
Beberapa menit kemudian Abi bersama saudara Almaira datang menghampiri Almaira dan Alvian, terlihat mereka sangat senang dengan kedatangan Almaira.
"Abi..." ucap Almaira kegirangan dengan langsung memeluk Abi nya.
Abi menyambut pelukan dari putri nya itu, tidak bisa di pungkiri lagi Abi memang sudah sangat merindukan Almaira.
Dengan begitu Almaira langsung mencium telapak tangan Abi dan sauranya secara bergantian. Alvian juga ikut menyalami Abi, Ummi dan saudara laki-laki Almaira tapi tidak dengan Fatimah karena ia perempuan.
Seketika mereka semua duduk bersama di ruang tamu dengan saling bertanya kabar dan bercengkrama bersama.
"Dek, gimana kabar kamu selama di sana?" tanya Ahmad yang sangat ingin tahu keadaan Almaira saat jauh dari keluarga tercintanya.
"Alhamdulillah baik kak" jawab Almaira tersenyum lembut.
"Dek? Apa suami mu memperlakukan dirimu dengan baik selama ini??" tanya Ilham yang terbilang sangat perhatian terhadap Almaira.
Sekilas Almaira melirik Alvian yang berada di samping nya "Selama ini Alhamdulillah Mas Alvian memperlakukan Almaira dengan sangat baik" ucap Almaira membanggakan suaminya di hadapan seluruh keluarganya.
"Alhamdulillah kalau begitu, kakak ikut senang dengar nya" ucap Ilham sedikit tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Almaira.
Setelah sekian lama akhirnya Almaira bisa kembali kumpul bersama keluarga nya. Saling melepas rindu dan bercanda tawa bersama keluarganya kembali.
Tidak berselang lama keluarga calon pria yang ingin melamar Fatimah telah sampai di kediaman Abi, bertepatan dengan pesantren Ar-Rasyid sebuah pesantren yang didirikan oleh Abi.
"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi laki-laki yang ingin melamar Fatimah.
Seketika tatapan semua orang yang berada di dalam ruang tamu, teralihkan dengan kedatangan Fahmi dan keluarganya.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarokatu" semua orang menjawab salam dari Fahmi.
__ADS_1
Dan Ummi segera menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik, sampai pada niat baik mereka di sampaikan.
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan niat baik saya dan keluarga saya kemari ingin mengkhitbah Fatimah" ucap Fahmi dengan penuh keyakinan.
"Alhamdulillah, kami sekeluarga sungguh senang dengan niat baik nak Fahmi. Namun untuk jawaban nya Abi serahkan semua keputusan kepada Fatimah" ucap Abi menatap lekat putri bungsunya.
Sedari tadi Fatimah hanya menunduk tidak kuasa mengambil keputusan secara tiba-tiba begini, apalagi ini menyangkut pasangan hidup.
"Fatimah? gimana apa jawaban mu??" tanya Ummi sembari mengusap pundak putrinya.
"Emm, Fatimah serahkan saja semuanya kepada Abi, selagi itu yang terbaik untuk Fatimah" jawab Fatimah lembut.
"Baiklah, nak Fahmi kami menerima lamaran dari kamu. Dalam proses khitbah ini jika kalian saling cocok segeralah menikah, dan bila di antara kalian tidak saling suka maka jangan di paksakan" ucap Abi mengambil keputusan.
Fahmi mengangguk mengerti dengan apa yang di ucapkan Abi barusan. Namun tatapan Fahmi terus melihat kepada Almaira yang berada tidak jauh dari Abi Zaenal.
Sedangkan Fahmi menatap malas Alvian, yang terlihat posesif terhadap Almaira. Yang di kira Fahmi Fatimah itu Almaira tapi ternyata dugaan nya itu salah.
Sebelumnya Fahmi memang belum pernah melihat wajah Fatimah karena ia di jodohkan oleh kedua orang tuanya kepada Fatimah, putri bungsu dari Abi Zaenal yang merupakan sahabat karib Ayah nya.
Pertama kali Fahmi masuk ke dalam rumah Abi Zaenal, yang pertama kali menarik perhatiannya adalah sosok perempuan cantik yang ternyata itu adalah Almaira. Di saat itu Alvian sempat pergi ke kamar mandi sebentar sehingga Almaira terlihat duduk sendiri di samping Abi Zaenal, dan itu membuat Fahmi salah faham terhadap nya yang ia kira Almaira itulah wanita yang bernama Fatimah, tapi ternyata ia salah.
Harapannya pupus begitu Alvian datang dan duduk di samping Almaira, setelah itu Fatimah datang dengan di gandeng oleh Ummi, wajah nya emang tidak kalah cantik nya dengan Almaira karena mereka adik kakak, tapi tetap yang pertama ia lihat lebih menarik perhatiannya.
Namun Fahmi tidak bisa membatalkan begitu saja, karena Ayah dan Mamih nya sangat menginginkan dirinya menikahi putri dari Abi Zaenal yaitu Fatimah. Fahmi tidak bisa membantah nya karena memang keputusan Ayah nya tidak pernah bisa di bantah.
Yang Fahmi lakukan memang salah ia mengkhitbah seorang wanita yang sama sekali tidak di kenal, apalagi rasa suka terhadap Almaira membuat nya kalang kabut.
Fahmi Wirahmana adalah anak pertama dari pasangan Arya Wirahmana dan Widia Wulandari yang kebetulan baru pulang dari negara orang, setelah menempuh pendidikan di kota favorit Kairo Mesir. Sengaja Ayah Arya menguliahkan Fahmi ke Kairo Mesir agar rencana perjodohan antara Fatimah dan Fahmi bisa berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Siapa yang tidak mau berbesan dengan Abi Zaenal Abidin pemimpin pondok pesantren Ar-Rasyid, pesantren yang terkenal maju dari berbagai aspek dari bidang-bidang tertentu. Dan Ayah Arya sudah berniat dari dulu untuk menjodohkan putra pertamanya dengan salah satu anak perempuan dari Abi Zaenal, supaya ia bisa mendapatkan menantu shalihah seperti istrinya.
Istrinya dulu sahabat dekat Ummi Siti istri dari Abi Zaenal, karena Arya berniat ingin memperpanjang tali silaturahmi bersama Abi Zaenal maka dari itu ia menjodohkan anaknya dengan putri dari Abi Zaenal. Sekilas info mengenai Fahmi dan keluarganya.
Kembali lagi dengan lamaran Fahmi yang sekarang sudah resmi di terima oleh Abi Zaenal.
"Alhamdulillah" serempak Arya bersama istrinya mengucapkan syukur karena niat baik mereka sudah di terima oleh keluarga Abi Zaenal, apalagi Widia dia terlihat sangat antusias karena ia akan segera berbesan dengan Ummi Siti sahabatnya yang paling pengertian.
"Siti, ternyata putri mu sangat cantik" puji Widia kepada Fatimah, wanita yang di pilihkan nya untuk menjadi calon mantu nya kelak.
"Iya, alhamdulillah terimakasih," ucap Ummi Siti.
"Anak mu juga tampan Wid?" seru Ummi Siti kembali, sembari melihat Fahmi.
"Mereka berdua cocok ya Siti?" ucap Widia berpendapat.
"Insya Allah cocok Wid," jawab Ummi Siti dengan menatap putrinya lembut.
"Gimana Fahmi?, cantik kan calon istri kamu??" tanya Widia kepada putranya.
"I--iya Mih" ucap Fahmi sedikit gelagapan.
"Dan itu siapa Sit? yang di samping suamimu?" tanya Widia melihat Almaira dengan tatapan yang mengimindasi.
"Oh, sebentar" ucap Ummi Siti sembari menghampiri Almaira dan memperkenalkan nya "Wid? Kalau yang ini Almaira anak perempuan ku yang satunya lagi" ucap Ummi Siti.
"Owalah cantik juga yah putri kamu yang satu ini." Terlihat Widia sangat suka kepada Almaira karena Almaira sangat sopan dengan langsung mencium tangannya.
Begitu pula Fatimah ia juga sangat sopan, perbedaan nya hanyalah Fatimah sedikit pendiam dan tertutup, sedangkan Almaira lemah lembut, penyabar dan tertutup tapi sedikit terbuka karena ia seorang dokter jadi banyak interaksi yang sering ia lakukan.
__ADS_1