
...💖💖💖...
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Daniel dengan wajah panik, saat melihat Elis melepasss sabuk pengamannn nya. Sementara mobil belum juga Daniel lajukan.
"Aku, bertindak bodohhh! Terserah aku mau melakukan apa pun!" sungut Elis dengan marah.
Ceklek.
Elis membuka pintu mobil. Melepaskan sabuk pengamannn yang melilittt tubuh nya.
Grap.
"Apa yang mau kamu lakukan sayang?" tanya Daniel dengan tangan menggenggammm pergelangan tangan Elis, mencegas wanita hamil muda itu ke luar dari dalam mobil.
"Aku sudah katakan, terserah aku! Mengerti kamu!" seru Elis dengan nada tinggi, mencoba melepaskan tangan nya dari Daniel.
"Aku gak akan biarinin kamu ke luar dari mobil. Aku minta maaf, sayang! Aku hanya gak mau kamu pergi jauh dari ku, hilang dari pandangan ku, udah itu aja! Kamu ngerti aku kan? Kamu itu lagi hamil sayang, kamu harus ingat itu! Aku menghawatirkan kondisi kalian berdua!" seru Daniel panjang kali lebar.
"Yang kamu khawatir kan itu bukan aku, tapi anak yang ada dalam kandungan ini!" Elis menatap ke arah perut nya yang masih datar.
"Aku menghawatirkan kalian berdua, sayang! Please mengerti lah!" seru Daniel dengan mengiba.
"Aku awwhhhh uuuhh sakiiiit!" pekik Elis yang langsung memeluk perut nya yang begitu sakit.
"Sakit? Perut mu sakit sayang?" tanya Daniel dengan wajah panik.
"Masih berani tanya! Udah tau sakit juga, cepat jalan! Perut ku sakit!" seru Elis dengan masih sempat mengomel.
"Jalan ke mana?" tanya Daniel dengan wajah panik yang di sertai blank, otak nya seketika gak bisa mikir. Melihat sang istri yang kesakitan pada bagian perut bawah nya.
"Astagaaa hubby!" Elis menatap nya dengan marah, tangan kanan nya melayang ke udara, dengan tangan mengepalll.
"Iya iya iya kita langsung ke rumah sakit ya, aku takut terjadi apa apa dengan mu!" ucap Daniel panik, ia mulai mengemudi, dengan tatapan yang gak fokus.
"Jangan melihat ku terus hubby! Fokus lah pada jalan, ku tuh iihhhsss nyeselin banget! Cepat sedikit bawa nya, sakiiiiit!" omel Elis di tengah rintihannn nya menahannn sakit perut nya.
"Iya iya ini aku fokus, tapi fokus ku terbagi sayang! Aku sangat khawatir dengan mu, apa rasa nya sakit sekali?" tanya Daniel dengan tatapan yang sesekali ke ruas jalan dan sesekali melihat wajah Elis.
"Niiiil! Ini sakit banget!" Elis menjambakkk rambut Daniel.
Kepaka Daniel mengikuti pergerakan tangan Elis yang menjambakkk nya dengan cukup kencanggg.
"Awwwwhhhh sayang! Kenapa kau menjambakkk rambut ku? Aku kan sudah minta maaf sayang?" rengek Daniel.
__ADS_1
Tangan kanan Daniel fokus pada setir kemudi, dan tangan kiri Daniel memegangi jemari Elis yang masih betah menjambakkk rambut nya.
"Aku gak perduli, ini sakit banget Nil... aku gak pernah kaya gini lo!" gerutu Elis dengan suara manja nya, bahkan ke dua mata indah nya kini berkaca kaca, menahannn tangis nya.
"Aduuuh ada apa dengan mu sayang, sabar ya, ini rumah sakit nya udah mau nyampe." Daniel menunjuk bangunan rumah sakit, yang hanya tinggal beberapa kilo meter ada di depan nya.
"Ya udah cepat jalan nya, tapi hati hati! Aku belum siap mati Nil!" seru Elis dengan suara bergetar, dengan di susul isakan dari bibir mungil nya.
"Apa sih sayang! Kamu gak akan kenapa kenapa! Berdo'a ya! Jangan kenapa kenapa ya sayang! Nanti akan di periksa dokter Zee!" seru Daniel, menatap Elis dengan penuh cinta.
Tangan kiri Daniel kini mengelusss perut Elis yang masih rata, dengan tatapan penuh harap.
'Tolong selamat kan nyawa calon bayi ku, Tuhan! Jangan kau siksaaa istri ku dengan sakit perut nya, kalo mau... siksaaa aja aku dengan sakit perut. Aku gak tega melihat Elis yang kesakitan!' batin Daniel dengan mengiba.
"Hubby, apa kau benar benar mencintai ku? Bagaimana jika terjadi hal buruk dengan nya? Apa kau masih menginginkan ku?" tanya Elis.
Elis menatap perut nya yang rata, di sertai bulir bening yang menerobosss pelupuk mata nya, berusaha tersenyum meski ia paksaaa kan.
Daniel memicingkan mata dengan kepala menggeleng.
"Kamu ngomong apa sih sayang? Jangan ngaur, kamu dan baby utun gak akan apa apa! Kalian akan baik baik aja!"
Pluk.
Mobil Daniel berhenti, tepat di depan ruang UGD, ia langsung membunyikan klakson mobil nya berkali kali sambil berteriak.
Tin tin tin tiiiiiin.
"Dokter, tolong istri ku!"
Daniel langsung ke luar dari mobil, menyerahkan kunci mobil nya pada seorang satpam yang langsung menghampiri nya.
"Tolong urus mobil ku ya pak!" seru Daniel dengan wajah panik nya.
Daniel menggendong Elis turun dari mobil, membaringkan tubuh nya di atas berangkar dengan hati hati. Saat dua orang suster mendorong brangkar yang memang di peruntukan untuk pasien.
Daniel dan dua orang suster, mendorong berangkar menuju ruang UGD.
"Tolong periksa istri saya sus!" titah Daniel, jemari nya menggenggammm jemari Elis yang kini mendingin.
"Ada apa dengan pasien ya pak?" tanya suster yang berada di sisi lain berangkar.
"Tadi mengeluh sakit perut sus!" jawab Daniel.
__ADS_1
"Apa istri bapak ini sedang hamil?" tebak suster satu nya.
"Benar sus!" jawab Daniel.
"Mohon bapak tunggu di luar, biarkan dokter yang akan memeriksa kan keadaan istri anda di dalam!" seru seorang suster, dengan berusaha menutup pintu UGD, karena Daniel ingin ikut serta menerobosss masuk.
"Saya mau temenin istri saya, sus!" kilah Daniel, gak mau kalah dengan suster.
"Bapak sebaik nya urus biaya administrasi aja! Biar kami yang akan membantu dokter menangani istri bapak." seru suster itu dengan menatap jengkel Daniel.
'Laga nya aja orang kaya, di kasih tau ngeyel. Dasar orang kaya banyak duit! Beda lah sama gue yang cuma apa lah!' gerutu suster.
Brak.
Pintu UGD di tutup dari dalam, seiring menghilang nya Elis dari pandangan Daniel.
"Sialll itu suster, di kata gue gak punya duit kali mah! Gue mau temenin istri gue!" protes Daniel meski gak membuah kan hasil.
Daniel mengurus biaya administrasi rumah sakit untuk Elis. Setelah menunggu cukup lama di depan ruang UGD, pintu di buka dari dalam. Nampak seorang wanita yang sangat di kenal Daniel dengan jubah putih, tersungging di hadapan nya.
"Elis gimana, Zee?" tanya Daniel dengan cemas.
"Panggil aku dokter, aku ini sedang tugas!" seru dokter Zee, yang membuat Daniel menatap nya dengan jengkel.
"Apa masih harus di permasalahkan? Aku ingin tau keadaan istri dan baby utun ku, mereka berdua gak apa apa kan?" tanya Daniel, mengikuti dokter Zee masuk ke dalam ruang UGD.
"Duduk dulu, biar aku jelaskan kondisi mereka berdua." titah dokter Zee, setelah mendaratkan bobot tubuh nya di kursi.
"Katakan pada ku, bagaimana kondisi mereka berdua? Langsung jawab, jangan berbelit belit Zee!" tanya Daniel gak sabaran, setelah ia menuruti perkataan dokter Zee untuk duduk di kursi yang ada di hadapan nya.
"Jadi begini Tuan Daniel!" dokter Zee menggnatung perkataan nya, menoleh. ke arah Elis yang masih berada di atas berangkar setelah mendapat tindakan.
"Apa? Jangan membuat ku jantunga Zee! Katakan ada apa dengan mereka berdua?" tanya Daniel dengan ke dua tangan bertautannn di atas meja, lalu mengikuti tatapan dokter yang jatuh pada Elis.
"Elis mengalami kram pada bagian perut nya." jelas dokter Zee.
"Kram perut? Apa bahaya? Kenapa bisa kram? Tapi mereka berdua saat ini baik baik aja kan? Kenapa Elis masih memejam kan mata nya?" cecar Daniel gak sabaran.
Bersambung...
...💖💖💖...
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...