Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 118. Menentukan Tanggal


__ADS_3

Sepulangnya Linda dan keluarganya dari rumah Damar, tidak lama dari situ juga Aditya bersama dengan keluarganya datang mengunjungi rumah Linda. Meskipun begitu, Aditya sudah mengetahui jawabannya, tapi dia hanya ingin mengetahuinya dari wanita yang ia cintai.


Kini Aditya dan kedua orangtuanya sudah berada di rumah Linda dan berkumpul dengan keluarganya. Terlihat jelas laki-laki itu gelisah karena menunggu jawaban dari Linda, wajahnya yang tampan sudah dipenuhi oleh keringat dari pelipisnya.


Dengan begitu, Linda tidak lagi menunda apa pun lagi karena semuanya telah teratasi. Aditya juga nampak ragu untuk menanyakannya kepada Linda, mengenai lamarannya. Namun, tidak pernah disangka olehnya bahwa Bang Feri sudah lebih dulu mengatakannya kepada Aditya dengan jelas.


"Aditya, kami sekeluarga sudah menerima lamaran kamu, Linda sudah memutuskan pilihannya," ucap Bang Feri di saat suasananya hening.


"Alhamdulillah," ucap kedua orang tua Aditya yang lebih dulu mengucapakan syukur.


Apalagi Tuan Dirga, dia terlihat begitu antusias karena pada akhirnya putranya bisa memilih wanitanya sendiri dan tidak lagi larut dalam harapan. Akan tetapi, Aditya hanya terdiam dan tidak percaya bahwa kali ini cintanya bisa terbalas. Setiap pintanya sudah terjawab dan Linda mau bersanding dengannya, sungguh indah penantian ini.


Aditya lantas melihat kepada Linda yang sudah menggunakan pakaian muslimah yang begitu indah dipandang. Wajahnya juga terlihat begitu cantik, sinarnya terpancar seketika, bahkan penampilannya begitu sempurna.


Tidak ada lagi pakaian yang kurang bahan, bukan lagi pakaian yang minim, dan tidak ada lagi rambut yang terlihat. Sekarang ini, Aditya melihat Linda bagaikan bidadari yang datang bersama dengan kebahagiaannya.


Wanita muslimah dengan penampilan yang sederhana, dengan wajah yang berseri nampak terlihat jelas dari kedua belah mata milik Aditya. Untuk saat ini, Aditya tidak lagi mengatakan apa pun karena kenyataannya sudah sangat membuatnya bahagia.


Walaupun demikian, hanya dengan perkenalan yang begitu singkat. Dan tiba-tiba saja keduanya dipersatukan dalam sebuah ikatan khitbah yang nantinya berjalan menuju pernikahan.


Kini suasana menjadi sangat gembira, bahkan kedua keluarga terlihat begitu bahagia atas keputusani ini. Oleh karena itu, Bang Feri tidak menunggu lama lagi untuk pernikahan adiknya. Maka dari itu, kedua keluarga mulai merundingkan tanggal nikah.


Namun, sebelum itu. Linda sudah lebih dulu dipasangkan cincin oleh ibu dari Aditya. Dengan begitu, Linda sudah resmi terikat bersama Aditya oleh ikatan khitbah yang akan mengeratkan hubungan keduanya.


Walaupun demikian, Linda tidak pernah berpikir bahwa ia akan menikah dalam waktu yang sangat singkat ini, bahkan mengenal Aditya saja, Linda belum lama. Namun, mereka sudah dipersatukan kembali dalam ikatan ini.


"Baiklah, satu minggu lagi pernikahan Aditya dan Linda akan segera di selenggarakan. Tepat pada tanggal sepuluh juli, dan kalian berdua harus segera mempersiapkan diri," ucap Tuan Dirga karena tanggalnya sudah diputuskan.


"Insya Allah," ucap Linda lebih dulu yang disertai oleh senyuman manisnya.

__ADS_1


Maka dari itu, Aditya sudah sangat begitu tidak sabar menantikan hari pernikahannya dengan Linda. Melihat wajahnya saja, Aditya sudah sangat terpesona. Apalagi nanti, kalau keduanya sudah dipersatukan oleh ikatan pernikahan.


Sungguh perjalanan yang begitu singkat, bahkan Aditya dan Linda juga tidak pernah mengira bahwa mereka akan berjodoh. Pada dasarnya, mereka sudah lama mengenal karena dulu Aditya sangat mencintai Almaira, maka sudah lama juga ia mengetahui Linda. Akan tetapi, penampilan Linda dulu sangat berbeda dengan sekarang.


Dengan begitu, Aditya sangat menyukai Linda yang sekarang karena dari sikap dan penampilannya saja sudah sangat mendominasi dirinya. Kecantikannya tidak perlu dihiraukan kembali, karena sekarang Linda sudah sangat terlihat dewasa dan lebih cantik, setelah belajar hijrah dan menjadi wanita muslimah.


Aditya sampai tidak bisa menyangkanya. Di dalam keterpurukannya, Linda tiba-tiba saja datang ke dalam kehidupannya, dengan membawa kebahagiaan yang tidak pernah bisa dilupakan.


"Kalau begitu, kami pamit pulang dulu," ucap Tuan Dirga—ayah dari Aditya.


Tidak terasa sudah tiga jam mereka bersama, bahkan waktu yang cukup lama itu serasa begitu sebentar bagi Aditya yang baru saja mendapatkan sebuah kegembiraan.


"Iya, kalian hati-hati di jalannya," balas Bang Feri yang sudah mengurus semuanya dengan sangat sempurna, bahkan Tuan Dirga sudah sangat akrab dengan Ibu Citra dan Bang Feri.


Lantas, Tuan Dirga mengangguk dan pergi bersama istri serta anaknya dari rumah Linda. Walaupun demikian, Aditya masih sangat ingin melihat Linda. Akan tetapi, semua itu dia urungkan karena menjaga lebih baik. Dan tidak lama lagi, dia dan Linda akan menikah. Jadi, tidak mengapa jika harus menunggunya selama satu minggu.


***


Di tempat lain, Fatimah nampak begitu murung. Dia terlihat gelisah, sepertinya ada sesuatu yang membuat Fatimah tidak tenang. Wanita itu nampak begitu ragu untuk mengatakan sesuatu kepada suaminya.


"Dek, kenapa diam saja? Ayo ke sini," tanya Reza karena melihat istrinya yang hanya diam, mematung di hadapannya.


"Eh, iya, Mas." Dengan begitu, Fatimah segera menghampiri suaminya yang berada di atas tempat tidur.


Setelah Fatimah duduk di sampingnya, lantas Reza pun mulai berbicara dengannya. "Sebenarnya kamu kenapa, Dek?" tanya Reza sembari mengelus kepala istrinya.


"Aku tidak apa-apa, Kak," jawab Fatimah sembari tersenyum.


"Yakin tidak apa-apa?"

__ADS_1


"Iya, Adek tidak papa. Lagian kenapa Kakak nanyain itu?" tanya Fatimah yang sebenarnya sangat gugup.


"Kakak lihat, Adek itu kali ini sering diam. Kakak yakin, Adek lagi sedang memikirkan sesuatu," ujar Reza yang masih mendekap istrinya dari samping.


Mendengar itu, Fatimah sudah tidak bisa lagi menyembunyikan semuanya dari Reza. Maka dari itu, ia terlihat begitu sangat takut untuk membicarakannya dengan Reza. Walaupun demikian, Fatimah yakin bahwa suaminya itu akan selalu mendukungnya dalam setiap hal apa pun.


"Coba katakan kepada Kakak, mungkin bisa sedikit meringankan rasa kegelisahan Adek. Berbagilah segala sesuatu dengan Kakak, karena itu lebih baik di bandingkan dengan memendamnya sendirian," ucap Reza yang kembali membuat Fatimah menatap kepada wajahnya.


"Kak, bolehkah kita memeriksakan diri ke rumah sakit. Fatimah takut ada sesuatu yang membuat kita tidak kunjung mendapatkan seorang anak," ucap Fatimah dengan sedikit takut.


Meskipun sudah berapa kali Fatimah berusaha sabar, tapi ada saja yang membuatnya ragu. Walaupun demikian, Reza dan mertuanya tidak pernah mendesaknya untuk cepat-cepat mendapatkan seorang keturunan.


Reza menghembuskan napasnya panjang. "Jika itu yang tebaik, maka tidak ada salahnya juga kita mencobanya," ucap Reza yang membuat senyuman di bibir Fatimah kembali lagi.


"Apa itu berarti Kakak mengijinkannya?" tanya Fatimah meyakinkan.


"Iya, Kakak mengijinkannya," jawab Reza sembari tersenyum.


"Terima kasih, Kakak. Adek semakin sayang sama Kakak," ujar Fatimah kegirangan.


Dengan begitu, Fatimah kembali mengeratkan pelukannya kepada suaminya dan Reza menyambutnya dengan penuh kasih sayang.


.


.


.


Assalamualaikum. Apa ada yang kangen Fatimah?

__ADS_1


__ADS_2