Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 27. Membuat Bekal


__ADS_3

Alvian perlahan beranjak pergi meninggalkan Almaira yang masih terlelap dengan nyamannya di atas tempat tidur.


Di ruang tamu sudah terlihat Bi Sumi yang sedang mengepel lantai sambil bernyanyi. Alvian yang baru saja turun ke bawah, perlahan menghampiri Bi Sumi yang tengah mengepel lantai yang kotor.


"Bi, tolong nanti kalau Almaira sudah bangun. Bilang saja sama dia, saya pergi ke kantor, ya."


"Baik Den, nanti Bibi beritahu, Non Almaira."


"Satu lagi, tolong jaga Non Almaira di sini ,ya. Jangan buat dia melakukan pekerjaan yang berat-berat!"


Bi Sumi mengacungkan jempol tangannya ke atas sambil berkata, "Oke Den, Bibi akan patuhi perintah, Den Alvian."


Setelah perbincangan itu selesai, Alvian berjalan ke luar dan meninggalkan Bi Sumi serta istrinya yang masih di dalam kamar.


***


Pada jam sembilan, Almaira terbangun dari tidurnya karena merasakan cahaya terang mulai menyelusup masuk ke dalam kamarnya. Cahayanya menyinari wajah Almaira sehingga membuat dirinya terbangun.


"Aduh terang sekali, ini sudah jam berapa, ya? Kelihatannya matahari sudah mulai terbit deh," gumam Almaira.


Almaira remang-remang melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul sembilan pagi.

__ADS_1


"Astaghfirullah, sudah siang. Gimana ini? Aku tidak bantu-bantu Bi Sumi di dapur dan tidak menyiapkan keperluan Mas Alvian?" Almaira nampak kebingungan dan tidak karuan.


Tiba-tiba mulut Almaira terhenti setelah mengucapkan kata 'Mas Alvian', Almaira mengingat kembali di mana suaminya sekarang.


Dengan begitu, Almaira melihat ke samping dan sekeliling kamarnya, tapi tidak sama sekali dia melihat dan menemukan keberadaan suaminya.


"Kemana Mas Alvian, ya?" Almaira mulai bertanya-tanya.


Perlahan Almaira berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dan beberapa menit kemudian, Almaira telah rapih dengan pakaian syar'i nya, berjalan keluar kamar dengan menuruni anak tangga.


Almaira bertanya kepada Bi Sumi yang terlihat sedang mencuci piring di westafel, yang berada di dapur.


"Bi, apa Bibi lihat Mas Alvian tidak?"


"Iya Non. Tadi pagi Den Alvian berpesan bahwa dia sudah lebih dulu berangkat ke kantor," jawab Bi Sumi sembari melanjutkan kegiatannya.


"Apa Mas Alvian sarapan pagi dulu tadi enggak, Bi?" Almaira bertanya kembali.


"Belum Non. Den Alvian tadi terlihat buru-buru ke kantor. Jadi, belum sempet sarapan dia."


"Oh, ya sudah. Terima kasih ya, Bisa karena sudah memberi tahu Almaira."

__ADS_1


"Sama-sama, Non," balas Bi Sumi sembari tersenyum.


Almaira bergegas membuatkan masakan untuk Alvian. Bi Sumi yang melihat majikannya sedang bersiap memasak, dengan begitu dia menghampirinya.


"Non, mau buat apa? Apa Non Almaira sudah lapar? Sini biar Bibi saja yang buatkan." Bi Sumi mau mengambil alih pekerjaan Almaira. Namun, Almaira menolaknya secara halus.


"Tidak usah, Bi. Almaira hanya mau membuatkan makanan untuk Mas Alvian, dia kan belum sarapan jadi Almaira akan bawakan ke kantor nanti," ucap Almaira sambil tersenyum.


"Non Almaira perhatian bsnget sama Den Alvian dan sampai sebegitunya. Jadi, bikin iri Bibi sama, Non."


"Cuma membuat bekal doang, Bi. Enggak usah begitu deh."


Bi Sumi tersenyum dengan jawaban dari Almaira. "Mau Bibi bantu?" Bi Sumi menawarkan bantuan.


"Tidak perlu, Bi. Almaira juga bisa sendiri. Bibi bisa kerjakan pekerjaan yang lainnya saja."


Bi Sumi pergi meninggalkan Almaira untuk melakukan pekerjaan lainnya.


Beberapa menit kemudian, Almaira sudah menyiapkan sebuah rantang yang sudah terisi makanan yang dibuatnya tadi.


Almaira bersiap dengan membawa tasnya terlebih dahulu, dan berjalan ke luar halaman rumah dengan membawa sebuah rantang yang mau dia berikan kepada suaminya.

__ADS_1


Seorang supir pribadi Alvian juga sudah membukakan pintu mobil untuk majikannya. Almaira perlahan masuk ke dalam mobil, dan mobilnya mulai berjalan meninggalkan kawasan rumah Alvian.


__ADS_2