
...💖💖💖...
"A- apa? Bertiga? Keluarga kecil yang bahagia? Huaaaaa, kamu sudah berencana punya istri baru? Huaaaaa!" tangis Elis pecah kembali dengan menjarak tubuh nya dengan Daniel.
Daniel membuang nafas nya dengan kasar, otak nya mulai ngebulll dengan pemikiran Elis yang jauh dari diri nya.
"Astagaaa sayang, bukan istri baru. Tapi aku, kamu dan baby utun, gak mungkin kan dia terus berada di sini!" Daniel mengelusss perut Elis, menyadarkan Elis kembali dari loading nya.
"Kau benar." ucap Elis dengan mengaggukkan kepala nya.
"Akkkhhh hubby apa yang kau lakukan?" tanya Elis, saat Daniel menggendong nya ke luar dari walk in closed.
"Mau menghukum mu sayang." Daniel mengerlingkan mata nya, dengan senyum menggoda.
"Astagaaa aku gak mau, aku udah mandi. Turun kan aku! A- aku lapar, aku mau minta koki siapkan makanan!" seru Elis dengan berbagai alasan.
"Koki pasti akan melakukan tugas nya dengan baik sayang. Sambil menunggu aku yang akan menghukum mu, karena sudah membangunkan aku dengan teriakan mu ahahha." gelak Daniel.
Kreek.
Elis mencubit lengan Daniel. Sementara Daniel semakin senang karena tidak merasa sakit dengan cubitan sang istri. Justru memajukan wajah nya, semakin dekat dengan kening Elis.
"Hukuman mu gak bermutu! Aku mau turun aja!" rengek Elis.
"Sangat bermutu sayang, bisa membuat utun semakin dekat dengan ku!" goda Daniel.
Brak.
Daniel menutup pintu kamar mandi dengan kaki nya, ke dua nya menghilang di balik pintu kamar mandi. Di susul dengan suara gemericik air. Sementara suara lenguhannn, desahannn, erangannn saling bergantian menari nari memenuhi telinga Elis dan Daniel.
Di ruang makan.
"Apa kita perlu memanaskan masakan nya koki?" tanya asisten koki Adi.
__ADS_1
"Menurut mu?" tanya koki Adi, menoleh ke arah pak Dedi yang sejak tadi diam.
'Apa ada yang gak beres dengan Tuan dan Nona? Gak biasa nya pak Dedi terlihat gelisah.' batin koki Adi.
Pak Dedi berjalan meninggalkan ruang makan, mengayunkan langkah kaki nya menuju lantai di mana Tuan nya berada.
Satu jam kemudian.
Daniel ke luar dari kamar dengan Elis yang berada dalam gendongan nya.
"Jangan melihat ku, hubby! Aku masih kesal dengan mu!" sungut Elis dengan kesal, ke dua tangan nya mengalung di leher Daniel.
"Kesal tapi permainan ku membawa mu pada kenikmatannn kan sayang!" goda Daniel.
Elis menahannn malu dengan pipi merona. Dengan wajah memaling dari Daniel. "Gak usah di bahas ihs, gimana kalo ada yang mendengar nya? Kamu mau membuat ku malu!" sungut Elis dengan merajuk manja.
"Gimana kalo kita berikan adik untuk baby utun?" tawar Daniel dengan satu alis yang naik turun.
Bugh.
"Uggghhhhh!" pekik Daniel.
"Kau pikir perut ku ini balon, baby utun pertama aja belum juga launching, dan kau bilang mau adik untuk baby utun? Yang benar aja hubby!" omel Elis.
"Iya nanti sayang, kita program ya! Aku ingin rumah kita ini di penuhi dengan tangis dan tawa anak anak." harap Daniel.
"Selamat pagi, Tuan, Nona!" sapa pak Dedi.
"Pagi pak!" sapa Elis.
Daniel mendudukan Elis di kursi, dengan meja makan yang kini terisi penuh dengan berbagai masakan.
"Hari ini apa yang ingin kamu makan sayang?" tanya Daniel, dengan menyendokkan nasi ke atas piring yang ada di hadapan Elis.
__ADS_1
"Aku gak ingin makan, makanan nya gak buat aku merasa lapar hubby!" cicit Elis, mengedarkan tatapan nya pada hidangan yang sudah tersaji di atas meja.
Daniel mengerutkan kening nya. "Loh, ini masakan kesukaan mu sayang!" bujuk Daniel.
"Kamu aja yang sarapan! Aku luetin kamu dulu makan nya, kalo enak, aku akan memakan nya." tawar Elis dengan bibir mengerucut, ke dua tangan berada di atas meja.
Daniel menghembuskan nafas kasar nya, menoleh ke arah koki Adi dengan tatapan tajam.
'Mampusss dah lu, masakan nya gak buat Nona merasa laper!' batin asisten koki, menelan saliva nya dengan sulit.
"Koki!" Daniel berseru dengan suara lantang.
Koki Adi menghampiri ke dua nya.
"Gak usah pake towakkk masjid hubby! Aku kaget!" cibir Elis dengan nada mengejek.
"Maaf sayang!" ucap Daniel dengan hangat.
"A- anu Tuan Muda, ada apa ya? Apa ada yang ingin Tuan katakan pada saya?" tanya koki Adi, dengan kaki bergetar saat berdiri di depan Daniel.
"Ada apa dengan masakan mu, koki!" seru Daniel, menyalahkan koki.
"I- itu pasti enak Nona, a- apa ada yang ingin Nona makan? Bisa saya siapkan saat ini juga Nona!" tawar dan bujuk koki Adi, dengan suara bergetar menatap Elis.
'Ayo Nona, tolong selamatkan nyawa saya. Masa iya itu masakan gak buat Nona merasa laper.' batin koki Adi.
"Ini bukan salah koki, hubby! Tapi salah mu!" celetuk Elis.
Bersambung...
...💖💖💖...
Like dan komen nya napa 🥺
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭