Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 33. Dokter Bedah Baru


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit yang diberikan nama Surya Jaya, juga di juluki sebagai sumah sakit yang paling terkenal dan paling canggih teknologinya, membuat Rumah Sakit Surya Jaya ini, sudah mulai tersebar luas di berbagai penjuru kota sekalipun.


Di sana Almaira memulai kehidupannya dengan menjadi seorang dokter bedah yang masih dalam kata belum sempurna mencapai puncak tertinggi seorang dokter, dan sering juga dikenal dengan sebutan spesialis.


Kembali lagi kepada Almaira. Hari ini Almaira terlihat bersemangat, karena sekarang sedang dilangsungkannya rapat penting yang dibuat untuk menyambut kedatangan Dokter Bedah Spesialis yang di alihkan jabatannya ke Rumah Sakit Surya Jaya, guna menggantikan Dokter Bedah Spesialis yang sudah pensiun.


Seorang pria berjas putih, dengan wajah yang masih terbilang tampan, dan mempunyai kulit berwarna kuning langsat dan tambahan kumis tipis di sekitaran wajahnya, nampak berjalan memasuki Rumah Sakit Surya jaya.

__ADS_1


Pandangan para dokter tertuju kepadanya, apalagi para dokter wanita yang masih lajang. Setelah itu, semua dokter mulai menyambutnya dengan sangatlah baik dan terbilang sopan.


Pria tersebut hendak mengucapkan kata-kata setelah ia dipersilahkan oleh pembawa acara, hanya sekedar melontarkan wajengan atau kutipan yang bisa dijadikan motivasi untuk para dokter yang bekerja di sana.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."


Semua orang mulai menjawab salam dari pemuda sukses tersebut. Namun, berbeda dengan Almaira yang terlihat melotot setelah mendengar suara yang mungkin ia kenal, tetapi tetap Almaira menjawab salam darinya.

__ADS_1


Almaira mulai mendongakkan kepalanya menatap pria itu, dan bertapa terkejutnya Almaira setelah mengetahui bahwa pengganti atasannya sekarang adalah seorang pria yang dulu pernah mengungkapkan perasaan kepadanya, di masa-masa Almaira masih kuliah.


Di saat itu Dokter Aditya adalah kakak kelas Almaira yang diam-diam menyukai dirinya. Namun, saat itu Almaira masih fokus dengan kuliahnya sehingga membuat Almaira menolaknya secara lembut, tapi cara itu ternyata tidak membuat Aditya menyerah untuk tetap mendapatkan hati Almaira.


Dokter tersebut menatap Almaira dengan sangat dalam dan tersenyum kepadanya, sedangkan Almaira yang menyadarinya langsung saja memalingkan wajahnya ke samping.


Almaira masih ingat betul pesan dari suaminya tadi yang dengan terang-terangan, telah melarangnya untuk melihat atau menatap pria lain yang bukan mahramnya. Maka dari itu, Almaira berusaha memenuhi keinginan suaminya.

__ADS_1


Acara itu mulai berjalan dengan lancar dan menghabiskan waktu yang cukup lama, membuat Almaira yang duduk di kursi para penonton mulai merasa risih kepada Aditya yang terlihat terus menatap dirinya di sela-sela wajengan yang ia berikan. Dan sukurnya, Almaira sekarang bisa kembali pulang karena berhubung acaranya telah selesai dan waktu pun sudah sore, sehingga Almaira hanya bisa menunggu suaminya yang ternyata ingin menjemput dirinya, sesuai dengan janjinya tadi pagi.


Almaira nampak terduduk di dekat pintu masuk Rumah Sakit Surya Jaya, menunggu suaminya yang ternyata belum terlihat menjemput dirinya, dan para dokter pun sudah mulai beriringan keluar kerena sudah waktunya untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


__ADS_2