" tebak Arsandi.
Bugh.
Daniel menendang kursi belakang yang di duduki Arsandi.
"Kau bilang wajar? Kau bilang itu biasa? Bagi ku itu kurang ajarrr! Luar biasa! Di depan ku dia memikirkan pria lain! Itu nama nya galiii lubanggg untuk pria itu sendiri!" umpat Daniel dengan penuh emosi.
"Heh Arsandi! Bagaimana dengan wanita gila?" tanya Daniel, yang menyinggung Mela.
"Gadis gila, otak nya gak koslet sih. Aku suruh merefisi laporan keuangan, dan hasil nya cukup bagus. Dan sekarang dia sedang mengerjakan tugas baru nya. Merefisi laporan keuangan cabang Malang." ujar Arsandi, secara gak langsung memuji kinerja yang di miliki Mela.
"Aku gak salah dengar, kau memuji nya? Jadi kalian kapan meresmikan hubungan?" cicit Daniel dengan tatapan mengejek.
"Sialannn kau, aku dengan gadis gila itu? No!" bantah Arsandi dengan tegas.
__ADS_1
"Yakin kau menolak nya? Bagaimana jika ada pria hebat yang sedang mengejar cinta nya, apa kau akan melepasakan nya begitu saja?" goda Daniel, dengan tatapan menyelidik.
"Cihsss biar pun di dunia ini hanya menyisakan satu wanita, dan itu dia. Aku tidak akan mau, aku memilih hidup seorang diri seumur hidup!" elak Arsandi kekeh, ekor mata nya memutar malas.
"Ahahaha awas kau, suatu saat kau pasti menyesal sudah nengatakan itu, Arsandi!" ujar Daniel dengan tatapan meragukan Arsandi.
"Aku menyesal? Tidak akan!"
"Kau lupa, gadis itu sudah mengorbankan uang tabungan nya selama ini, hanya untuk mu. Kau yang ia pikir sedang jadi korban kecelakaan tunggal di kota entah berantah!" Daniel mengingat kan kembali kecerobohan Mela hanya demi Arsandi.
Sejenak Arsandi berfikir.
"Uang itu ia kirim ke pria yang bahkan mengaku tengah mengurus mu di rumah sakit. Kau yang ia pikir baik." terang Daniel dengan kening mengkerut, melihat Arsandi yang benar benar kini terpengaruh dengan ucapan nya.
Bersambung...
...💖💖💖...
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...