
Alvian mengambil sebuah map yang di berikan oleh Reza kepada dirinya. Dengan teliti Alvian membaca isi dari kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengannya.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka dengan memperlihatkan Almaira yang perlahan keluar dari sana.
Alvian yang sedang menanda tangani berkas kerjasamanya, mulai teralihkan menatap Almaira yang baru saja keluar dari kamar mandi khususnya. Sedangkan Reza yang dengan sadar, juga menatap Almaira yang perlahan berjalan menghampiri bosnya.
Alvian mulai terpukau dengan penampilan istrinya yang terlihat lebih segar dari sebelumnya.
Bukan hanya Alvian yang terpesona dengan wajah cantik Almaira, Reza juga mulai terhipnotis dengan kecantikan Almaira. Di saat tadi mengantarkan istri bosnya, Reza tidak terlalu jelas melihat wajah istri bosnya itu, sehingga dengan jelas Reza sekarang melihat wajah rupawan istri dari bosnya.
Tatapan Alvian langsung kembali melihat kepada map yang sedang ia tanda tangani. Namun, di saat Alvian akan memberikannya kepada Reza. Matanya nampak melotot melihat asistennya yang dengan sengaja, berani menetap lekat wajah istrinya.
__ADS_1
Alvian yang tidak mau istrinya di tatap oleh para lelaki, dengan sigap ia langsung menghampiri istrinya dan memeluknya. Reza yang melihat itu, langsung tertunduk sadar dengan kesalahannya itu yang telah lancang menatap istri dari bosnya sendiri, sedangkan Almaira malah merasa kaget dengan perlakuan suaminya yang dengan tiba-tiba memeluk dirinya.
"Tundukan kepalamu. Jangan pernah menatap laki-laki lain selain diriku! Hanya aku saja yang berhak atas dirimu!" tegas Alvian kepada istrinya.
Almaira tersenyum dengan ucapan suaminya itu, karena dia merasa suaminya ini tengah cemburu kepada asistennya.
Alvian menatap Reza dengan tatapannya yang begitu tajam. "Berkasnya telah saya tanda tangani. Reza sekarang kamu bisa pergi, urusan kita sudah selesai!" Alvian tanpa sadar telah mengusir asistennya itu.
"Baik Bos, saya akan keluar." Reza kembali menggunakan bahasa formalnya yang biasa digunakan saat dirinya tengah berbicara serius dengan bosnya.
Selepas kepergian Reza, Alvian langsung menatap lekat wajah istri cantiknya itu, sehingga membuat keduanya diam membisu.
__ADS_1
Suara dering ponsel terdengar dari dalam tas Almaira, yang membuat Almaira langsung melepaskan diri dari pelukan suaminya.
Perlahan Almaira berjalan dengan mengambil tasnya yang tadi sempat ia letakkan di atas meja kerja suaminya. Almaira langsung saja mengangkat panggilan tersebut.
Setelah selesai mengangkat telponnya, Almaira kembali menghampiri suaminya.Dan nmpak jelas wajah Almaira terlihat gelisah, sedangkan Alvian yang melihat kegelisahan di wajah Almaira, langsung saja Alvian bertanya kepada istrinya.
"Telpon dari siapa, hemm?" tanya Alvian, sambil mengelus kepala istrinya.
Almaira menatap wajah Alvian dengan keadaan dirinya yang masih gelisah. Alvian yang melihat ketegangan dari wajah istrinya, dengan begitu Alvian langsung mencoba menenangkannya.
"Katakan pada suamimu ini, kamu kenapa?. Dan telpon dari siapa tadi itu?" tanya Alvian sekali lagi.
__ADS_1
Almaira nampak terdiam dengan berusaha mengatakan sesuatu kepada suaminya "Almaira ingin meminta ijin kepada Mas untuk pergi sebentar ke rumah sakit, tadi Almaira mendapatkan panggilan dadakan yang mengharuskan semua dokter hadir," tutur Almaira dan tangan Almaira juga nampak bergetar, karena takut suaminya tidak mengijinkannya.
Di sisi lain, Alvian malah tersenyum dengan perkataan Istrinya itu. Perlahan tangan Almaira mulai digenggam oleh Alvian sehingga Alvian bisa merasakan dinginnya tangan Almaira yang terlihat masih tegang.