
...💖💖💖...
Mela menunduk hormat, saat diri nya berpapasan dengan Daniel di lorong kantor.
"Pak!" seru Mela dengan kepala menunduk hormat.
"Hem... kamu ngapain lagi berkeliarannn? Ini masih jam kantor kan?" tanya Daniel dengan melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.
"Beli ini pak! Minuman yang menyejuk kan hati di kala gersang." Mela menyeruput kembali es doger yang baru aja ia beli.
"Beli di mana kamu? Di kantin seperti nya gak ada yang jual itu." tanya Daniel dengan penuh selidik.
'Kaya nya segerrr banget, aku jadi pengen.' batin Daniel menelan saliva nya dengan sulit.
"Di kantin gak ada pak, ada nya di depan kantor kita, itu penjual nya suka mangkalll di depan gerbang kantor." ujar Mela.
Daniel tampak mengagguk kan kepala nya, mengerti.
"Saya duluan pak." Mela izin undur diri dari hadapan Daniel.
"Nanti aja lah saya cari Arsandi lagi, lebih baik saya ke depan gedung. Mencari es yang di beli Mela." gumam Daniel, berjalan dengan pasti menuju lift, tujuan nya kini es doger yang mangkalll di depan kantor.
Tatapan Daniel mengedar saat berdiri di depan pintu utama kantor. Mengundang tanya para karyawan dan juga pak satpam yang tengah bertugas.
__ADS_1
"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak satpam.
"Ah kamu, apa lihat penjual es doger? Kata Mela, orang itu suka mangkalll di depan gerbang kantor. Tapi kok gak ada ya!" seru Daniel dengan celingukan, mencari cari keberadaan es doger.
"Waaah bapak telat, baru aja orang nya jalan keliling pak. Apa bapak mau saya susul es doger nya? Paling masih deket deket sekitaran kantor pak." usul pak satpam.
"Ya udah, kamu cari gih, kalo udah dapet... langsung antar ke ruangan saya ya!" titah Daniel, menyerahkan lembaran uang merah pada pak satpam.
"Siap pak, saya cari dulu pak!" seru pak satpam dengan semangat 45, menjalankan tugas baru nya mencari penjual es doger yang lagi keliling.
Daniel langsung kembali ke ruang kerja Arsandi, melihat nya apa sudah kembali ke ruangan nya. Dan hasil nya Arsandi belum kembali. Tidak ada di ruangan nya.
"Dasar bodohhh, kemana lagi Arsandi!" umpat Daniel kesal, saat Arsandi belum juga ada di ruang kerja nya.
Daniel terperanjat kaget. "Kau mengagetkan ku Ella! Jangan muncul seperti hantu kamu! Mau buat saya berumur pendek heh!" omel Daniel dengan wajah kesal.
"Maaf pak, gak sengaja. Bapak sedang apa di depan ruang kerja pak Arsandi?" tanya Ella ingin tau.
"Sudah pasti saya kembutuhkan nya, maka nya saya mencari nya!" gerutu Daniel.
"Kaya nya pak Arsandi ada di ruangan Mela, pak. Coba aja bapak cari di sana, kali aja ketemu." ucap Ella, dengan kemungkinan Arsandi yang ada di ruangan Mela.
Daniel mengerutkan kening nya, menatap dengan penuh selidik. "Apa iya, Arsandi ada di sana? Untuk apa bocah itu di ruangan Mela?" tanya Daniel yang masih bisa di dengar Ella.
__ADS_1
"Paling masalah revisi laporan keuangan pak." ucap Ella.
Daniel berlalu, tanpa berkata apa apa pada Ella.
"Apa yang di lakukan Arsandi ya? Apa bocah itu sudah mengutarakan isi hati nya pada Mela?" gumam Daniel dengan isi di kepala penuh tanya.
Sementara Elis dan papa Brian kini sedang bersama dengan relasi bisnis nya yang baru.
Meeting berjalan dengan lancar, tanpa kendala dengan hasil yang cukup memuaskan. Kesepakatan terjadi di antara ke dua belah pihak.
"Pak Brian dan Nona Elis, setelah ini mau ke mana lagi?" tanya Arif yang kini berjalan saling beriringan dengan Brian, sementara Elis mengekor di belakang bersama dengan Refan.
"Kami masih ada beberapa meeting lagi di dekat sini, pak." ucap papa Brian.
"Sangat padat ya jadwal kalian. Emmm ngomong ngomong Nona Elis, di mana suami anda? Apa Tuan Daniel gak menemani anda?" tanya Arif dengan tatapan menyelidik.
Bersambung...
...💖💖💖...
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1