Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Antisipasi


__ADS_3

...💖💖💖...


"Ini adalah gedung, di mana Wiliam bekerja. Kau buka saja apa yang ada di dalam paper bag itu, aku harap kau bisa menjalankan tugas mu dengan baik!" ucap Daniel tanpa menoleh.


"Tugas apa Tuan?" Ella membola setelah membuka dan melihat isi paper bag yang ada di tangan nya.


Harus aku apa kan berkas ini? Ini berkas apa juga sih? Apa ini salah satu misi rahasia? batin Ella.


"Itu CV lamaran kerja, kau mencoba melamar kerja di sana. Melamar menjadi asisten Wiliam." terang Daniel.


"Apa? Jadi aku harus mencoba melamar menjadi asisten nya siapa tadi, Tuan?" tanya Ella dengan tatapan penuh tanya.


Otak Ella berfikir keras, mengingat ingat kembali nama orang yang di sebut kan Daniel tadi.


"Wiliam Smith, mencoba lah melamar menjadi asisten pribadi nya. Jika sampai kau berhasil mendapat kan jabatan itu, aku akan berikan kau 10 juta sebulan." ucap Daniel dengan datar.


"Kecil sekali Tuan. Tambahkan lagi, itu kurang besar nominal nya. Pekerjaan ku sangat berat kan? Maka dari itu, Tuan harus berikan aku 20 juta hehehe, kalo Tuan keberatan, aku gak masalah, aku pulang aja lah!" Ella meletakkan paper bag di atas dasbor mobil. Hendak ke luar dari mobil.


"Baik, aku setuju."


Daniel menyutujui nominal yang di inginkan Ella.


"Baik lah, saya akan coba masuk ke dalam. Mencoba melamar menjadi asisten pribadi nya Wiliam Smith." Ella menyambar kembali paper bag yang tadi ia simpan di dasbor mobil.


"Selamat menjalankan misi! Buat Wiliam tidak punya ruang untuk mendekati Elis. Jangan kan mencoba mendekati, kalo perlu jangan sampai dia memikirkan Elis!" ucap Daniel dengan penuh penekanan, mencengrammm keras setir kemudi nya.


"Bisa di atur, Tuan!" Ella mengacungkan jempol nya pada Daniel.


"Aku tunggu kabar dari mu, sekarang kau turun lah!" titah Daniel.


Ella turun dari mobil, meninggalkan paper bag dan mengambil isi berkas berupa CV lamaran nya, lamaran yang sudah di persiapkan Daniel.


"Aku tunggu kau di halte yang tidak berada jauh dari kantor ini." Daniel melajukan mobil nya, setelah mengatakan nya pada Ella.


Daniel menunggu kabar baik dari Ella, sementara menunggu. Ia memilih melihat apa yang di lakukan Elis di kantor lewat CCTV yang terhubung pada hape nya dengan ruang kerja Elis.


"Kau sungguh membuat aku berbuat nekat, sayang. Aku hanya ingin mengantisipasi akan sesuatu yang bisa saja terjadi. Jadi aku akan mencegah hal itu, jangan sampai terjadi pada pernikahan kita, pada hati mu yang bisa saja masih mengharapkan mantan kekasih mu itu!" gumam Daniel, melihat Elis yang tengah sibuk dengan laptop nya.


Dring dring dring.


"Bagaimana?" tanya Daniel, setelah menjawab panggilan telpon nya.

__ADS_1


[ "Apa aku bilang Tuan, untung aja nambah 20 juta, pasti berhasil lah. Ella gitu, mau coba di lawan." ] terdengar suara Ella yang tampak bangga dengan apa yang ia lakukan.


"Kapan kau mulai kerja? Sekarang kau di mana?"


Tok tok tok.


Jendela mobil samping kemudi di ketuk dari luar, membuat Daniel menoleh ke arah nya. Daniel menurunkan kaca mobil dan memutuskan sambungan telepon nya.


"Aku pintar kan, Tuan?" Ella tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Iya, kau pintar... cepat masuk ke mobil. Jangan sampai ada yang melihat mu masuk ke dalam mobil ku!" titah Daniel.


Ella mengangguk patuh, lalu masuk ke dalam kursi penumpang yang ada di depan.


"Bagaimana cara mu meyakinkan nya?" tanya Daniel ingin tau.


"Gampang aja Tuan, tinggal bilang kalo aku ini kenal baik dengan Nona Elis. Aku tahu semua rahasia Nona Elis. Dia langsung menerima ku sebagai asisten pribadi nya tanpa di tanya tanya dulu, bahkan tidak ada sesi tes kelayakan untuk menjadi seorang asisten pribadi nya." terang Ella panjang lebar.


Daniel yang berbiat melajukan mobilnya pun jadi menfurungkan nietnya.


"Apa maksud mu? Kenapa kau mengatakan hal itu pada nya? Kau cari mati, hah? Kau mau membantu nya mendekati Elis, istri ku?" cecar Daniel, tidak mengerti jalan pikiran Ella.


"Kau berani menyuruh ku?" tatapan tajam Daniel perlihatkan pada Ella.


...---...


Siang menjelang, Daniel bersiap menjemput Elis untuk makan siang bersama.


Tangan nya mengepal, saat melihat Wiliam ada di lobby kantor sang istri.


"Kenapa pria itu ada di sini? Jangan bilang ini bagian dari rencana Ella! Dasar bodohhh anak itu, kenapa malah membawa Wiliam ke kantor." gerutu Daniel dengan tidak senang.


"Sayang, kau sudah datang? Aku membuat mu menunggu lama ya!" seru Elis dengan manja.


Dito yang membawakan tas Elis, berjalan mengekori Elis nampak gusar, melihat Wiliam dan Daniel di waktu yang bersamaan.


Astagaaa akan ada badai besar ini. Badai atau sunami? Apa yang akan terjadi dengan Tuan dan Nona? Apa mungkin Nona yang mengundang Tuan Wiliam ke sini? Astagaaa Nona, ini sangat kacau, umpat batin Dito.


Dengan anggun nya, Elis berjalan ke arah Wiliam yang membawa buket bunga mawar kuning, sementara tidak jauh di belakang Wiliam ada Daniel.


Daniel yang berdiri dengan tangan membawa sekotak coklat, dan buket bunga mawar merah.

__ADS_1


Wiliam merentangkan ke dua tangan nya, dengan senyum mengembang.


"Aku tidak akan masalah, jika harus menunggu mu sampai sore, sayang!" ucap Wiliam dengan ke dua tangan merentang, senyum lebar terukir di sudut bibir nya.


Wiliam bersorak dalam hati, aku tidak menyangka, Elis masih mencintai ku meski diri nya sudah menikah dengan Daniel, supir sialannn.


Elis melirikkan ekor mata nya dengan malas pada Wiliam.


Astagaaa... dasar pecundang! Mau apa lagi pria penghianat ini ada di sini? Merusak suasana hati ku aja! maki Elis dalam hati.


Elis melewati Wiliam begitu saja, dan berhambur dalam pelukan Daniel.


"Aku merindukan mu, sayang! Kenapa kau tidak datang lebih awal untuk menjemput ku hem? Tidak kah kau merindukan ku?" ucap Elis dengan suara manja.


Dengan ke dua tangan melingkar di leher Daniel, Elis mengucup bibir Daniel dengan inisiatif nya. Di balas Daniel yang melumattt bibir Elis dan memperdalam lumatannn nya.


Wiliam berbalik badan, menatap kesal Elis dan Daniel dengan tangan mengepalll.


Bugh.


Dito menyenggol lengan Wiliam dengan sengaja.


"Maaf Tuan, saya tidak melihat anda." ucap Dito dengan tetap melangkah.


Dito tersenyum puas, emang enak ahaha. Siapa suruh kau masih punya muka untuk datang ke sini, dan menemui Nona Muda.


"Sialannn kau!" umpat Wiliam.


Dito menyerahkan tas Elis pada tangan Daniel yang terulur.


"Kerja mu sangat bagus!" puji Daniel pada Dito setelah melepaskan tautan bibir nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2