
...💖💖💖...
"Aku salah apa lagi?" tanya Daniel pada diri nya sendiri.
Brak.
Elis menutup pintu dengan membanting nya keras.
"Astagaaa Elis! Kau mau membuat jantung ku berlari dari tempat nya apa!" umpat Daniel.
Daniel menggaruk kepala nya dengan frustasi.
"Astagaaa apa begitu mood wanita hamil, berubah cepat sekali. Sebentar manja, sebentar cengeng, sebentar marah marah gak jelas, astagaaa... Tuhan, jangan kau siksa aku dengan sikap istri ku yang gak jelas!" do'a Daniel dengan ke dua tangan yang mengadah, berdo'a pada sang pencipta.
Daniel tidak mendapati Elis di meja makan. Membuat nya bertanya pada koki Adi yang berada di dapur entah apa yang ia buat.
"Istri ku ke mana koki Adi?" tanya Daniel.
Daniel mendaratkan tubuh nya di salah satu kursi di ruang makan. Sudah terdapat banyak sajian yang tampak lezat, dan pasti nya menggugah selera siapa saja yang melihat masakan itu.
"Ada di taman belakang, Tuan." jawab koki Adi.
"Kalo pak Didi ke mana? Tumben gak kelihatan batang hidung nya." tanya Daniel lagi, yang memilih beranjak dari duduk nya dengan kening mengkerut, melihat apa yang tengah di masak koki Adi.
"Ada di taman belakang juga, Tuan. Menemani Nona Elis."
"Uwweeeekkk uuweeeek!" Daniel yang merasakan mual, langsung berlari ke arah westafel yang ada di dapur.
__ADS_1
"Tuan kenapa Tuan? Apa Tuan sakit?" tanya asisten koki, yang kini membawakan segelas air hangat untuk Tuan nya.
"Siapa yang menyuruh mu masak itu? Bau sekali! Menjijikan!" ucap Daniel dengan tatapan tidak suka pada kepiting yang ada di dalam wajan, yang tengah di masak koki Adi.
Daniel mengembalikan gelas yang sudah tandas isi nya pada asisten koki. Lalu membiarkan asisten koki melakukan tugas nya kembali di dapur.
Koki Adi mengerutkan kening nya, mendengar perkataan Daniel. Namun tangan kanan nya tetap lincah memainkan spatula, dan membolak balikkan masakan yang tengah ia masak.
'Apa aku gak salah dengar ya? Kepiting menjijikan, Tuan Daniel kan suka banget sama kepiting saus padang. Kenapa sekarang malah bilang menjijikan?' pikir koki Adi dalam benak nya.
"Nona Elis, Tuan. Nona bilang ingin makan kepiting saus kecap." jawab koki Adi dengan ragu.
Daniel membola sempurna, dengan mulut menganga.
"Apa? Elis yang menginginkan nya? Kepiting saus kecap? Astagaaa yang benar saja, mana ada kepiting saus kecap, kau ini jangan mengada ada koki!" seru Daniel dengan tatapan meremehkan.
"Saya gak berani bohong, Tuan. Justru kepiting ini, hasil pilihan dari Nona Elis sendiri." ucap koki Adi, mencoba menjelaskan pada Tuan nya.
"Iya iya iya apa pun itu. Lanjutkan saja tugas mu!" ucap Daniel yang melenggang ke arah taman belakang, lalu mengerdilkan bahu nya saat melewati dapur itu kembali.
"Kenapa Nona dan Tuan tampak aneh sekali ya koki? Ini masih pagi loh!" ucap asisten koki, menggaruk kepala nya dengan frustasi di sertai wajah bodohhh nya.
"Kau tidak dengar apa yang di katakan Tuan, lanjutkan saja tugas mu!" ucap koki Adi, mengejek asisten nya.
"Didi, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Daniel, menggema setelah melihat Didi, pria paruh baya yang tengah ia cari keberadaan nya tadi.
Daniel mengayunkan langkah kaki nya, melihat lebih jelas dan lebih dekat ke arah pak Didi yang tengah berjongkok di taman mini.
__ADS_1
"Daniel! Kau sedang apa di sini? Pergi sana, cari uang yang banyak. Pagi pagi bukan nya ke kantor malah asik di taman! Kurang kerjaan kamu?" cecar Elis, yang baru aja ke luar dari kamar kecil yang ada di taman belakang.
'Sejak kapan Elis jadi mata duitan? Gak tau apa ya, harta ku tidak akan habis untuk diri nya!' batin Daniel, menggaruk kepala nya yang gak gatal.
"Iya nanti aku akan ke kantor, tapi kita sarapan dulu yuk sayang!" bujuk Daniel yang kini berbelok arah, berjalan menghampiri Elis dan mengabaikan apa yang di lakukan pak Didi.
"Ingat ya, sampai di kantor langsung kabari aku! Awas aja kalo kamu sampai mengabaikan pesan ku!" ancam Elis dengan tatapan tajam pada sang suami.
"Iya sayang! Kita sarapan bareng yuk!" bujuk Daniel dengan tatapan penuh perhatian.
Daniel menggandeng Elis dengan satu tangan yang merekattt pada pinggul Elis.
"Apa kau meminta koki Adi untuk masak kepiting saus kecap, sayang?" tanya Daniel dengan ragu.
Elis mengadahkan wajah nya, menatap Daniel. "Iya, itu sangat enak sayang! Lezat sekali pasti nya! Kita makan kepiting saus kecap aja yuk!" seru Elis dengan tatapan berbinar, membayangkan lezat nya kepiting saus kecap.
"Apa itu sudah pasti enak, sayang?" tanya Daniel dengan menelan saliva nya dengan sulit.
...💖💖💖...
Bersambung...
Pembaca yang budiman, yang paling anteng tanpa like dan tanpa komen. Ini beneran lo pada anteng bangat, ngapa kaga ada yang komen si? Author gabut nungguin tau ðŸ¤ðŸ¤
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata, bukan sebuah kenyataan...
__ADS_1