
Setelah mengetahui bahwa Linda sudah memberikan peluang penuh untuknya, maka Aditya semakin semangat dan berniat untuk kembali mengunjungi rumah Linda.
Mau bagaimanapun nantinya, Aditya tidak memikirkannya karana sekarang ia hanya perlu menjalani dan menerima kenyataannya saja.
Flashback
Pagi harinya Linda menghubungi Almaira sembari meminta saran dari sahabatnya itu. Walaupun demikian, Linda sudah menentukan pilihannya karena keluarganya juga tidak memaksanya atas pilihan yang akan ia ambil. Bang Feri dan Ibu Citra juga sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Linda. Maka dari itu, Linda berhak untuk menentukan yang terbaik.
Di dalam telpon itu, Linda menceritakan semuanya kepada Almaira tanpa melewatkan satu pun itu. Namun, setelah menceritakannya kepada Almaira, Linda menjadi lebih baik dan berusaha menyakinkan pilihannya. Walaupun demikian, Almaira tidak menyarankan apa pun, tapi dia sudah begitu membantu Linda.
Sarannya hanya meminta Linda untuk memilih yang terbaik saja, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
"Pilihlah yang terbaik bagimu, dia yang tidak akan menyakiti hatimu, dan dia yang mampu membuat kamu bahagia. Maka dari itu, ialah yang pantas kamu jadikan pendamping hidup. Tidak usah memikirkan yang lalu, fokuslah pada masa depan karena masa depan akan menentukan jalan hidup baru, sedangkan mada lalu hanya akan meninggalkan kenangan saja. Maka dari itu, kamu berhak memilih pilihanmu tanpa harus tenggelam dengan masa lalumu, Lin," ucap Almaira pada Linda dalam telepon.
Kata-kata itu masih teringat jelas di pikirkan Linda yang pada akhirnya Almaira berhasil membuat Linda memilih Aditya. Karena itu, Linda sangatlah merasa bersalah kepada Aditya, dengan kejadian semalam.
Di saat itu juga, Linda mengatakan kepada ibu dan abangnya sehingga membuat keduanya tersenyum. Dengan begitu, Linda merasa sedikit aneh karena dengan sekejap ibu dan abangnya setuju dengan keputusannya.
"Bang, Linda sudah menentukan jawabanya," ucap Linda yang membuat Bang Feri menatapnya tajam.
"Siapa yang kamu pilih, Dik?" tanya Bang Feri.
Linda nampak begitu ragu untuk mengatakannya. "Linda akan memilih Kak Aditya, Bang."
Dengan mendengarkan jawaban dari adiknya, lantas membuat Bang Feri dan Ibu Citra tersenyum.
"Alhamdulillah, Ibu dan Abang juga menyetujui pilihanmu, Dik," kata Bang Feri sembari tersenyum kepada Linda.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Mas Damar, Bang?" tanya Linda yang tidak enak kepada Damar nantinya.
"Sudah, jangan dipikirkan lagi. Abang bisa mengatasinya," jawab Bang Feri dan Linda pun tersenyum.
"Terima kasih, Bang," ucap Linda. Ia juga terlihat begitu bahagia karena keluarganya dengan mudah menerima keputusannya.
"Sama-sama, Dek. Jangan sampai kejadian dulu bisa terulang kembali, kamu harus bangkit dari masa lalu dan jangan terus-terusan tenggelam di masa itu. Dik, kamu juga berhak menentukan dan jangan takut salah, karena Abang akan tetap mendukungmu, selagi itu baik bagi Adik," balas Bang Feri.
Oleh sikap Bang Feri itu, Linda mengakui bahwa abangnya sangat menyayangi dirinya sehingga selalu mendukung yang terbaik baginya. Setelah kematian ayah Linda—Tuan Bastian, tiga tahun yang lalu. Feri menjadi penanggung jawab adiknya—Linda, maka dia terlihat begitu menyayangi adiknya karena hanya Linda perempuan dari keluarganya yang belum menikah dan mempunyai masa lalu yang cukup mengharukan.
Maka dari itu, Feri tidak mau melihat adiknya kembali bersedih. Cukup dia saja yang menanggung kesedihannya, karena dia seorang laki-laki yang akan menggantikan Almarhum Tuan Bastian untuk menjadi waki nikah Linda nantinya.
Tanggung jawabnya juga sudah begitu besar, maka ia hanya menginginkan yang terbaik dan kebahagiaan bagi keluarganya saja. Dengan begitu, dia akan merasa berguna bagi keluarganya. Setelah ayahnya meninggal, hanya Feri-lah yang menjadi pemimpin di keluarganya. Maka dari itu, sikapnya sudah seperti seorang ayah bagi Linda.
Setelah itu, Feri segera mendatangi rumah Damar dan mengatakan semuanya dengan sangat hormat dan tidak membuat keluarganya berpikiran negatif.
"Maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya. Kedatangan kami ke sini hanya ingin mengatakan keputusan yang telah di ambil oleh adik saya—Linda." Feri memulai pembicaraannya dengan Damar dan kedua orangtuanya.
"Iya, apa jawabannya? Apa Linda menerima ajakan putra kami?" tanya ibu dari Damar yang sudah sangat tidak sabaran.
"Maafkan kami, Damar. Sebelum ajakan menikah darimu semalam, Linda sudah lebih dulu ada yang melamarnya sehingga Adik saya lebih memilih laki-laki itu," jelas Feri dan membuat Damar melihat kepada wanita yang dicintainya.
"Benarkah itu, Linda?" tanya Damar menatap sendu wanita yang dicintainya.
Linda menatap wajah Damar dengan rasa yang tidak enak. "Iya, Mas. Maafkan Linda," jawab Linda sembari menundukkan kepalanya kembali.
Seketika saja hati Damar terasa begitu sakit, seakan semuanya runtuh dan harapannya pupus sudah. Sekian lama menunggu Linda, tapi ia malah mendapatkan kesedihan yang begitu mendalam. Jadi, selama ini Damar hanya menjaga jodoh orang.
__ADS_1
Namun, jika dulu Damar mengatakan yang sebenarnya kepada Linda dan tidak meninggalkannya begitu saja, mungkin mereka masih bisa bersama dan saling menjaga hati. Akan tetapi, sekarang semuanya telah berakhir. Damar tidak bisa lagi mendapatkan hati Linda karena sekarang di hati Linda sudah ada nama lain yang menggantikan tempatnya dulu.
Dengan begitu, Damar hanya bisa ikhlas dan menerimanya dengan lapang walaupun hatinya sudah sangat sakit mengetahui semuanya.
"Baiklah, kalau itu pilihan yang terbaik bagimu, Lin. Insya Allah saya ikhlas," ucap Damar di saat hatinya sedang merasakan sakit karena penolakan dari Linda.
Mendengar ucapan dari Damar, lantas Linda pun kembali menatap kepada wajah mantan pacarnya itu. "Terima kasih, Mas. Aku akan doakan, semoga Mas juga bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku," balas Linda dengan sedikit menarik senyumannya.
"Aamiin," jawab Damar yang berusaha kuat menghadapi kenyataannya.
Mungkin ini hari terakhir bagi Damar untuk melihat senyuman manis wanita yang dicintainya itu, karena nanti ia akan bersanding dengan orang lain dan bukan dengan dirinya.
Namun, harus bagaimana lagi. Mungkin ini adalah akhir dari kisah cinta Damar dan Linda yang sudah terjalin lumayan lama, tetapi tidak bisa bersama. Walaupun demikian, Damar sudah sangat menginginkannya. Akan tetapi, takdir tidak mempersatukan keduanya. Maka dari itu, ia hanya bisa menerima dengan ikhlas Linda menjadi milik Aditya.
"Mengatakan itu sangat mudah, Lin. Akan tetapi, aku tidak tahu akan bisa atau tidaknya melupakanmu karena kisah kita sudah terlalu banyak sehingga sulit bagiku untuk mengikhlaskanmu, tetapi aku akan tetap mencobanya," batin' Damar berucap.
Damar tidak bisa mengatakan isi hatinya saat ini kepada siapa pun, karena ia juga telah salah meninggalkan Linda dan mengakhiri hubungannya dengan begitu saja.
Tidak lama dari itu, Linda bersama Bang Feri dan Ibu Citra segera pergi dari rumah Damar dan meninggalkan kesedihan bagi Damar. Meskipun begitu, itulah yang terbaik. Namun, keputusan yang Linda ambil sudah sangat menghancurkan harapan Damar dalam tiga tahun menanti. Walaupun demikian, Linda tidak pernah tahu bahwa Damar sudah menantinya dari semenjak kepergiannya ke Kairo Mesir.
.
.
.
Assalamualaikum, lanjut enggak?
__ADS_1