Menikahi Nona Muda Manja

Menikahi Nona Muda Manja
Bekerja untuk ku


__ADS_3

...💖💖💖...


"Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan Tuan. Mau di persilahkan masuk, atau di suruh tunggu di bawah?" tanya pak Didi, yang kini sudah berdiri di depan Daniel.


"Ada yang mencari ku? Siapa?" tanya Daniel dengan kening mengerut.


Bukan pak Didi yang menjawab pertanyaan Daniel. Melainkan Elis yang kini angkat bicara, dengan tatapan sinis mengarah pada Daniel.


"Tamu nya wanita atau pria pak? Jika itu wanita, gak usah banyak mikir lagi pak, langsung aja suruh masuk! Aku juga pengen lihat, sejauh mana hubungan Tuan mu ini dengan wanita lain di luaran sana!" ucap Elis dengan dingin.


"Ahahhaha, apa kau pikir aku sedang menghianati mu, sayang?" tanya Daniel setelah berhasil menghentikan tawa nya.


"Bisa saja kan, kau ingin bertemu dengan simpanan mu! Namun terhalang dengan aku yang sakit, dan dengan kedatangan dokter Zee juga!" seru Elis dengan tatapan menusuk Daniel, ia bahkan menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada.


"Jadi, bagaimana Tuan?" tanya pak Didi, meminta persetujuan Tuan nya, Daniel.


"Seperti apa yang di katakan, Nona! Lakukan apa yang ia perintahkan pada mu!" ucap Daniel, dengan sudut bibir yang ia tarikkk ke atas.


'Elis pasti sedang menuduh ku berselingkuh di belakang nya! Dasar wanita, diam diam pencemburu juga.' batin Daniel tertawa puas.


Dokter Zee memandang Daniel sekilas, lalu menatap Elis. 'Apa yang ada dalam pikiran Elis sih! Apa sebegitu mencintai suami nya, sampai takut penghianatan terulang kembali?'


"Kenapa kau jadi melibatkan ku, Elis?" tanya dokter Zee, dengan suara pelan, menatap Elis dengan menyelidik.


"Maaf, aku tidak bermaksud menyeret mu, Zee!" seru Elis dengan tatapan teduh.


Elis mengumpat dalam hati. 'Dasar bodohhh, kenapa aku melakukan hal bodohhh. Biar saja jika Daniel ingin menemui wanita, mau itu seorang wanita atau wanita wanita lain sekali pun. Apa perduli ku! Gak salah kalo Daniel mengatakan aku takut di khianati, karena kebodohan ku! Dasar kau Elis!'

__ADS_1


"Aku berubah pikiran, temui sana. Wanita simpanan mu itu!" ucap Elis, menatap Daniel dengan acuh.


"Kau berubah pikiran, Elis? Sebenar nya ada apa sih dengan hubungan kalian? Aku jadi bingung." gumam dokter Zee.


"Tidak usah bingung, anggap saja perubahan sikap Elis ini adalah bawaan dari kandungan nya! Bukan begitu sayang!" seru Daniel, yang kini mendaratkan tubuh nya di atas kasur.


"Mau apa kau! Turun dari ranjang ku!" titah Elis, memutar bola mata nya malas, melihat apa yang di lakukan Daniel di samping nya.


Bukan nya turun dari ranjang. Tapi Daniel kini menarik Elis ke dalam dekapan nya, setelah ia ikut menyandarkan punggung nya pada kepala ranjang.


"Daniel!" seru Elis, mencoba menjauhkan tubuh Daniel dari nya.


"Aku baru lihat ada pasangan aneh seperti kalian!" gumam dokter Zee.


Ceklek.


Pintu di buka dari luar.


Mela seakan hilang rasa canggung nya pada Elis dan Daniel, saat melihat ke dua nya tengah berpelukan dengan mata dan kepala nya sendiri di atas tempat tidur.


Mela merasa sudah kenal mereka berdua. Namun kening nya mengkerut mendapati seorang wanita dengan jubah dokter duduk tidak jauh dari ranjang.


"Apa yang dokter lakukan di sini? Siapa yang sakit, Elis atau Daniel?" tanya Mela, menatap Elis dan Daniel bergantian.


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan!" ucap Elis, menjauhkan tubuh nya dari Daniel.


"Kenapa sayang? Toh wanita ini juga tau kita suami istri!" seru Daniel dengan santai

__ADS_1


"Tau dari mana kau alamat ini? Siapa yang sebenar nya ingin kau temui?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.


"Tentu saja aku ingin bertemu dengan kalian berdua! Bisa kan kalian mempekerjakan aku!" pinta Mela dengan mata mengerjap erjap, memasang wajah sendu pada ke dua nya.


"Apa?" tanya Elis dengan menganga.


"Aku tidak butuh orang baru! Kau pinta saja pada dokter, mungkin dia membutuhkan seorang asisten!" ucap Daniel, dengan ekor mata melirik ke arah dokter Zee.


"Hei! Kenapa jadi aku?" dokter Zee menunjuk diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya.


"Apa di sini ada dokter lain selain diri mu, dokter Zee?" tanya Daniel dengan senyum menyeringai.


Elis mencubit paha Daniel dengan gemasss.


"Awwhhhh, aku salah apa lagi sayang!" pekik Daniel, mengelusss paha nya yang di cubit Elis.


"Biar dia bekerja untuk ku! Menjadi sekretaris mu di kantor!" titah Elis tanpa mau mendengar penolakan dari Daniel.


"Apa? Gak bisa gitu! Aku sudah ada Arsandi!" tolak Daniel mentah mentah.


"Sudah di putuskan, kau akan menjadi sekretaris ke dua di kantor suami ku! Tugas mu ikuti kemana pun ia saat sedang jauh dari ku!" titah Elis dengan tegas.


...💖💖💖...


Bersambung...


Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau 🤭🤭

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...


__ADS_2