Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 62. Masih Ragu


__ADS_3

"Sayang Mas boleh meminta nya sekarang?" pinta Alvian penuh harapan.


Di rasa belum juga mendapat kan jawaban, Alvian menarik kembali ucapan nya "Yasudah kalau memang belum siap, Mas bisa menunggu nya sampai kamu siap" ucap Alvian sembari mengusap lembut tangan Almaira.


"Apa Mas tidak apa-apa?" tanya Almaira merasa tidak enak.


"Mas enggak apa-apa sayang, Oh ya Sayang Mas tadi beliin kamu martabak manis kita makan dulu yuk" ujar Alvian, mencoba mencairkan suasana yang mulai tegang.


"Iya Mas" ucap Almaira, sembari mengikuti Alvian dan duduk di sofa yang ada di kamar mereka berdua.


Di saat Almaira memakan martabak manis yang di berikan Alvian, tanpa di sadari nya Alvian terus menatap wajah nya. Tiba-tiba tatapan mereka beradu.


"Mas kenapa sedari tadi terus lihatin Maira?" tanya Almaira heran.


"Karena kamu cantik" ucap Alvian tanpa ragu.

__ADS_1


Seketika Almaira tersipu malu, mendapatkan pujian dari suaminya itu.


"Di makan itu mantabak nya Mas?" ucap Almaira karena sedari tadi Alvian belum memakan martabak manis nya.


"Dengan melihat kamu saja, Mas udah keyang" jawab Alvian dengan senyum manis nya.


"Mas jangan becanda ah, gak lucu tau" ucap Almaira sebal karena Alvian terus menggoda nya.


"Jangan cemberut dong?, iya...iya Mas makan ya martabak nya tapi pengen di suapin sama kamu" rengek Alvian seperti anak kecil.


Alvian langsung menerima martabak manis dari tangan Almaira karena Almaira menyuapi nya.


Setelah keduanya selesai memakan martabak manis nya, suasana tiba-tiba menjadi hening dan Alvian langsung memulai aksinya.


"Sayang apa boleh, mulai dari sekarang kamu jangan mengenakan kerudung lagi saat tidur?" tanya Alvian, menginginkan Almaira bisa terbiasa terhadap dirinya.

__ADS_1


Almaira terdiam sejenak, dan benar Alvian terlah berhak sepenuh nya atas dirinya dan apa yang di mintanya harus Almaira penuhi. Karena sampai sekarang Almaira belum pernah memperlihatkan rambutnya kepada Alvian, tidak heran Alvian mempertanyakan tentang itu.


"Insya Allah, Maira akan mengusahakan nya Mas" jawab Almaira karena memang ia masih belum terbiasa terhadap suaminya itu.


"Sekarang kita tidur yuk? udah larut malam juga, kan besok kita akan pergi mengunjungi keluarga mu bukan? jadi kita bisa tidur lebih awal agar tidak kesiangan" ujar Alvian karena mungkin ia kelelahan, dengan pekerjaan kantor yang begitu banyak nya.


Melihat wajah Alvian yang terlihat lelah, Almaira merasa iba melihatnya. Pasti Alvian sangat capek dan Almaira mengerti keadaan Alvian saat ini.


"Iya Mas" ucap Almaira sembari menghampiri tempat tidur bersama dengan Alvian.


Tanpa ragu lagi Alvian memeluk tubuh Almaira, karena sekarang Alvian memang telah nyaman terhadap Almaira. Dan tidak ada kata gengsi lagi yang selalu membuat Alvian ragu untuk mendekati Almaira, toh Almaira istrinya tidak masalah kan ia sedekat ini dengan istrinya sendiri.


Sedangkan Almaira hanya termenung memikirkan perkataan suaminya yang mulai meminta hak nya, tapi mengapa rasanya Almaira masih ragu terhadap suaminya itu, rasanya masih ada yang di sembunyikan oleh Alvian dari dirinya itu. Apalagi pesan misterius yang pernah masuk ke dalam ponsel nya, membuat Almaira semakin ragu lagi terhadap suaminya.


Yang Almaira takutkan sekarang adalah pesan misterius itu benar, jika menang benar adanya maka Almaira harus berusaha membuat Alvian mencintai nya.

__ADS_1


Apapun rintangan nya Almaira akan berusaha mempertahankan rumah tangganya.


__ADS_2