Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 63. Mengunjungi Rumah Abi


__ADS_3

Suara adzan subuh telah berkumandang, membangunkan kedua insan yang tengah terlelap nyaman di atas pembaringan. Karena semalam Almaira juga sampai ketiduran mengikuti suaminya.


Seperti biasanya di pagi ini Almaira sudah sibuk sendiri di dapur setelah mereka selesai shalat subuh berjamaah bersama Alvian, dan mengajari nya mengaji. Almaira kembali bergegas memasak di dapur, sedangkan Alvian berolahraga di tempat olahraga yang terdapat di rumah.


Sekarang Almaira terlihat sedikit berbeda dari hari biasanya, wajah nya terlihat berbinar menandakan bertapa bahagia nya Almaira pada saat ini. Bagaimana tidak bahagia ia akan segera menemui keluarga nya kembali.


Di saat itu pula Alvian berjalan menghampiri Almaira dan duduk di kursi makan dengan menatap Almaira, ternyata dugaan nya memang benar Almaira sangat ingin bertemu keluarga nya, sudah nampak dari wajah nya.


"Mas, ini Maira udah buatin Mas sarapan, kita makan dulu yah?" ucap Almaira sembari mengisi piring dengan nasi dan lauk pauk yang ada.


Alvian hanya mengangguk dengan menerima sepiring makanan dari Almaira.


Sekarang Alvian sudah mulai terbiasa dengan perilaku Almaira yang sama persis seperti Ibu Hilma dulu yang berarti ibu nya Alvian. Dulu Alvian sangat membenci perilaku Almaira yang seperti ini karena membuat nya semakin teringat kepada ibunya, tapi sekarang Alvian mulai terbiasa mungkin ini balasan dari Allah SWT mempersatukan Almaira bersama nya agar ia bisa meraih kebahagiaan nya kembali.

__ADS_1


Seketika suasana hening hanya ada suara sendok dan piring yang beradu pelan. Setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi nya, Almaira bergegas menyiapkan pakaian yang perlu ia bawa bersama suaminya.


"Sayang? Apa udah selesai menyiapkan pakaian nya??" tanya Alvian yang terlihat sedang merapihkan pakaian nya.


"Iya Mas, sebentar lagi beres kok" jawab Almaira sembari merapihkan pakaian dari tumpukan paling atas.


"Ayo kita berangkat sekarang sayang?" ajak Alvian sembari membawa tas yang berisikan pakaian ganti mereka berdua.


Tidak lupa Almaira menitipkan rumah kepada Bi Sumi, karena mereka akan pergi ke rumah Almaira yang berada di Bandung untuk beberapa hari.


Almaira langsung masuk ke dalam mobil setelah di bukakan pintu nya oleh Alvian. Alvian dengan siap, langsung mengemudikan mobil nya menyusuri jalanan yang indah.


Dalam waktu dua jam tempuh, mereka berdua sudah sampai ke rumah keluarga Almaira, dan di sana terlihat sebuah pesantren yang lumayan bagus dan bersih apalagi halaman nya terlihat indah karena di pasang berbagai jenis tanaman yang terawat.

__ADS_1


Sejenak Alvian tertegun namun hanya sekejap, karena Almaira dengan tidak sabaran mengajak nya segera bertemu dengan keluarga nya.


"Assalamu'alaikum..." ucap Almaira, karena pintu rumah terbuka.


"Wa'alaikumsalam, eh Maira Ummi kira siapa. Ya Allah ternyata kamu datang juga?, kirain gak bisa datang karena kemarin kamu tidak mengabari Ummi lagi" ucap Ummi yang terlihat gembira dengan kehadiran putri nya.


"Hehe, maaf Ummi kemarin Maira lupa kabarin Ummi kembali" gumam Almaira.


"Yasudah gak papa, eh nak Alvian sini masuk dulu" ucap Ummi menyambut hangat menantu dan putri nya.


"Kalian duduk di sini dulu ya? Ummi panggilkan dulu Abi dan saudari mu" ucap Ummi sembari pergi memanggil Abi yang ternyata masih di kamar, sedang melaksanakan Shalat Dhuha.


Almaira terdiam sembari melihat dari jendela terlihat para santri sedang bersih-bersih, sungguh Almaira kangen itu semua. Alvian juga nampak menyungging kan senyum nya melihat Almaira yang sangat gembira, sekarang Alvian menyadari bahwa dirinya tidak boleh egois karena Almaira juga perlu bahagia seperti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2