Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 56. Bukan Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Alvian tidak bergeming sama sekali, di saat Almaira mulai bertanya kepadanya. Dirasa tidak ada jawaban yang keluar dari mulut suaminya, Almaira bergegas mengambil tindakan.


"Ya udah, sekarang kita duduk dulu di sofa depan sana ya Mas?" tunjuk Almaira pada sofa yang ada di ruangannya.


Dengan bujukan Almaira, akhirnya Alvian menuruti kemauan istrinya. Mereka berdua pun duduk di sofa.


"Mas, sekarang Mas coba katakan kepada Maira, apa yang terjadi?" tanya Almaira, saat dirasa Alvian mulai merasa tenang.


Di lihat Alvian malah melamun tanpa mengucapkan kata apa pun, membuat Almaira kembali bertanya.


"Mas? apa Mas baik-baik saja??" tanya Almaira sambil menyentuh tangan Alvian.


"Eh, Mas baik-baik saja kok, sayang," jawab Alvian sedikit kaget.


"Tadi Maira tanya Mas, kok Mas gak jawab sih?" lanjut Almaira dengan wajah yang cemberut.


"Maaf sayang Mas cuma?" Alvian sedikit ragu untuk mengatakannya.


"Cuma apa Mas?"


"Apa aku harus mengatakan kepada Almaira tentang Sintia dan kejadian tadi? Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada Almaira. Nanti setelah aku menemukan waktu yang tepat, akan aku katakan kepada Almaira, sekarang aku tunda dulu deh," batin' Alvian berkata.

__ADS_1


"Mas cuma kangen sama kamu Sayang, pekerjaan di kantor sedikit membuat pusing kepala Mas," jawab Alvian asal.


"Apa benar Mas cuma kangen sama Maira saja? Atau ada hal yang Mas sembunyikan dari Almaira?" selidik Almaira.


"Kenapa berpikir begitu, sayang? Mas hanya ingin bertemu kamu karena pekerjaan di kantor membuat kepala Mas pusing." Alvian mencoba menyakinkan istrinya.


"Emang di kantor ada masalah apa Mas?"


"Tidak ada masalah sih, namun terlalu banyak pekerjaan yang harus Mas lakukan sehingga Mas sedikit merasa capek, karena terlalu banyak mengerjakan pekerjaan di kanto.r"


"Astaghfirullah, Maira minta maaf ya Mas? Maira malah berpikiran macam-macam tentang Mas," lirih Almaira yang merasa bersalah dengan perbuatannya.


"Jangan minta maaf sayang, itu hal yang wajar jika istri curiga kepada suaminya, sebagai pertanda kamu itu sayang sama Mas," kata Alvian sembari tersenyum.


"Sama-sama, sayang." Alvian menarik tubuh Almaira dan memeluknya.


"Sayang maafkan, Mas. Mas telah berbohong kepadamu, tapi ini juga untuk kebaikanmu," ucap Alvian di dalam hatinya, sambil mengusap lembut kepala Almaira yang tertutup jilbab berwarna coklat susu.


"Maira ambilkan minum dulu untuk Mas." Almaira hendak berdiri.


"Emang di sini ada tempat untuk membuat minuman?" tanya Alvian.

__ADS_1


"Ada Mas, tapi ... cuman air putih yang ada di sini, Mas tidak keberatan kan?"


"Tidak kok, air putih itu kan sehat untuk tubuh kita," balas Alvian dengan senyuman manisnya.


"Hehe, iya Mas, tapi jika Mas ingin yang lain. Maira bisa ke luar sebentar untuk membelinya."


"Jangan sayang, air putih saja gak papa kok."


"Tunggu sebentar ya, Mas." Almaira pun beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil segelas air putih yang Alvian minta.


Beberapa saat kemudian, Almaira sudah kembali dengan membawa segelas air putih untuk suaminya.


"Mas ini minumnya." Almaira memberikan segelas air putih itu kepada suaminya.


"Terima kasih, sayang." Alvian langsung meminumnya, kemudian Alvian memberikan setengah air yang diminumnya kepada Almaira.


"Apa ini Mas?" Almaira merasa heran di saat Alvian memberikan gelas yang masih berisikan air putih setengahnya.


"Katanya meminum air dari bekas suami itu dapat pahala loh dan sebaliknya, selain dapat pahala pasangan itu juga akan selalu romantis," ujar Alvian sembari tersenyum simpul.


"Mas tahu kok, kamu haus juga, kan? Tidak ada salahnya bukan ketika suami istri saling berbagi?" tanya Alvian dan Almaira terdiam sejenak.

__ADS_1


Memang benar, Almaira juga merasa haus dan itu disebabkan karena Almaira terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga membuat tenggorokannya kering dan haus.


Almaira menerima gelas yang Alvian berikan kepadanya, dan meminumnya sesuai permintaan suaminya. Minum dari bekas bibirnya romantis, bukan?


__ADS_2