
Restoran yang di pilih oleh Linda terlihat banyak pengunjung, tidak salah Linda mengajak Almaira ke restoran ini karena memang di sana pelayanan nya sangat baik jadi tidak heran banyak pengunjung yang datang ke restoran tersebut.
Linda pun segera memesan makanan dan duduk di sebuah kursi yang kosong bersama Almaira.
"Maira kamu mau pesan apa?" tanya Linda.
"Samain aja sama kamu Lin" jawab Almaira sembari melihat suasana di dalam restoran yang terlihat indah.
Kembali Linda memanggil pelayan "Mba yang satu ya lagi samain aja seperti makanan yang tadi aku pesan"
"Baik, di tunggu ya kak. Kami akan menyajikan makanan yang terbaik untuk pelanggan kami" ujar pelayanan tersebut.
"Iya terimakasih atas pelayanannya Mba?" ucap Linda berterimakasih.
Pelayanan itu mengangguk dan melenggang pergi melayani pelanggan yang lainnya.
Beberapa menit kemudian makanan yang di pesan Linda sudah datang. Akhirnya Linda dan Almaira langsung memakan nya, tidak membutuhkan waktu lama untuk berada di restoran tersebut karena waktu istirahat nya hampir habis. Dengan begitu Almaira dan Linda pun segera kembali ke Rumah Sakit Surya Jaya.
...****************...
Tidak terasa waktu mulai menjelang sore, seperti janji Alvian yang berniat ingin menjemput Almaira. Dan ternyata Alvian menepati janji nya, di lihat ia sudah berada di halaman Rumah Sakit Surya Jaya tengah menunggu kedatangan Almaira di sana.
"Assalamu'alaikum, Mas?" Almaira langsung mencium punggung tangan suaminya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, gimana Sayang pekerjaan nya lancar??" tanya Alvian sambari menatap wajah cantik istrinya.
"Alhamdulillah lancar Mas" jawab Almaira tersenyum.
"Ayo kita masuk Sayang?" ajak Alvian, sembari membukakan pintu mobil untuk Almaira.
"Terimakasih Mas" ucap Almaira setelah masuk ke dalam mobil milik suaminya.
Alvian pun langsung mengambil kemudian dan melajukan mobil nya menyusuri perkotaan indah.
Di saat perjalanan pulang tiba-tiba telpon Almaira berbunyi, dengan begitu Almaira langsung menerima panggilan tersebut yang ternyata telpon dari Ummi nya.
"Halo, Assalamualaikum Ummi?"
"Alhamdulillah baik. Ummi, Abi, dan Saudara Maira gimana kabar nya? apa baik juga??" tanya balik Almaira.
"Alhamdulillah Ummi sekeluarga juga baik. Maira Ummi menelpon kamu hanya ingin menyampaikan bahwa adek kamu besok akan kedatangan pria yang mau melamar nya" ucap Ummi antusias.
"Almaira senang dengar nya kalau Ummi dan Abi baik-baik saja. Kata Ummi barusan Fatimah ada yang melamar? itu kabar baik dong??" Almaira ikut gembira mendengar kabar adik nya yang akan di lamar oleh seorang pemuda.
"Iya benar Maira, Ummi harap kamu dan suami mu bisa datang ke rumah Abi" pinta Ummi kepada putrinya.
"Maaf Ummi Maira harus meminta izin dulu kepada Mas Alvian? nanti kalau udah di izinin Maira kabari lagi Ummi ya??" balas Almaira merasa tidak enak kepada Ummi nya.
__ADS_1
"Tidak apa bicarakan dulu saja kepada suami mu. Ummi akan menunggu kabar dari mu nanti" ujar Ummi menyarankan.
"Iya Ummi Maaf yah" ucap Almaira terdengar lirih.
"Tidak apa, Maira baik-baik saja di sana yah. Ummi tutup telpon nya, Assalamualaikum..." ucap Ummi menutup pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarokatu" jawab Almaira sembari kembali menyimpan ponsel nya ke dalam tas selempang yang di kenakan oleh nya.
"Sayang, telpon dari siapa barusan?" tanya Alvian melirik istrinya sekilas karena masih memegang kemudi.
"Ummi Mas!. Katanya adik aku Fatimah besok akan di lamar oleh seorang pemuda" jawab Almaira.
"Oh itu kabar baik dong??" ucap Alvian sama senang nya seperti Almaira saat di beri tahu kabar tersebut.
"Dan Ummi menyuruh kita untuk bisa menghadiri lamaran Fatimah di rumah Abi besok. Apa Mas tidak keberatan??" tanya Maira sedikit sungkan.
"Tidak Kok, lagian besok hari libur jadi kita bisa ke rumah orang tua mu" ujar Alvian memberikan izin.
"Mas beneran ingin pergi ke rumah Abi bersama Maira?" tanya Almaira, senang dengan jawaban dari Alvian.
"Iya Sayang, besok kita ke rumah orang tua mu!. Lagian kamu juga sudah kangen banget kan sama kedua orang tua mu?" tanya Alvian, mengingat Almaira pernah mengatakan kepada dirnya bahwasan nya ia rindu kedua orang tua nya, dan ingin menemui nya.
"Iya Mas Maira rindu keluarga Maira, terimakasih ya Mas! Mas udah mau memenuhi permintaan Maira" ucap Almaira senang.
__ADS_1