
Almaira perlahan berjalan mendekati meja kerja suaminya sambari mengucapkan salam. "Assalamualaikum."
Alvian menoleh ke sumber suara, dan ternyata yang di lihatnya adalah Almaira.
"Wa'alaikumsalam, kamu kenapa ke sini?" Alvian bertanya kepada istrinya.
"Emm ... Almaira ke sini mau memberikan Mas bekal buat makan siang. Mas kan belum sarapan, tadi pagi kata Bi Sumi Mas belum sarapan karena terburu-buru. Maaf, Almaira tidak memberitahu Mas terlebih dahulu tadi."
Alvian tersenyum menatap Almaira yang terlihat tertunduk ketika ia merasa bersalah.
Seketika Alvian langsung berdiri menghampiri istrinya yang masih tertunduk. Bertepatan di hadapan Almaira, Alvian langsung melingkarkan tangannya di pinggang Almaira tampa ragu sedikit pun dengan menggiringnya berjalan menuju sofa yang terdapat di ruangan kerjanya.
Almaira yang kaget dengan perlakuan Alvian yang tanpa ragu memeluk pinggangnya. Namun, perlahan Almaira tersenyum dengan tindakan suaminya yang tidak langsung memarahinya.
Tanpa ragu Almaira menatap kedua bola mata suaminya. "Mas mau makan sekarang?"
__ADS_1
Alvian mengangguk dengan wajah lesunya. "Iya Almaira, Mas pingin makan sekarang."
Almaira tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat menggemaskan. "Baiklah Almaira siapkan dulu Mas. Tolong Mas tunggu sebentar, ya."
Alvian terus melihat Almaira yang tengah membuka rantang bawaannya. Di saat Almaira hampir beres menyiapkannya, Alvian langsung menghentikan Almaira yang hendak memberikan kotak makan yang telah siap kepada dirinya.
"Mas hanya ingin makan dengan disuapi oleh istri Mas," rengek Alvian dengan menampakkan wajah yang terlihat menggemaskan.
Almaira yang tidak tega pun, langsung menuruti permintaan suaminya dengan menyodorkan nasi dan lauk pauk yang telah terisi penuh di dalam sendok. "Sini, buka mulutnya," pinta Almaira.
Alvian tersenyum dan langsung membuka mulutnya sangat lebar. Almaira langsung saja memasukkan sesendok nasi beserta lauk pauknya ke dalam mulut suaminya.
"Kamu sudah makan?" Alvian bertanya sambil menatap istrinya.
Almaira tertunduk dengan menggelengkan kepalanya pelan, sebagai pertanda bahwa ia belum makan apa pun.
__ADS_1
Alvian mengangkat dagu Almaira untuk menatap kepadanya. "Kita makan bersama, yah?" kata Alvian sambil menatap lembut wajah istrinya.
Dengan perlahan Almaira kembali menyuapi Alvian sambil berkata, "Mas habiskan dulu makanannya, Almaira nanti bisa makan di rumah."
Namun, tangan Almaira terhenti karena Alvian dengan cepatnya memegang kendali sendok yang ada di tangan Almaira, dan menyodorkan makanannya kepada istrinya.
"Buka mulutnya," pinta Alvian dan Almaira malah terdiam. Namun, beberapa saat kemudian, Almaira langsung membuka mulutnya karena Alvian tidak bergerak sedikit pun.
Sesuap nasi sudah masuk ke dalam mulut Almaira dengan penuh kasih sayang dari Alvian.
"Kita makan berdua saja, lagi pula makanannya masih cukup untuk kita berdua."
Almaira hanya mengangguk menyetujui ucapan dari suaminya meskipun dirinya merasa tidak enak karena yang seharusnya makanan itu hanya untuk suaminya, tapi malah Almaira juga memakannya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa rasa lapar sudah terasa oleh Almaira.
Alvian hendak kembali menyuapi Almaira, tapi dengan sigap Almaira menahannya dengan isyarat menggelengkan kepalanya. "Sekarang giliran Mas yang makan."
__ADS_1
Almaira menyuapi kembali Alvian sehingga mereka berdua pun saling menyuapi satu sama lain, mereka menjadi terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat mesra.
Makanannya pun habis tanpa tersisa sedikit pun, dengan perut yang terisi dan hati yang sangat bahagia, membuat sepasang suami-istri itu terlihat gembira.