Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Hitam di atas putih


__ADS_3

...💖💖💖...


"Tidak perlu, aku bisa sendiri ke kamar mandi." belum sempat Elis menggeser kakinya untuk turun dari kasur. Ke dua tangan besar Daniel lebih dulu menggendongnya berserta selimut yang kini di peluk erat Elis.


Hap.


"Kyaaaa!" pekik Elis.


"Ternyata kau cukup berat juga ya!" seru Daniel dengan tatapan hangat pada Elis.


"Benarkah? Apa aku perlu menurunkan berat badan ku?" tanya Elis dengan polosnya.


Daniel menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, aku lebih suka kau apa adanya, jadi diri mu sendiri! Banyak makan juga tidak masalah bagi ku, asal aku dan kau selalu bersama!"


"Cih kau ini, kita bersama juga tidak akan lama! Ingat, kau dan aku memiliki perjanjian, hitam di atas putih! Jadi, jangan sampai kau memiliki perasaan lebih pada ku! Karena aku tidak akan membalas perasaan mu itu!" ucap Elis dengan ketus, lalu bibirnya mengerucut.


"Oh ya? Sayangnya aku lupa kita memiliki perjanjian itu! Bagaimana jika sebaliknya, kau yang memiliki perasaan lebih pada ku? Apa kau bisa menarik kembali perkataan mu itu? Menjadi kan nikah kontrak ini menjadi pernikahan yang sesungguhnya? Kita menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya! Sehidup semati, kita akan tetap bersama?" Daniel menurunkan Elis di pinggiran buthab.

__ADS_1


Daniel mencegah Elis untuk menyiapkan bak mandinya, Daniel melakukan sendiri untuk Elis, menyiapkan air di dalam buthab, tidak lupa pula ia menambahkan aroma vanila ke dalam air. Ia bahkan memastikan sendiri suhu airnya benar benar hangat, dengan menyelupkan jarinya ke dalam air.


Elis memperhatikan setiap gerak gerik Daniel, membuatnya sedikit bergetar dan terbuai. Namun dengan cepat pula ia menepis perasaan yang ia miliki untuk Daniel.


Gue harus bisa membentengi diri gue, yakin Tuhan jika Daniel ini bukan jodoh gue! Kita itu cuma nikah kontrak, gue di untungin dalam hal ini. Lo harus buat William bertekuk lutut, dan menyesal udah ninggalin gue di malam pertunangan. Enak aja... gue masih belum bisa terima apa yang udah Wiliam lakuin ke gue!


Daniel menjawil hidung Elis lalu berbisik di telinga Elis. "Baru juga aku katakan, kau sudah mulai terpikat oleh ku! Kau sedang memikirkan aku kan? Aku ada di hadapan mu sayang!" Daniel menarik dirinya, saat apa yang harus ia katakan, sudah ia sampaikan pada Elis.


"Tidak akan, aku tidak akan pernah ragu dan goyah pada pendirian ku! Sekali aku katakan tidak, maka hati ku pun akan berkata tidak! Aku tidak mencintai mu!" ucapnya lagi dengan tatapan penuh keraguan, Elis bahkan mengepalkan ke dua tangannya.


Daniel tersenyum puas. "Jangan kau pungkiri hati mu, sayang!"


Elis bahkan sampai mencondongkan tubuhnya ke depan, dengan tangan kiri yang menutupi bagian intinya, dan tangan kanannya tetap menahan selimut di dadanya, agar selimut itu tetap menutupi tubuh polosnya.


"Tidak apa, mungkin kau hanya kelelahan. Atau bisa juga ada yang luka! Nanti biar aku obati!" ucap Daniel dengan tulus, ini pasti karena semalam aku terlalu kasar bermain dengannya.


"Masa sih? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya." gumam Elis dengan pelan.

__ADS_1


Daniel mendudukan Elis di dalam buthab. Lalu berdiri dengan menyandarkan punggungnya pada dinding, dengan ke dua tangannya menyilang di depan dada. Tatapan hangat Daniel, mampu melelehkan hati Elis.


"Ehem ehem tunggu apa lagi, sana ke luar! Hus husss! Aku akan mandi nih!" Elis mengusir Daniel dari dalam kamar mandi dengan ke dua tangannya yang ia kibas kibaskan. Mengusir Daniel sudah seperti mengusir anak ayam.


"Mandi saja, aku tidak akan mengganggu mu!" ucap Daniel dengan kekeh, tidak ingin beranjak dari tempat ia berpijak.


"Danieeeeeel!"


Teriakan Elis menggema di dalam kamar mandi, dengan mata melotot pada Daniel, menunjukkan betapa marahnya ia pada Daniel.


Byuurrrr.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2