Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 57. Cemburu


__ADS_3

Sungguh bahagia nya Alvian saat melihat Almaira mau meminum air dari bekas bibir nya.


"Terimakasih Mas" ucap Almaira.


"Untuk apa?" tanya Alvian.


"Untuk air nya, karena Mas sudah mau berbagi bersama Maira"


"Oh iya sama-sama Sayang" Alvian kembali memeluk tubuh Almaira.


CEKLEK


Suara pintu ruangan Almaira terbuka dengan memperlihatkan Dokter Aditya yang mulai masuk ke dalam ruangan Almaira.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarokatu" Ucap Alvian dan Almaira bersamaan menjawab salam dari Aditya.


"Ada perlu apa kak?" tanya Almaira sambil berjalan menghampiri Aditya.


"Besok akan ada operasi, dan ini berkas yang harus di pelajari oleh mu Almaira?" Aditya memberikan berkas tersebut kepada Almaira.


"Oh iya, saya terima ya kak" ucap Almaira, sembari mengambil berkasnya dari tangan Aditya.


"Emm Almaira? Kakak minta maaf ya kakak jadi mengganggu waktu kamu"


"Tidak apa-apa kok kak"


"Kalau begitu Kakak keluar dulu, soalnya ada pasien yang menungggu kakak"


"Iya kak"

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam" Almaira pun kembali menghampiri Alvian, setelah memastikan Aditya telah keluar dari ruangan nya.


"Sayang, Dokter Aditya ada perlu apa sama kamu?" tanya Alvian ketus.


"Tadi kak Aditya hanya memberikan berkas ini" Almaira memperlihatkan berkas yang di berikan Aditya kepada Alvian.


"Terus apa lagi?"


"Udah itu saja Mas"


"Kenapa lama banget sih Sayang berbincang dengan dia?, masa cuman ngasih berkas ginian lama banget"


"Kok Mas kaya engggak suka gitu sama Kak Aditya?" tanya Almaira penuh selidik.


"Mas kan cuman tanya doang Sayang"


Almaira terlihat sedang berpikir "Oh jangan-jangan Mas cemburu yah??" duga Almaira.


"Masa?, itu kok mukanya kaya gak suka gitu??" desak Almaira.


"Wajar dong Sayang bagi seorang suami tidak menyukai istrinya berduaan dengan laki-laki lain"


"Tuh kan Mas cemburu ya??" goda Almaira.


"Mungkin iya mungkin tidak"


"Kok gitu sih jawaban nya?" wajah Almaira di buat cemberut.


"Ih gemesnya istri aku ini" Ucap Alvian sembari mencubit kecil hidung mancung milik Almaira.

__ADS_1


"Aaw,,sakit Mas" pekik Almaira kesakitan.


"Habisnya gemesin sih" Alvian merangkul tubuh Almaira.


"Mas udah enggak cemburu lagi kan?" tanya Almaira, sedikit mendongak untuk menatap wajah suaminya.


"Iya Sayang Mas enggak cemburu lagi, kan sekarang ada kamu yang selalu ada di samping Mas"


Almaira hanya menjawab nya dengan senyuman manisnya "Mas apa Mas tidak mau kembali ke kantor??" tanya Almaira.


Mendengar Almaira mengucapkan kantor Alvian jadi teringat kembali kejadian tadi setelah meeting dengan klien yang ternyata ayah dari Sintia.


"Mas?..."


"Iya Sayang"


"Gimana?, apa tidak masalah Mas meninggalkan kantor terlalu lama??"


"Sebenarnya Mas males kembali ke kantor, tapi banyak yang harus Mas kerjakan di kantor karena pekerjaan Mas menjadi bertambah setelah kepergian Ayah dan Reza ke luar negeri. Mau tidak mau Mas harus kembali ke kantor"


"Mas kembali saja ke kantor? agar pekerjaan Mas cepat selesai"


"Oke deh, tapi ada syaratnya"


Almaira mengerutkan keningnya "Apa syaratnya Mas?" tanya Almaira.


Tunjuk Alvian pada pipi sebelah kanan nya "Cium pipi"


Mata Almaira membulat sempurna setelah mendengarkan permintaan suaminya yang konyol itu.


"Apa enggak ada yang lain gitu syaratnya Mas?"

__ADS_1


"Enggak ada! itu satu-satu nya permintaan Mas!!"


Akhirnya Almaira mengalah sembari mendekat kan tubuh nya kepada suaminya dan 'Cup' "Sudah yah Mas" seketika wajah Almaira terlihat memerah menahan malu.


__ADS_2