Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 59. Sahabat Pengertian


__ADS_3

"Emm, iya Linda aku sudah menikah! maaf selama ini aku tidak pernah memberitahu mu" jawab Almaira dengan menunduk tidak kuasa menatap wajah Linda.


"Lah kok kamu gitu sih Maira, aku kan sahabat mu tapi kamu kanapa tidak memberitahu aku dari awal tentang dirimu yang sudah menikah?" tanya Linda kembali.


"Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan nya kepada mu Lin" ucap Almaira lirih.


"Yasudah Maira sekarang kamu jangan tegang yah?, nanti jam istirahat kamu bisa menceritakan nya kembali kepada ku??" ujar Linda mencoba mencairkan suasana yang mulai menegang ini.


Awalnya Almaira heran terhadap reaksi Linda yang tidak terlihat marah, tapi sekarang Almaira mengerti sepertinya Linda mencoba menenang kan dirinya. Apalagi ini urusan pribadi dan bukan mereka berdua saja yang mengetahui nya Aditya juga ada bersama nya otomatis dia juga mendengarkan percakapan mereka berdua.


"Maira kita masuk kedalam yuk?" ajak Linda.


"Emm iya" jawab Almaira "Kak Aditya kami duluan masuk ya?" pamit Almaira kepada Aditya sebagai tanda menghargai.


Aditya tersenyum "iya Almaira, Kak Aditya juga mau masuk ke dalam"

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua pun masuk lebih dulu ke dalam Rumah Sakit Surya Jaya. Tidak berselang lama Aditya juga kembali masuk kedalam rumah sakit karena mengingat masih ada pasien yang harus di periksa oleh nya.


Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat dan ini saatnya jam istirahat untuk para dokter dan suster lainya. Almaira langsung menemui Linda untuk mengajak nya makan bersama, dan berniat menceritakan tentang pernikahan nya kepada Linda, agar tidak menimbul kan kesalah pahaman di antara mereka berdua.


Dan sekarang Almaira bersama Linda sudah berada di taman depan Rumah Sakit Surya Jaya, tempat yang cukup nyaman untuk berbincang.


"Maira apa yang sebenarnya terjadi kepada mu selama ini? dan bagaimana kamu bisa menikah secepat ini??" tanya Linda penasaran.


Sejenak Almaira menghela nafasnya pelan "Sebenarnya laki-laki yang kamu lihat tadi itu adalah suamiku" jelas Almaira.


"Hah, pantas saja kamu terlihat dekat banget dengan laki-laki tadi ternyata dia suami mu?" ucap Linda sedikit terkejut.


"Lalu? apa kalian saling mencintai??" tanya Linda penasaran dengan kehidupan pernikahan yang dialami sahabatnya itu.


"Awalnya memang kami tidak saling mencintai tapi sekarang kami sudah saling membuka hati satu sama lain" jawab Almaira singkat tapi jelas.

__ADS_1


"Turus kalau awalnya kamu tidak mencintainya kepada kamu mau menikah dengan laki-laki itu??" tanya Linda kembali dengan pertanyaan yang berbeda.


"Maaf kalau soal itu aku tidak bisa menceritakan nya kepada mu Lin, karena itu bersifat pribadi" Almaira menolak untuk menceritakan nya secara halus.


"Yasudah kalau memang ini yang terbaik untuk mu. Aku turut bahagia atas pernikahan mu Maira, semoga pernikahan mu bisa langgeng sampai jannah ya"


"Aaminn, terimakasih atas do'a nya Lin. Semoga kamu juga bisa mendapatkan pendamping yang shalih yang nantinya bisa membawamu ke jannah"


"Aaminn, maaf nih Maira aku belum ngasih hadiah pernikahan untuk mu. Nanti aku belikan ya?" Linda berniat memberikan hadiah.


"Jangan repot-repot Lin, cukup dengan do'a dari mu saja, sudah sangat berarti bagi ku" ucap Almaira, karena tidak mau merepotkan Linda.


"Yasudah jika tidak mau diberi hadiah, aku teraktir kamu makan mau ya? Maira yang ini jangan di tolak ya! anggap aja ini sebagai tanda selamat aku atas pernikahan sahabat ku ini" ujar Linda, dengan memeluk Almaira.


"Terimakasih Lin" Almaira tidak bisa menolak nya karena Linda kekeh ingin meneraktir nya makan bersama.

__ADS_1


"Nah gitu dong, yuk kita ke restoran depan sana" ajak Linda bersemangat, karena mungkin dia sudah merasa sangat lapar.


Almaira hanya mengangguk dengan mengikuti Linda ke restoran untuk makan bersama, karena masih ada waktu dua puluh menit sebelum jam istirahat usai.


__ADS_2