Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 104. Semoga Bisa Istiqamah


__ADS_3

Di Rumah Sakit Surya Jaya, terlihat seorang dokter cantik yang sedang memeriksa pasiennya. Ia adalah Linda dan Almaira juga sudah kembali bekerja lagi, tetapi pertemuannya dengan Linda menjadi sangat berkesan.


Setelah usai memeriksa pasiennya, dengan tiba-tiba saja Almaira datang ke dalam ruangannya dan membuat Linda merasa bahagia.


"Almaira, kamu sudah kembali bekerja lagi?" tanya Linda yang disertai dengan wajah kegembiraan.


"Iya, Lin. Bagaimana kabar kamu?" tanya Almaira sembari duduk di kursi yang berhadapan dengan Linda.


"Alhamdulillah, baik. Kamu sama kandungannya gimana?" tanya Linda karena selama dua minggu ini Almaira mengambil cuti.


"Alhamdulillah, sehat-sehat," jawab Almaira dan ia merasa ada yang aneh dari sahabatnya. Lantas Almaira melihat Linda dan mencari jawabannya.


"Masya Allah, Lin. Kamu cantik sekali, dari kapan kamu memakai pakaian yang indah ini? " tanya Almaira dan ia baru menyadari bahwa sahabatnya itu mulai merubah penampilannya.


Linda tersenyum. "Belum lama, dari sejak kamu ngambil cuti, aku sudah mengenakannya? Mulai dari sekarang, aku sadar bahwa menutup aurat itu sangat penting. Seperti yang kamu katakun sedari dulu," tutur Linda yang menyadari kesalahannya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa melakukannya. Semoga bisa Istiqomah, Lin." Almaira tersenyum kepada sahabatnya, ia sudah mengangap Linda sebagai keluarga. Maka dari itu, ia sangat menyayanginya.


"Aamiin, terimakasih Almaira. Tolong maafkan aku juga karena baru sakarang aku menuruti ucapanmu," lirih Linda sembari tertunduk.


"Iya, enggak apa-apa," jawab Almaira yang tetap tersenyum.


"Tapi aku sudah terlambat menyadarinya dan baru sekarang aku bisa menutup auratku walaupun belum sempurna," ucap Linda yang juga merasa malu karena Almaira selalu saja mengingatkannya dengan cara pakainya yang dulu. Namun, Linda enggak menurutinya sehingga baru kali ini ia menyadarinya.


Almaira kembali tersenyum. "Tidak ada kata terlambat, kamu yang berani menjadi diri yang lebih baik lagi. Berarti kamu belum terlambat karena Allah Subhanahu Wa ta'ala juga masih menerima kesempatan dan pintu yang terbuka lebar bagi umatnya yang masih ingin bertaubat dan mengambil jalan yang benar."


Linda nampak mengerti dengan semua penjelasan dari Almaira dan ia pun memeluk tubuh sahabatnya dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih untuk semua nilai-nilai agama yang telah Maira berikan kepadaku selama ini," ucap Linda.


"Sama-sama, Lin. Sesama teman dan umat muslim, kita harus saling mengingatkan dan membantu," balas Almaira dan menerima pelukan dari sahabatnya dengan sangat senang.


"Lin, maaf, yah. Maira harus kembali bekerja, takutnya dimarahi sama atasan. Masa baru masuk kerja lagi, udah malas-malasan," ucap Almaira yang di selingi dengan canda dan tawa.


Mendengar kata atasan, Linda kembali teringat kepada Dokter Aditya. Namun, dengan sebisa mungkin Linda menyengkalnya.


"Iya, Maira. Akan tetapi, kamu jangan terlalu kecapean karena itu akan tidak baik bagi kandunganmu yang masih muda ini," tutur Linda memperingati sahabatnya yang sedang hamil muda.

__ADS_1


"Baik, Lin. Terimakasih sudah mengingatkanku," balas Almaira dan ke luar dari ruangan Linda. Kemudian, Almaira pun kembali memeriksa pasiennya.


***


Tidak terasa hari sudah mulai sore dan Almaira memilih pulang lebih dulu karena ia membutuhkan istirahat yang cukup, sedangkan Linda harus lembur karena ada pasien yang akan melahirkan.


"Lin, aku pulang duluan. Maaf yah, aku tidak bisa menunggumu," ucap Almaira di saat bersama dengan Linda, di lorong rumah sakit.


"Iya, tidak papa, Maira. Kamu hati-hati di jalannya, yah. Eh, pulangnya sama siapa, Almaira?" tanya Linda karena takutnya Almaira pulang sendirian.


"Sama Mas Alvian, kayaknya dia sudah menungguku di depan," jawab Almaira dan membuat Linda tersenyum.


"Aku pamit dulu ya, Lin. Assalamualaikum," ucap Almaira dan Linda pun mengangguk.


"Wa'alaikumsalam." Mendengar jawaban salam dari Linda, lantas Almaira pun mulai pergi meninggalkannya.


Sesampainya Almaira di parkiran, Alvian sudah menunggunya dan ia pun segera menghampiri suaminya itu.


"Assalamualaikum, Mas," ucap Almaira dan mengambil tangan suaminya serta mencium punggung tangannya.


"Wa'alaikumsalam." Alvian menjawab salam dari istrinya dan tersenyum.


"Belum, baru saja Mas sampai di sini," jawab Alvian dan membukakan pintu mobil untuk istrinya sehingga dengan mudah Almaira masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, Alvian juga masuk ke dalm mobil dan mengendarai mobilnya.


Kembali lagi kepada Linda. Sekarang sudah jam enam sore, Linda sedang menangani pasiennya yang baru saja pembukan empat dan Linda harus menunggu lama, sedangkan pasien tidak mau pulang dan tetap di rumah sakit sebelum anaknya bisa lahir, padahal pembukaannya baru pembukaan empat.


Pada pembukaan sepuluh terjadi pada pukul delapan malam, dan pada saat itu pula Linda membatu proses lahiran. Pada akhirnya Linda berhasil menyelamatkan anak ibu itu, sedangkan ibunya sangat bahagia dan terbaring lemas di atas tempat tidur pasien.


Untuk itu, Linda ikut gembira atas kehadiran bayi yang baru lahir ini. Pada saat itu, Linda sangat bahagia karena perjuangan seorang ibu itu sangatlah besar.


Setelah selesai menangani pasien dan dilanjutkan oleh suster juga dokter lainnya, barulah Linda bisa pulang. Namun, di saat ia hendak pulang. Mobilnya bermasalah dan ternyata ban mobilnya kempes sehingga Linda tidak bisa menggunakan mobilnya karena ia juga tidak membawa ban serep.


Tidak jauh dari sana, Aditya melihat Linda yang tengah kebingungan. Dengan begitu, dia pun menghampiri Linda yang kebetulan juga lembur karena ada operasi.


"Dokter Linda. Apa yang terjadi?" tanya Aditya dan Linda pun mengalihkan pandangannya kepada Dokter Aditya.


"Ini, ban mobilku kempes," jawab Linda, ia sedikit kebingungan.

__ADS_1


"Oh, apa ada ban serep?" tanya Aditya, dia berniat untuk membantu Linda.


Linda menggelengkan kepalanya dan Aditya pun terdiam sejenak. "Kalau begitu, Dokter Linda bareng saja sama saya. Biar saya anterin," tawar Aditya kepada Linda.


"Eh, jangan! Aku bisa naik ojeg atau taksi saja," tolak Linda karena ia tidak mau merepotkan Aditya.


"Ini sudah jam sembilan malam, kendaraan umum sudah jarang ada yang lewat. Apalagi kamu perempuan, tidak baik sedirian di malam-malam begini," ujar Aditya karena memang jalanan sudah hampir sepi.


Lantas Linda pun berpikir sejenak dan menerima tawaran dari Aditya. "Baiklah, aku mau di antar sama Dokter, tapi takut merepotkan," jawab Linda yang hanya menunduk.


"Enggak kok, lagi pula ini sudah malam. Biarkan mobil kamu di sini dulu, nanti aku suruh montir ke sini untuk memperbaiki mobilmu," kata Aditya dan Linda pun mengangguk.


Dengan begitu, Linda pun masuk ke dalam mobil Aditya dan keadaan menjadi hening sebelum Aditya mengatakan sesuatu.


"Lin, kenapa kamu bisa pulang malem begini?" tanya Aditya. Kini ia kembali dengan bahasa biasanya karena sudah tidak berada di lingkungan rumah sakit lagi.


"Tadi ada pasien yang melahirkan. Jadi, aku pulangnya malam," jawab Linda dan Aditya pun jadi tahu penyebabnya.


"Oh begitu, pantas saja."


Hening kembali, tetapi di pertengahan jalan, Aditya menanyakan alamat rumahnya Linda. "Lin, rumah kamu di mana?" tanya Aditya sembari menoleh ke arah Linda sebentar.


"Di depan sana. Kakak belok saja, nanti di sana ada rumahku," jawab Linda dan Aditya pun mengangguk.


"Apa yang ini rumahmu?" tanya Aditya yang melihatnya di balik kaca mobil.


"Iya, itu rumahku." Linda pun ke luar dari mobil Aditya.


"Kak, terimakasih sudah mengantarkan aku pulang," ucap Linda sebelum masuk ke dalam rumahnya.


"Sama-sama," jawab Aditya.


"Kak Aditya mau masuk dulu ke dalam?" ajak Linda karena tidak baik berduaan di malam-malam begini.


"Terimakasih atas ajakannya, lain kali aku berkunjung ke sini lagi, tapi maaf. Untuk kali ini, aku tidak bisa karena sudah larut malam," jawab Aditya sembari tersenyum.


"Ya udah, hati-hati di jalannya, Kak."

__ADS_1


"Iya. Assalamualaikum," ucap Aditiya dan melajukan mobilnya kembali.


"Wa'alaikumsalam warahmatullaahi wabarokatuh," jawab Linda setelah mobil Aditya pergi dan ia pun masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2