Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Penyusup


__ADS_3

...💖💖💖...


Kini dokter Zee dan Daniel sama sama menatap ke arah Elis, yang tampak lebih tenang setelah di berikan obat penenang.


"Sejauh mana kau mengenal Wiliam dan Elis?" tanya Daniel tiba tiba.


"Ada apa kau tanyakan itu?" tanya dokter Zee dengan tatapan menyelidik.


"Kalo kau tidak mau mengatakan nya, aku tidak masalah. Akan aku cari tau sendiri dengan cara ku!" ucap Daniel datar, lalu beranjak dari duduk nya, hendak mengayunkan langkah kaki nya.


"Cara mu bicara, mengingatkan aku akan sosok Wiliam. Dia sama seperti mu, melakukan berbagai cara untuk membuat Elis tetap berada di sisi nya. Bahkan ia membuat ku dengan Elis menjarak, mengingat aku yang akan menjadi penghalang hubungan nya dengan Elis." cicit dokter Zee.


Melihat dokter Zee yang akhir nya bersuara, membuat Daniel kini urung melangkah, ia bahkan kembali mendudukkan diri nya di sofa, menatap dokter Zee dengan serius.


"Kenapa? Tadi bukan nya kau ingin pergi?" sindir dokter Zee.


"Gak usah berdebat, katakan saja apa yang kau ketahui." jelas Daniel, tidak ingin mengulur waktu.


"Elis itu pintar, di balik sifat nya yang manja, ada sisi lain yang tidak orang lain tau selain orang itu sudah mengenal nya. Elis bahkan rela memberikan uang jajan nya pada ku... untuk aku bisa melanjutkan kuliah ku. Pasti lah Elis akan berbuat jauh untuk Wiliam, orang yang kala itu sangat di cintai nya." ujar dokter Zee, menatap Daniel dengan penuh selidik.


"Aku sudah tau itu." sungut Daniel ketus.


"Tapi kau tenang aja, selama mereka berhubungan. Elis paling tidak ingin di sentuh, ia hanya akan menyerahkan keperawanannn nya pada pria yang kelak akan menjadi suami nya." ucap dokter Zee, melihat wajah Daniel yang tampak masih datar, dan tidak terkejut mendengar nya.


"Aku sudah tau itu, dokter!" seru Daniel, tanpa memalingkan wajah nya dari Elis.


"William adalah pria yang nekat, dia bisa saja menyakiti Elis, untuk dapat membuat nya menjadi milik nya kembali."


Dreet dreet dreet.


Hape Daniel berdering.


"Maaf dokter Zee, pembicara kita harus berakhir. Tapi lain waktu, aku pasti akan sering sering menghubungi mu untuk kepentingan Elis." Daniel langsung meninggalkan kamar tamu, meninggalkan Elis dan dokter Zee.

__ADS_1


"Dasar pria sok sibuk. Bisa bisa nya Elis menikah dengan pria itu!" gerutu dokter Zee.


Daniel langsung menjawab telpon nya, begitu ke luar dari kamar tamu, melangkah menuju ruang kerja nya.


^^^"Ada apa lagi, Ella?" tanya Daniel, saat ini orang yang menghubungi nya adalah Ella.^^^


[ "Aku harap Tuan berhati hati dengan orang baru di sekitaran Tuan dan Nona. Bisa saja orang itu adalah orang suruhan Tuan Wiliam." ] ucap Ella.


^^^"Aku sudah tau orang yang dikirim Wiliam untuk menyusup di antara hubungan ku dengan Elis." ucap Daniel datar.^^^


[ "Apa Tuan sudah bertemu dengan wanita itu? Dia tenaga ahli dalam bidang yang ia geluti, wanita itu sudah lama kenal dengan Tuan Wiliam dan Nona Elis." ]


Daniel mengumpat dalam batin nya. 'Orang yang ahli dalam bidang nya, bisa saja dokter Zee, dia juga sudah kenal lama dengan Elis. Atau gadis yang tadi sore kami temui di mall. Tapi filing ku mengarah pada gadis itu, Mela. Ah sialll, sekarang aku malah jadi ragu. Siapa sebenar nya yang menjadi orang suruhan Wiliam!'


[ "Halo Tuan, kau masih mendengar ku kan Tuan?" ] seru Ella, saat telinga nya tidak mendengar jawaban apa pun dari lawan bicara nya di telpon.


^^^"Iya, aku mendengar mu. Kau lakukan saja tugas mu dengan baik di sana, jangan sampai kau ketahuan. Kau harus berhati hati Ella, jangan mengaggap remeh Wiliam. Dia saja bisa lolos dari kasus yang menjerat nya dengan mudah, pasti ada orang kuat di belakang nya."^^^


^^^"Hem!"^^^


Daniel langsung memutuskan sambungan telepon nya. Kini ia sudah berada di ruang kerja nya, dengan pak Didi yang berdiri di depan meja kerja nya.


"Apa ada tugas yang akan Tuan berikan pada saya?" tanya pak Didi, saat melihat Tuan nya sedikit gusar.


"Mulai sekarang, jika ada kiriman apa pun itu yang menyangkut Elis. Perlihat kan dulu pada ku, kau mengerti?" titah Daniel tegas, gak mau di bantah.


"Saya mengerti Tuan!" ucap pak Didi.


"Ke luar lah!" Daniel mengibaskan tangan nya, mengusir pak Didi dari hadapan nya.


Kini Daniel menatap layar laptop nya, mengarahkan CCTV yang ada di dalam kamar tamu.


"Apa yang di lakukan dokter Zee, apa yang ia bisikkan di telinga Elis?" tatapan tajam Daniel mengarah pada dokter Zee, yang berbisik di telinga Elis.

__ADS_1


Tangan Daniel mengepalll. "Awas saja jika sampai dokter Zee bermain main di belakang ku, menghasut Elis untuk meninggalkan ku!" ucap Daniel geram.


Dokter Zee yang sudah merasa aman dengan kepergian Daniel. Kini membuang nafas lega.


Dokter Zee beranjak dari duduk nya, seringai terbit di sudut bibir nya.


"Hai Elis, akhir nya kita bertemu lagi. Hanya ada kau dan aku, di kamar ini! Apa kau tidak merindukan aku, sahabat lama mu?" seru dokter Zee, meski ia tahu Elis masih dalam keadaan terpejam.


Dokter Zee mencondongkan tubuh nya, lalu berbisik di telinga Elis.


"Aku lelah berpura pura baik, tapi kau memang terlalu bodoh, atau kau ingin di bilang gadis polos? Wanita polos yang berhak di cintai Daniel? Dulu kau dengar mudah nya merebut Wiliam dari Stefani, dan sekarang kau berhasil menjadi Nyonya Daniel Wijaya! Sungguh luar biasa Elisabeth Sadiki!" ucap dokter Zee, tatapan nya memancar kan aura permusuhan pada Elis.


'Jika bukan Wiliam yang mengatakan nya pada ku, mana mungkin aku bisa menjadi dokter di rumah sakit itu! Kau tau Elis, aku lebih maju satu langkah dari mu!' batin dokter Zee.


Dokter Zee mendudukkan diri nya di tepian ranjang, mengelusss lengan Elis. "Cepat lah sembuh ya Elis! Maaf ya, aku tidak bisa menunggu mu sampai siuman. Karena masih banyak oasien ku yang menunggu kehadiran ku!" ucap dokter Zee selembut mungkin.


Ceklek.


"Sedang apa kau di sana, dokter Zee?" tanya Daniel, begitu pintu ia buka lebar, menatap dokter Zee dengan penuh tanya.


"Aku sedang berpamitan pada sahabat ku, apa perlu aku berpamitan juga dengan mu?" tanya dokter Zee, dengan berlenggang berjalan ke arah Daniel berada.


'Untung saja, aku menyadari ada yang tidak beres dengan kamar ini!' batin dokter Zee, berjalan dengan tenang.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...

__ADS_1


__ADS_2